JAKARTA, BISNISJAKARTA.ID – Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Bank BTN Tahun Buku 2022 menyetujui pengangkatan Nixon LP Napitupulu menjadi Direktur Utama Bank BTN menggantikan Haru Koesmahargyo. Sebelumnya Nixon menjabat sebagai Wakil Direktur Utama Bank BTN.
Dalam RUPST Bank BTN tersebut ada sembilan agenda yang dibahas. Adapun sembilan agenda yang dimintakanpersetujuan kepada pemegang saham yakni:
1. Persetujuan Laporan Tahunan dan Pengesahan Laporan Keuangan Perseroan, Persetujuan Laporan Tugas Pengawasan Dewan Komisaris serta Pengesahan Laporan Keuangan Program Pendanaan Usaha Mikro dan Usaha Kecil (PUMK) Tahun Buku 2022 sekaligus Pemberian Pelunasan dan Pembebasan Tanggung Jawab Sepenuhnya (volledig acquit et de charge) kepada Direksi atas Tindakan Pengurusan Perseroan dan Dewan Komisaris atas Tindakan Pengawasan Perseroan yang Telah Dijalankan Selama Tahun Buku 2022.

Direktur Utama Bank BTN Nixon LP Napitupulumengatakan, mayoritas pemegang saham telah menyetujuipembahasan agenda RUPST Perseroan Tahun Buku 2022. Untuk penggunaan laba bersih perseroan tahun buku 2022 yang sebesar Rp3,04 triliun, pemegang saham menyetujuisebesar Rp609 miliar atau 20% dari laba bersih perseroantahun buku 2022 dibagikan sebagai dividen. Dengan jumlahtersebut setiap pemegang saham akan memperoleh dividentunai sebesar Rp43,394 per lembar saham. “RUPST Bank BTN memutuskan penggunaan laba bersihtahun buku 2022 akan dipergunakan sebesar 20% dibagikansebagai dividen dan sebesar 80% ditetapkan sebagai labaditahan,” ujar Nixon usai gelaran RUPST Bank BTN di Jakarta, Kamis (16/3).
Untuk susunan pengurus baru perseroan, pemegang sahammenyetujui pengangkatan Nixon LP Napitupulu menjadiDirektur Utama Bank BTN menggantikan HaruKoesmahargyo, Oni Febriarto Rahardjo sebagai Wakil Direktur Utama menggantikan Nixon LP Napitupulu dan Hakim Putratama sebagai Direktur Institutional Banking. Sedangkan pada jajaran Komisaris perseroan tidak adaperubahan. “Kami mengucapkan terima kasih atas didikasidan jasa dari Bapak Haru selama menjabat sebagai DirekturUtama Bank BTN,” kata Nixon.
Adapun susunan anggota Direksi Perseroan yang baru sebagai berikut:
Direktur Utama: Nixon LP Napitupulu
Wakil Direktur Utama: Oni FebriartoRahardjo
Direktur Consumer: Hirwandi Gafar
Direktur Finance: Nofry Rony Poetra
Direktur Human Capital, Compliance and Legal: EkoWaluyo
Direktur Asset Management: Elisabeth Novie Riswanti
Direktur IT & Digital: Andi Nirwoto
Direktur Distribution and Funding : Jasmin
Direktur Risk Management: Setiyo Wibowo
Direktur Institutional Banking: Hakim Putratama
Sedangkan susunan Dewan Komisaris Perseroan tidakberubah sebagai berikut:
Komisaris Utama/Independen: Chandra M Hamzah
Wakil Komisaris Utama/Independen: Iqbal Latanro
Komisaris Independen: Ahdi Jumhari Luddin
Komisaris Independen: Armand B Arief
Komisaris Indpenden: Sentot A Sentausa
Komisaris : Herry Trisaputra Zuna
Komisaris: Mohamad Yusuf Permana
Komisaris: Andin Hadiyanto
Komisaris: Himawan Arief Sugoto
Lebih lanjut Nixon menuturkan, pada tahun ini, perseroanjuga telah menetapkan beberapa target kinerja keuangan antara lain kredit dan pembiayaan ditargetkan tumbuh 8%-10%, Dana Pihak Ketiga (DPK) ditargetkan juga tumbuh 8%-10%, laba bersih ditargetkan naik pada kisaran 8%-10%serta NPL gross diharapkan membaik pada kisaran 3,2%-3,%.
Adapun untuk mencapai target tersebut, perseroan telahmenetapkan arah Kebijakan Umum yakni “Perluasan Bisnis Berbasis Ekosistem Perumahan” diantaranya denganmengoptimalkan kontribusi pada program KPR Subsidi dan meningkatkan KPR Non Subsidi melalui kerja sama developer, agen properti, mengembangkan skema KPR yang menyasar generasi milenial. Kemudian, meningkatkan kredit high yield (KRING, KAR, KUR) beyond mortgage melalui cross selling kepada nasabah captive.
Selanjutya, fokus pada penghimpunan DPK Low Cost dengan meningkatkan CASA pada segmen Ritel dan Institusi serta membangun kapabilitas untuk peningkatan CASA pada segmen wholesale banking. Lalu, mengembangkan sumber pertumbuhan baru dengan mempercepat implementasi inisiatif digital banking dan digitalisasi proses secara masif yang mendukung pengembangan bisnis berbasis ekonomi perumahan.
Kemudian meningkatkan sumber fee berbasis layanan dan transaksional terutama pada bisnis wealth management, digital banking dan corporate. Dan terakhir, mempercepat penyelesaian kredit macet dan melanjutkan inisiatif penjualan aset (asset sales) secara bulk. “Kami berharap kebijakan umum perseroan 2023 bisasemuanya dilaksanakan, sehingga kinerja keuangan bisabertumbuh sesuai dengan target yang telah ditetapkan,” pungkas Nixon. (son)










