JAKARTA, BISNISJAKARTA.ID – Presidensi G20 menjadiberkah bagi ekonomi Indonesia. Selain lapangan kerjadan investasi, event tingkat tinggi tersebut juga berpeluang membuka keran ekspor terutama bagiproduk-produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM)ke berbagai negara di dunia. Hingga dewasa ini peran Usaha Mikro Kecil dan Menengah(UMKM) dalam kebangkitan ekonomi nasional pascapandemi Covid-19 tidak terbantahkan. Namun yang menjadi perhatian adalah bagaimana agar terbentukkolaborasi antara instasi dan para stakeholder UMKM agar program yang berjalan tidak sendiri-sendiri. Demikian yang mengemuka dalam FORWADA – MIKRO FORUM VIRTUAL DISCUSSION SERIES 2022 – “Bagaimana G20 Perkuat UMKM dan Sendi-sendi Ekonomi Terpenting Pasca Pandemi?”, di Resto D’Kampoeng, Bogor, Jawa Barat, Kamis (24/2).
Direktur Grup Kebijakan Sektor Jasa KeuanganTerintegrasi (GKKT) Otoritas Jasa Kuangan (OJK)/Wakil Satgas Syariah dan UMKM, Greatman Rajab mengatakan,salah satu peran penting UMKM bagi perekonomianIndonesia adalah dari aktivitas ekspor non migas yang mencapai 15,65 % dari total ekspor nasional.
Untuk itu, OJK terus mendukung pengembanganekosistem UMKM yang mencakup sektor fashion, food, holtikultura, ekonomi kreatif, furnitur, dan pertenakanmenjadi prioritas ekspor. Selain itu, akselerasi digital UMKM melalui kegiatan edukasi serta fasilitas onboarding business, business matching, dan capacity building “OJK juga mendirikan Kampus UMKM yang merupakanprogram kerjasama industri jasa keuangan denganstakeholder terkait, seperti start up unicorn dan PTN/PTS untuk memberikan pelatihan end to end kepadakelompok UMKM agar siap–siap go global,” ujarnya.
Lebih lanjut Greatman Rajab menuturkan, UMKM harusdapat memanfaatkan presidensi G20 untuk mendorongpeluang usaha di sektor hijau. Menurutnya, pandemiCovid-19 telah menjadi wakeup call untuk transisimenuju ekonomi hijau sebagai sumber pertumbuhanekonomi baru yang berkelanjutan dan berorientasi ramahlingkungan. Ekonomi hijau ini dapat menjadi bagian dariproses recovery dalam program Pemulihan EkonomiNasional (PEN). “Data dari World Economic Forum, 2020, transisi hijaudapat menghasilkan peluang bisnis senilai USD 10,1 triliun dan 395 juta lapangan pekerjaan pada tahun 2030. Ini dapat mendorong terciptanya peluang usaha baru(green job) bagi para Pelaku UMKM termasuk milenial,” ungkapnya.

Saat ini, lanjut Greatman, hampir semua pihak punya niat baik untuk memajukan UMKM Indonesia. Namun, hanya satu yang kurang, yakni masalah bagaiman sinergidan kolaborasi itu bisa dilakukan dengan baik. Sebab, jika berjalan sendiri-sendiri tidak akan memberikanadded value yang bagus. “OJK selaku regulator akan terus mendukung dari sisikebijakan dengan mendorong industri jasa keuangan di Indonesia ini bisa terus mendukung pembiayaankhususnya bagi UMKM di Indonesia,” tegasnya.
Wakil Pemimpin Divisi SME PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, Yessy Aktaina mengatakan, UMKM semakinmemegang peranan penting dalam perekonomiannasional, karenanya perlu untuk terus didorong agar bisago internasional atau ekspor. DIa menegaskan, membuatUMKM naik kelas, merupakan focus BNI saat ini.
Yessy menuturkan, ada 3 Pilar Strategi PemberdayaanUMKM BNI, pertama, BNI mendorong pelaku UMKM untukGo Ekspor, kedua BNI fokus untuk meningkatkan bisnisMitra BNI melalui value chain berbasis digital”, dan ketiga, “BNI fokus untuk pengembangkan ekosistemunggulan berbasis digital. “Untuk ekspor BNI telah menyiapkan skema pembiayaanBNI untuk Produksi UMKM Naik Kelas antara lain Fast Trex& BWU Fast Trex (Fasilitas Transaksi Ekspor), untukNasabah Baru ataupun Existing berorientasi ekspor,” ujarYessy.
