KARANG DAPO, BISNISJAKARTA.ID – Pemkab Musirawas Utara (Muratara) terus berupa mendistribusikan bantuan kepada korban banjir di berbagai desa dan kecamatan. Namun tak semua bantuan terdistribusi dengan baik dan lancar lantaran terputusnya akses untuk mencapai desa-desa atau kecamatan yang terdampak banjir.
Sejauh ini, upaya Pemkab Muratara dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta dinas terkait terus melakukan distribusi dengan fasilitas yang sangat terbatas. Distribusi bantuan kepada masyarakat dilakukan menggunakan kendaraan atau mobil yang dimungkinkan kendaraan bisa melintas untuk menjangkau lokasi korban.
Pemkab dan dinas terkait masih menunggu bantuan sarana dan fasilitas yang memadai termasuk juga kemungkinan menggunakan helikopter untuk mendistribusikan bantuan lewat udara, mengingat bantuan yang harus didistribusikan dalam jumlah dan volume yang banyak serta lokasi atau desa dan kecamatan yang berjauhan.

Terkait sulitnya menjangkau korban banjir, beberapa pihak mengusulkan agar warga di suatu desa atau kecamatan yang memiliki toko atau warung turut mendistribusikan kebutuhan masyarakat yang nantinya diklaim kepada Pemkab Muratara atau kecamatan setempat.
Opsi ini dapat dilakukan mengingat masyarakat sangat membutuhkan bantuan segera khususnya bantuan pangan, karena akibat banjir besar ini masyarakat tak bisa melakukan aktivitas seperti mencari nafkah. “Bisa saja, yang punya warung atau toko membantu warga sekitar, dan nanti berapa nilai atau harga kebutuhan yang tersalurkan dapat diklaim ke Pemkab, Kecamatan, Kelurahan atau Desa setempat,” papar salah seorang warga Karang Dapo di perantauan.
Sementara itu, berdasarkan pemantauan di hulu sungai, terlihat permukaan air berangsur-angsur mulai surut. Namun demikian, masyarakat harus tetap waspada mengingat hujan sesekali dapat saja membuat permukaan air naik lagi, terutama masyarakat yang berada di hilir sungai agar tetap waspada dan mengungsi ke tempat yang lebih aman. (son)










