Press "Enter" to skip to content

Janjikan Layanan Kesehatan Berkualitas, MRHP Gandeng Rumah Sakit Luar Negeri

Media Social Share

JAKARTA, BISNISJAKARTA.ID – Mandaya Hospital Group menjanjikan layanan kesehatan berkualitas dengan menggandeng sejumlah rumah sakit di luar negeri, diantaranya The Clinic – Cleveland Clinic – AS, dan Royal Brompton & Harefield Hospital – Inggris. Kolaborasi rumah sakit yang berlokasi di Jakarta Barat itu diharapkan memberikan layanan kesehatan berkualitas berstandar internasional.

Untuk memenuhi ekspektasi agar masyarakat tak mencari layanan kesehatan di luar negeri, Mandaya Royal Hospital Puri (MRHP) tidak main-main dalam merekrut tenaga medis. Saat ini, telah bergabung 169 tenaga dokter spesialis dan sub-spesialis, di mana sekitar 60 dokter merupakan lulusan atau telah memperoleh training di Luar Negeri. Dengan demikian, secara medis, MRHP layak dipersandingkan dengan Rumah Sakit di Luar Negeri.

Frank McGillin, CEO dari The Clinic – Cleveland Clinic saat pembukaan MRHP mengaku senang dapat bermitra dengan MRHP, berkolaborasi untuk membuat tinjauan medis secara virtual untuk dapat mendukung kebutuhan klinis pasien Indonesia yang mencari tambahan kejelasan seputar kondisi medisnya yang kompleks.

Hal senada diungkapkan David Shrimpton, Direktur Pelaksana Perawatan Spesialis Royal Brompton & Harefield Hospital (RB&HH) yang mengharapkan kerja sama ini memberikan layanan kesehatan jantung khusus. David memperkirakan, kolaborasi ini akan menjadi kemitraan yang sukses antara kedua institusi.

MRHP yang dibangun dengan disain arsitektur dan interior modern namun tetap mengadopsi kearifan lokal, ingin memberikan pengalaman yang berbeda kepada pasien dan keluarganya. “Kami telah melakukan re-thinking dan re-design atas konsep apa itu Rumah Sakit” ungkap DR. Edhijanto W. Taufik, Pendiri Mandaya Hospital Group.

Menurut Edhijanto, Rumah Sakit yang ada saat ini sering menciptakan kesan  horror dan sakit. “Kami merombak semua itu dengan mengawinkan model Rumah Sakit dan Model Mall, Hotel, dan Residence, sehingga tercipta kesan yang lebih ramah, nyaman, relax, dan homey,“ tutur Edhi.

Ia mengatakan, jangan lupa bahwa ketika ke Rumah Sakit, pasti pasien didamping oleh keluarganya, dan kenyamanan keluarganya ini sering tidak diperhitungkan dalam mendisain Rumah Sakit selama ini.

Bagi kalangan yang memilih berobat ke Luar Negeri, Dr. Ben Widaja, MBChB, President Director Mandaya Hospital Group mengungkapkan, tentu ada alasan  untuk melakukan hal itu yaitu mengenai percayaan dan pelayanan sebagai alasan pasien memilih berobat ke mancanegara. “Kami melakukan investasi yang sangat besar dalam peralatan dan teknologi medis canggih, termasuk sistem informasi dan digitalisasi untuk bisa sejajar, bahkan melebihi  RS di Luar Negeri. Tanpa peralatan yang canggih mustahil bisa bersaing. Kami membangun SMART HOSPITAL,” papar Ben Widaja.

Sering dikatakan kalau orang bisa membeli peralatan canggih selama ada uang, lalu bagiamana dengan “the man behind the gun”-nya, Dr. Ben menuturkan, dengan keseriusan dalam merancang Rumah Sakit yang memfokuskan pada pengalaman pasien dan keluarganya, lalu didukung oleh peralatan yang lengkap dan canggih, ternyata menarik minat para dokter senior untuk ikut membangun MRHP melawan hegemoni negeri jiran dalam pelayanan Kesehatan.

Dr. Anastina Tahjoo, MARS , CEO Mandaya Hospital Group mengatakan, MRHP benar-benar secara tegas konsep Patient-Centered Care, perawatan yang berpusat pada pasien, bukan berpusat pada penyakit. Pasien diperhatikan secara utuh sebagai manusia, baik penyakit yang dialaminya, pengaruh penyakitnya kepada organ-organ yang lain, kondisi kesehatan mentalnya, kondisi keuangannya, sehingga team medis dan keluarga pasien bisa membuat rencana pengobatan secara bersama-sama.

Pada kesempatan yang sama, Dr. Essy Osman, MM , CEO MRHP, menekankan pentingnya menjaga agar  pasien dan keluarganya memperoleh pengalaman yang berbeda dan luar biasa sejak menginjakkan kaki di Rumah Sakit sampai kembali ke rumah lagi. “Kami menyiapkan team yang kami beri nama Patient Experience Officer, di mana tugas mereka mendampingi pasien dan keluarganya selama berada di MRHP dan memastikan mereka memperoleh pengalaman hebat,” pungkas Dr. Essy.

Mengenai makanan di Rumah Sakit, titik yang sering menimbulkan keluhan ketidakpuasan, Adrian Widaya MSc, Direktur Mandaya Hospital Group mengatakan, dari awal masuk pasien diperlakukan sebagai orang sehat dengan makanan normal, kecuali dokter menghendaki lain. “Dengan cara pandang berbeda ini, pada akhirnya membuat pasien happy, dan memang mereka perlu asupan energi yang memadai untuk bisa cepat sembuh, untuk itu kami menempatkan Chef hotel bintang 5 untuk memastikan makanan pasien dan keluarganya enak,” kata Adrian.

Banyak masyarakat yang kemudian memberikan MRHP julukan sebagai Rumah Sakit Sultan karena kemewahannya, namun apakah benar Rumah Sakit ini bertarif mahal?, Edhijanto mengatakan, MRHP tidak akan membebani pasien dengan tindakan-tindakan yang tidak perlu.

Bahkan setiap tindakan akan didiskusikan terlebih dahulu manfaat dan akibat-akibatnya dengan keluarga pasien. “Dari segi pentarifan, kami bukan yang paling mahal, bahkan tarif kami lebih miring dibandingkan Rumah Sakit lain yang setara. Ini sejalan dengan nilai-nilai kemanusiaan yang kami anut,” Edhijanto. (son)

Mission News Theme by Compete Themes.