Yessy mengungkapkan, guna membantu UMKM go global, BNI telah menghadirkan Xpora, merupakan One Stop Solution Hub yang memberikan layanan bagi pelakuUMKM Indonesia agar dapat Go Productive, Go Digital, & Go Global serta menjadi pusat layanan bagi para pengusaha diaspora Indonesia yang berada di luar negeri.
Melalui Xpora, BNI ingin KCLN dan diaspora Indonesia untuk membantu ekspor UMKM. “Xpora merupakanorkestrator ekosistem UMKM yang mempertemukanpenjual, pembeli (termasuk Diaspora) dan enabler ekspor,” tutur Yessy.
Ditambahkan, hinga saat ini Xpora Physical Hub tersediadi 7 Kota antara lain, Jakarta, Bandung, Surabaya, Solo, Denpasar, Makasar dan Medan. Selain itu BNI juga telahmenyiapkan Skema Reguler Pembiayaan kepada UMKM, diantaranya, pendanaan UMK, Kredit Usaha Rakyat (KUR), BNI Wirausaha (BWU), dan Kredit Usaha Kecil dan Mengah.
Senada dengan Greatman Rajab, Yessi mengaminiperlunya kolaborasi antar instasi/lembaga dalammembangun UMKM agar naik kelas. Yessi menyebut, UMKM Indonesia memiliki potensi yang luar biasa, hanyasaja saat ini UMKM menghadapi beragan kesulitan berupaakses yang harus dibantu dan dipermudah baik secararegulasi maupun program dari instritusi. “Kolaborasi penting, namun capacity building juga area yang harus dipikirkan oleh UMKM. Jadi penggerak iniutamanya dari UMKM, tidak hanya dipancing oleh institusi, UMKM harus punya willingness untuk expanded dirinya,” katanya.
“Kita punya banyak strategi, kita mau bikin ekpor itulebih mudah untuk meningkatkan lebih banyak lagimenciptakan UMKM jadi naik kelas. Tapi UMKM itu sendiriharus punya eagerness mengembangkan dirinya,” tambahnya.
Ketua Umum INTANI (Insan Tani dan Nelayan Indonesia)yang juga Asisten Staf Khusus Wakil Presiden (Wapres) RI, Guntur Subagja menyoroti industri halal yang belumbanyak dilirik UMKM. Sebagai negara dengan pendudukmuslim terbesar di dunia, Indonesia memiliki potensimenjadi produsen industri halal yang kini dikuasai Brazil, AS, India, Rusia dan China.
Untuk mengejar keketingalan itu, pemerintah dan pengusaha pelaku usaha yang tergabung dalam AsosiasiPlatform Digital Ekspor Indonesia (PD Ekspor) berkolaborasi dengan membangun ekosistem eksporproduk halal UMKM, “Global Halal Hub Indonesia”. Hal inisejalan dengan arahan Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin yang menargetkan Indonesia menempati posisi sebagaipusat produk halal dunia di tahun 2024. “Saat ini 99% UMKM Memberikan kontribusi utama dalamstruktur ekonomi Indonesia, 23,9% UMKM telah masuk kedalam platform digital dan 14% UMKM kita memilikikemampuan menembus pasar ekspor,” ujarnya.
Dengan berlanja konsumen sebebsar 184 milyar dolar AS di tahun 2020, Indonesia tercatat sebagai pasar konsumen halal terbesar dunia. “State global Islamic Economic Indicator 2021/2022 menyebutkan, teradap 8 milyar dolar AS ekspor produk halal oleh Indonesia, sementara impor produk halal oleh pemerintah mencapai10 milyar dolar AS. Selain itu terdapat investasi sebesar5 milyar dolar AS dalam sektor halal Indonesia, inimenunjukan Indonesia adalah pasar yang sangat besar,” jelasnya.
Dia juga menegaskan pentingnya kerjasama dan kolaborasi semua pihak yang peduli akan kemajuanUMKM. “Saat ini semua instasi/lembaga, sama-samakerja, jadi mungkin yang belum ada kerjasamanya, jadijadi bagaimana ini kita kolaborasikan dalam satu orkestrayang menjadi kesatuan visi membangun Indonesia maju,”imbuhnya.
