Press "Enter" to skip to content

KM Umsini Dijadikan Tempat Isoter Warga Makassar

Media Social Share

JAKARTA, BISNISJAKARTA.ID – PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) bersama Pemerintah Kota Makassar memanfaatkan Kapal Motor Umsini sebagai lokasi isolasi apung (Isoter). Nantinya tersedia fasilitas Isoter bagi 785 pasien Covid-19 OTG dan gejala ringan. Hal tersebut terungkap dalam Diskusi virtual Ditjen Hubla bersama Forum Wartawan Perhubungan (Forwahub) di Jakarta, Kamis (19/8).

Diskusi dibuka Dirjen Perhubungan Laut Agus H Purnomo sekaligus sebagai keynote speaker. Hadir pula Dirut Pelni Insan Purwarisya L Tobing, dan Walikota Makassar Danny Pomanto serta anggota Forum Wartawan Perhubungan (Forwahub).

Dirjen mengatakan, kehadiran tempat isolasi mandiri terapung (isoter) bagi masyarakat terkonfirmasi Covid-19 tanpa gejala di kapal Pelni dinilai sangat positif dalam membantu pemerintah daerah (pemda) yang memiliki keterbatasan fasilitas rumah sakit atau ruang isolasi. “Ini menjadi momen bagus, membantu banyak pihak di saat kapal Pelni juga banyak yang portstay ditengah pandemi di mana angkutan penumpang dibatasi,” kata Dirjen.

Dirjen Agus mengatakan, kehadiran isoter sangat membantu sekali. Kehadiran isoter tersebut juga mendapat support dari Presiden dan Menteri Perhubungan. “Kalau niat baik, maka jalan ada terus dan supaya pengendalian penyebaran Covid-19 bisa diwujudkan,” tuturnya.

Walikota Makasar Danny Pomanto menegaskan, kehadiran Isoter memberikan dampak positif dan menggiatkan pemda untuk mencari OTG atau orang dengan gejala ringan. “Kalau sebelumnya bingung, kalau ada yang OTG mau di rawat dimana karena RS penuh semua. Kalau sekarang para Lurah saya suruh cari orang yang terkena Covid, kita jemput dan bawa ke kapal,” tegasnya.

Menurut Danny, dampak positif lainnya yang terlihat jelas adalah waktu pemulihan pasien terpapar ringan yang justru lebih cepat dari yang diperkirakan. “Sebelumnya kami perkirakan pasien akan pulih pada hari ke-10, tetapi dengan adanya isoter justru lebih cepat pulih. Pasien bahkan ada yang sudah pulih dan pulang kembali setelah lima hari isoter di kapal Pelni, mungkin karena suasana di kapal yang sangat kondusif,” ujarnya.

Sementara Dirut Pelni Insan Purwarisya L Tobing menyampaikan terima kasih atas dukungan yang diberikan oleh Kementerian Perhubungan sehingga KM Umsini dapat dipergunakan untuk mendukung program Makassar Recover yang dicanangkan Pemerintah Kota Makassar. “Hal ini merupakan bentuk perwujudan kolaborasi Pelni sebagai BUMN bersama dengan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah dalam memerangi Covid-19 di Indonesia,” terangnya. 

Sebagai informasi, tiap-tiap bed antar pasien isolasi mandiri telah diberikan sekat (recovery capsule) dan terbagi atas empat deck dengan pemisahan berdasarkan jenis kelamin. Sementara, untuk tenaga medis telah dipersiapkan sebanyak 64 tempat tidur dengan lokasi yang terpisah dari deck pasien isolasi mandiri. Jumlah tersebut sesuai dengan kebijakan 50% dari kapasitas kapal sehingga protokol kesehatan di atas kapal tetap terlaksana. 

Beberapa fasilitas penunjang di kapal juga telah dipersiapkan guna mendukung pelaksanaan isolasi mandiri, seperti penyediaan kamera pengawas (CCTV) pada 31 titik di atas KM Umsini, poliklinik, jogging track. “Top deck” sebagai ruang terbuka di atas kapal juga dapat dimanfaatkan oleh pasien isolasi mandiri sebagai lokasi untuk berolahraga maupun berjemur. Kami berharap dengan fasilitas yang disediakan dapat mendukung percepatan proses penyembuhan pasien yang melakukan isolasi di atas kapal PELNI,” tambah Insan.

KM Umsini adalah satu dari 26 kapal penumpang yang dioperasikan oleh PT Pelni dan menyinggahi Makassar dalam rute pelayarannya. Selama masa PPKM berlangsung, KM Umsini merupakan salah satu kapal yang melakukan portstay akibat dari penutupan sejumlah wilayah. (son)

Mission News Theme by Compete Themes.