Press "Enter" to skip to content

RUPST BTN Setujui Perubahan Susunan Komisaris dan Direksi

Media Social Share

JAKARTA, BISNISJAKARTA.ID – Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Bank Tabungan Negara (BTN) menyetujui perubahan susunan Komisaris dan Direksi. Dalam RUPST BTN menyetujui perubahan susunan pengurus Dewan Komisaris BTN yang memberhentikan dengan hormat Alm Ahdi Jumhari Luddin sebagai Komisaris, M Yusuf Permana sebagai Komisaris, dan mengangkat saudara Adi Sulistyowati sebagai Komisaris Independen, Bambang Widjanarko sebagai Komisaris.

Dirut BTN Nixon LP Napitupulu usai RUPST di Jakarta, Rabu (6/3) mengatakan, dengan demikian bahwa susunan Anggota Dewan Komisaris BTN saat ini adalah sebagai berikut :

• Komisaris Utama : Chandra M Hamzah

• Wakil Komisaris Utama : Iqbal Latanro

• Komisaris Independen : Armand B Arief

• Komisaris Independen : Sentot A Sentausa

• Komisaris Independen : Andin Hadiyanto

• Komisaris : Herry Trisaputra Zuna

• Komisaris : Himawan Arief Sugoto

• Komisaris Independen : Adi Sulistyowati

• Komisaris : Bambang Widjanarko.

Selanjutnya, jwlas Nixon, RUPST BTN juga menyetujui penambahan satu posisi direksi baru yakni dengan mengangkat Muhammad Iqbal sebagai Direktur SME & Retail Funding.  Sehingga, sususan baru Anggota Dewan Direksi yang telah disetujui RUPST yakni :

• Direktur Utama : Nixon LP Napitupulu

• Wakil Direktur Utama : Oni Febriarto Rahardjo

• Direktur Information Technology : Andi Nirwoto

• Direktur Assets Management : Elisabeth Novie Riswanti

• Direktur Distribution & Institutional Funding : Jasmin

• Direktur Consumer : Hirwandi Gafar

• Direktur Risk Management : Setiyo Wibowo

• Direktur Finance : Nofry Rony Poetra

• Direktur Human Capital, Compliance & Legal : Eko Waluyo

• Direktur Operational & Customer Experience : Hakim Putratama

• Direktur SME & Retail Funding : Muhammad Iqbal

Nixon mengatakan, jajaran pengurus baru perseroan akan membuat BTN semakin optimistis dalam melanjutkan transformasi yang telah berjalan sebelumnya. Hal ini dilakukan dalam rangka pencapaian visi perseroan untuk menjadi The Best Mortgage Bank in Southeast Asia pada tahun 2025.

Pada tahun 2024, kata dia, perseroan menargetkan pertumbuhan kredit dan pembiayaan, dana pihak ketiga, serta laba bersih di sekitar 8%-12% secara yoy. Sedangkan rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) gross ditargetkan terjaga pada kisaran 3.2% hingga 3%. “Kami optimistis dengan adanya tambahan direksi dan komisaris baru akan membuat kinerja perseroan semakin cemerlang dalam mewujudkan visi BTN menjadi The Best Mortgage Bank in Southeast Asia di 2025,” pungkasnya. (son)

Mission News Theme by Compete Themes.