Sementara Managing Director Export Hub, Amalia Prabowo menyoroti pentingnya SDM e-commerce expert atau pakar e-commerce. Menurutnya, Indonesia membutuhkan banyak pakar e-commerce agar dapatmendorong UMKM masuk pasar ekspor. Diamembadingkan dengan Singapura yang mampu meraupcuan dengan membeli barang-barang hasil UMKM Indonesia dengan menjualnya lagi di platform e-commerce global. “Kita perlu e-commerce exper sebanyak-banyaknya untukmembantu UMKM itu eksis di semua platform. Singapura itu tidak punya UMKM, mereka hanya membeli barangdari UMKM kita, tapi mereka punya banyak e-commerce expert dari kita,” jelasnya.
Amalia menambahkan, saat ini banyak UMKM banggadengan ekspor mereka meski hanya dalam bentuk “hand carry”, dia menegaskan bahwa cita-cita bersamapenggiat UMKM adalah menginginkan agar ekspor UMKM tidak hanya dalam bentuk “hand carry” tetapi denganbentuk B2B.
Amelia menambahkan, data dari Alibaba dan Amazon menyebutkan, bahwa ecommerce B2B mengalamikenaikan mencapai 6 kali lipat dibandingkan dengan B2C. Pihaknya di Expor Hub, berupaya mendorong UMKM untukB2B. “Namun untuk masuk B2B buat UMKM Indonesia tidak mudah, karena ciri khas UMKM Indonesia adalahbergerak sendiri-sendiri,”ujarnya.
Sementara Deputi Bidang Usaha Mikro Kemenkop UKM RI, Eddy Satriya menyebutkan, kinerja ekonomi Indonesia berhasil tumbuh positif pada Q2-2021 dan Q3-2021 di tengah kenaikan kasus akibat varian Delta pada Juli2021. Bahkan, pertumbuhan Q4-2021 membawa ekonomitahunan Indonesia kembali tumbuh positif. “Aktivitas ekonomi yang tertahan karena varian delta di Q3-2021, membuat seluruh aktivitas pada 2021 terkonsentrasi di Q4, pertumbuhan Q4-2021 membawaekonomi tahunan Indonesia kembali tumbuh positif. Inipula yang mejadikan proyeksi pertumbuhan ekonomiIndonesia tahun 2022 ditargetkan meningkat menjadi5,2%,” ujar Eddy.
Eddy mengatakan, tahun 2021 pemerintah melaluiprogram PEN telah memberikan dukungan terhadapUMKM dengan alokasi anggaran sebesar Rp 96,21 triliundan terrealisasi sebesar Rp 83,19 triliun. Sementarauntuk tahun 2022 ini, pemerintah telah mengalokasikandana PEN sebesar Rp 451,64 triliun dimana Rp 174,87 triliun dialokasikan untuk Penguatan Pemulihan Ekonomi.
Rudy Salahuddin, Deputi Bidang Koordinasi EkonomiDigital Ketenagakerjaan dan UMKM Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI mengungkapkanbahwa Salahsatu kunci utama dalam pemulihan ekonomiadalah UMKM.
Menuruntya, para pelaku UMKM adalah critical engginebagi perekonomian mengingat kontribusinya kepada PDB telah mencapai 60,51% dengan kemampuan penyerapantenaga kerja mencapai 96,92%. “Selain itu, UMKM juga berperan dalam mendorong peningkatan investasi dan ekpor Indonesia. Total investasi di sektor UMKM mencapai60% dari total investasi nasional. Dan kontribusinyaterhadap ekspor non migas nasional telah mencapai15,65%,” ujarnya.
Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP), Abdullah Azwar Anas mengatakan, pihaknya berharap UMKM bisa lebih berperan dalamtender pengadaan barang di pemerintahan. Pihaknyamengusulkan sebanyak 1 juta produk UMKM diusulkanmasuk dalam e-katalog pengadaan barang pemerintah.“Saat ini sudah terdaptar 150.339 produk, kita targetkanhingga maret ada 20o ribu dan akhir tahun 2 jutaproduk,” pungkasnya. (son)










