Press "Enter" to skip to content

LPDB-KUMKM Perkuat Ekosistem Bisnis Koperasi Sektor Riil

Media Social Share

JEMBER, BISNISJAKARTA.ID – Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) melakukan kolaborasi dengan PT Mitratani Dua Tujuh terkait pelatihan budidaya komoditas edamame kepada petani dan koperasi binaan LPDB-KUMKM.

Adapun kegiatan pelatihan ini merupakan upaya pendampingan dari LPDB-KUMKM dalam memperkuat ekosistem bisnis dari koperasi-koperasi potensial maupun koperasi mitra LPDB-KUMKM.

Direktur Utama LPDB-KUMKM Supomo menjelaskan, pendampingan yang dilakukan LPDB-KUMKM untuk komoditas edamame ini diikuti oleh Koperasi Sinau Bareng dari Bojonegoro, dan Koperasi Leuit Sing Seungit dari Garut. “Pelatihan budidaya edamame ini dilakukan dengan tujuan agar terjadi sharing knowledge dalam kegiatan budidaya edamame hingga penanganan pasca panen,” kata Supomo di Jember, Jawa Timur.

Menurutnya, pelatihan atau sharing knowledge yang akan dilakukan tidak bertujuan menciptakan kompetitor baru, namun dalam rangka menciptakan kolaborasi, misalnya untuk meningkatkan jangkauan pasar bibit edamame, menghasilkan produk turunan edamame, seperti tempe yang berbahan baku edamame. “Pelatihan ini juga bertujuan untuk lebih memperkenalkan edamame di Indonesia, di pasar internasional edamame ini sangat populer, dan di Indonesia juga harus terkenal,” kata Supomo.

Selain itu, lanjut Supomo, pelatihan ini juga bertujuan untuk memperkuat ekosistem bisnis anatar koperasi baik yang menjadi mitra LPDB-KUMKM, maupun yang akan menjadi mitra LPDB-KUMKM. “Ini kami sinergikan, dan untuk berkolaborasi menciptakan berbagai produk olahan maupun turunan dari komoditas edamame ini, sehingga nanti raw material (bahan baku) dari PT Mitratani Dua Tujuh, pelatihan melalui materi di kelas, dan terjun langsung ke lapangan melihat proses produksi dan pengolahan,” jelas Supomo.

Tak hanya pendampingan dari sisi bisnis, LPDB-KUMKM juga terus menjalankan program korporatisasi pertanian yang menjadi program utama pemerintah dalam menurunkan ketergantungan komoditas impor, serta menjaga laju inflasi komoditas pertanian. “Sesuai arahan Pak Menteri Koperasi dan UKM kepada LPDB-KUMKM untuk mendorong program koporatisasi pertanian, termasuk mengembangkan komoditi ekspor,” tambah Supomo.

Supomo berharap, pelatihan ini bisa diikuti dengan baik oleh para peserta dan menyerap materi yang disampaikan oleh ahli dari PT Mitratani Dua Tujuh. “Saya berharap ini diikuiti dengan baik dan kesempatan ini sangat langka dan tidak bisa semua orang mendapatkan ini, dan tolong diikuti dengan baik,” pungkas Supomo.

Sementara itu, Arif Suhariadi, Direktur PT Mitratani Dua Tujuh menyampaikan, pihaknya menyambut baik kolaborasi dan kerja sama yang dilakukan bersama LPDB-KUMKM. “Ini penghargaan bagi kami, karena LPDB-KUMKM memberikan kepercayaan kepada kami

dan kami memang sudah terjalin kerja sama yang sudah lama,  saya yakin banyak ilmu yang bisa digali disini, dan bisa dilihat bagaimana proses edamame yang memiliki kualitas ekspor ke Jepang,” kata Arif.

Sebagai informasi, Koperasi Serba Usaha (KSU) Keluarga Mitratani merupakan mitra LPDB-KUMKM dari Jember, Provinsi Jawa Timur dengan total nilai pembiayaan dana bergulir sebesar Rp8,79 miliar pada tahun 2021.

Sedangkan PT Mitratani Dua Tujuh merupakan anak perusahaan PTPN X yang memproduksi frozen vegetables, yaitu edamame, okra dan sweet potatoes yang menembus pasar ekspor yakni ke Jepang, Asia Tengah, Timur Tengah, Australia, Belanda serta memenuhi pasar lokal. (son)

Mission News Theme by Compete Themes.