JAKARTA, BISNISJAKARTA.ID –Dirut BNI Royke Tumilaar mengatakan, Dana Pihak Ketiga (DPK) Bank Negara Indonesia (BNI) tumbuh 4,5% atau sebesar Rp 646,6 triliun, dimana dana murah atau CASA yang terhimpun semakin kuat. Hal tersebut dikatakannya saat Press Conference Paparan Kinerja BNI Semester I 2021 di Jakarta, Senin (16/8)
Royke mengatakan, rasio CASA pada Juni 2021 tercatat mencapai 69,6% atau tertinggi dalam 10 tahun terakhir ini, yaitu sebesar Rp 450,1 triliun atau tumbuh 11,5% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pertumbuhan DPK ini menjadi penyangga pertumbuhan aset sebesar 5,0% atau mencapai Rp 875,1 triliun.
Pertumbuhan aset yang didominasi oleh dana murah ini, jelas Royke, merupakan salah satu pencapaian transformasi digital yang gencar dilakukan Perseroan dan telah mulai menunjukkan hasil. Dimana 70% dari CASA yang dihimpun merupakan kontribusi dari kinerja BNI Direct dan BNI Mobile Banking, 2 dari 3 produk champion BNI dalam digitalisasi layanan perbankan. (son)










