Press "Enter" to skip to content

UMKM Berperan Besar Topang Sektor Ekraf

Media Social Share

DENPASAR, BISNISJAKARTA.ID – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) memiliki peranan yang besar dalam menopang sektor ekonomi kreatif di tengah tantangan ekonomi yang ada di depan mata.

Menparekraf Di Denpasar, Rabu (5/10) mengatakan, seluruh dunia termasuk Indonesia menghadapi tantangan ekonomi seperti terjadinya inflasi dan potensi resesi yang akan memicu pengurangan aktivitas usaha dan berujung pada sulitnya mendapatkan lapangan kerja.

Pemerintah telah menyiapkan beberapa program guna mengantisipasi inflasi dengan penguatan supply dan memudahkan, melancarkan, menguatkan rantai distribusi secara transparan, terbuka, dan berkeadilan berbasis digitalisasi. “Termasuk dengan memperkuat peran UMKM. UMKM ini adalah obat mujarab dalam menghadapi resesi di mana UMKM menciptakan 97 persen lapangan kerja. UMKM juga yang bisa secara cepat mencari potensi pasar ekspor di tengah perlambatan ekonomi dunia,” kata Menparekraf.

Strateginya, kata Sandiaga Uni, bagaimana mempercepat digitalisasi, dibantu dengan pelatihan dan pendampingan, upskilling dan reskilling dan juga newskilling. Misalnya edukasi tentang mengambil foto produk, penggunaan barcode, packaging yang bagus, serta strategi pemasaran. “Skill-skil seperti ini akan mempercepat teman-teman ekonomi kreatif onboarding ke platform digital. Pemerintah melalui memiliki program #BanggaBuatanIndonesia menargetkan 30 juta pelaku UMKM onboarding ke platform digital. Per hari ini sudah 21 juta, jadi ada 9 juta tambahan yang kita perlukan agar ekonomi kreatif bisa bersiap-siap memitigasi potensi resesi tahun depan,” kata Sandiaga.

Melalui dukungan berbagai pihak dalam mendukung pengembangan UMKM naik kelas melalui digitalisasi akan memperkuat peran ekonomi kreatif dalam menopang perekonomian nasional. Pemerintah menargetkan nilai ekspor ekonomi kreatif Indonesia pada tahun 2022 dapat mencapai angka 25,14 miliar dolar AS.

Adapun, nilai ekspor ekonomi kreatif Indonesia pada tahun 2021 telah mencapai 23,9 miliar dolar AS. Sebelumnya pada 2020, ekonomi kreatif Indonesia baru berada pada angka 18,8 miliar dolar AS. “Tiga subsektor terbesar adalah fesyen, kriya, dan kuliner,” kata Sandiaga. (son)

Mission News Theme by Compete Themes.