Press "Enter" to skip to content

Pengelolaan SMESCO Harus Profesional

Media Social Share

JAKARTA, BISNISJAKARTA.ID – Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan bahwa Presiden Joko Widodo memberikan arahan agar pengelolaan Badan Layanan Umum (BLU) di bawah Kementerian Koperasi dan UKM yakni SMESCO Indonesia harus dilakukan secara profesional.

Pasalnya, SMESCO Indonesia sebelumnya hanya dikenal sebagai tempat yang mengandalkan binsis dengan properti yang dimiliki, dalam artian sering disewakan untuk acara pernikahan dan beragam acara lainnya. “Pengembangan SMESCO ini jadi perhatian langsung dari Pak Presiden, di mana mengelola SMESCO ini harus dilakukan secara profesional. SMESCO ini sebetulnya hampir sama dengan BUMN, dalam artian harus bisa hidup dari bisnis sendiri dan tidak hanya sekadar disuntik APBN saja,” ungkapnya dalam acara Townhall Meeting LLP-KUKM atau SMESCO Indonesia di Gedung SMESCO Indonesia, Jakarta, Senin (27/12).

Maka dari itu, menurut Teten, SMESCO Indonesia saat ini telah melakukan perombakan dan mengubah bisnis model sebagai trading house dan center of excelence untuk UMKM dengan beberapa program, di antaranya Smesco Labo untuk meningkatkan kualitas produksi dan product knowledge, Siren.ID yang merupakan akses perluasan pemasaran produk UMKM, Smesco Fulfillment Center, yang merupakan solusi jaringan logistic terintegrasi dengan tarif flat, BNI XPORA trading house UMKM yang merupakan pusat layanan ekspor serta program pemasaran lainnya. “Saya optimis dengan perubahan bisnis model ini, SMESCO Indonesia akan maju dan ini yang kita semua harapkan,” ujar Teten.

Teten menambahkan, saat ini SMESCO Indonesia harus terintegrasi dengan agenda besar KemenKopUKM yakni mengubah struktur ekonomi Indonesia, di mana 99,6% usaha di Indonesia masih didominasi oleh usaha mikro. Karena itu, lanjutnya, program utama KemenKopUKM saat ini ialah melakukan redesain kebijakan agar UMKM Indonesia naik kelas. “Pendekatannya ekosistem, bagaimana pembiayaan untuk UMKM bisa makin mudah, bisa mengakses modal ventura, pembiayaan koperasi juga. Akses pasar juga kita tingkatkan. Termasuk pengembangan kewirausahaan dan SDM.  Makanya nanti di SMESCO Indonesia akan ada proses inkubasi dan kurasi produk. Saya optimis ke depan kita akan punya produk UMKM yang terkurasi dengan baik dan mampu go global,” tegasnya.

Proyeksi SMESCO

Di tempat yang sama, Direktur Utama SMESCO Indonesia Leonard Theosabrata menuturkan bahwa pada tahun depan, pihaknya telah memiliki beberapa target yang akan dilakukan.

Target tersebut ialah defisit SMESCO Indonesia berada pada titik nol, kenaikan PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak) mencapai 20% sampai dengan 35% atau Rp18 miliar sampai Rp22 miliar, dan pengembangan SMESCO Hub Timur. “Untuk menuju defisit nol di tahun depan, strategi kita tetap sama seperti tahun ini, yaitu PNBP hanya untuk gaji karyawan, tidak ada yang lain. Semua program bisa kita lakukan bukan dari PNBP tapi dari pihak lain. Ini berjalan dan yang kita lakukan semua sponsorship. Maka dari itu, PNBP di tahun depan diperbolehkan jadi investasi tapi programnya harus make sense,” ucap Leo.

Untuk menuju target PNBP 20% sampai 35%, Leo yakin hal ini dapat tercapai di tahun 2022 dengan strategi di antaranya melakulan pembenahan Paviliun Provinsi dan investasi di cloud kitchen, di mana cloud kitchen merupakan ketersediaan mesin canggih untuk memproduksi produk UMKM bekerja sama dengan BPOM dan pihak lainnya. “Kita juga memiliki agenda G20 dan akan kita tingkatkan SMESCO Hub Timur agar mampu mendatangkan investasi ke Indonesia. Capex pendirian Smesco Hub Timur full dari sponsor sebanyak Rp2,5 miliar total investasinya. Tujuannya 100 UMKM naik kelas dari 80% kecil ke menengah 20% menengah ke besar dengan total ekspor US$ 15 juta. Prioritas kita di SMESCO Hub Timur ini untuk agro based produk, herbal dan lokal ingredience,” tegasnya. (son)

Mission News Theme by Compete Themes.