Press "Enter" to skip to content

Dorong UMKM Bangkit, KemenkopUKM Sinkronisasi Sejumlah Program Stimulan

Media Social Share

JAKARTA, BISNISJAKARTA.ID – Menteri Koperasi dan UKM (MenKopUKM) Teten Masduki mengatakan, UMKM justru menjadi sektor yang paling terdampak akibat pandemi Covid-19. Namun pemerintah sudah mencanangkan beberapa program untuk mendukung kebangkitan UMKM. Hal tersebut dikatakan Teten saat diskusi “Peran Perbankan Dalam Ekosistem Digital UMKM Masa Depan” secara daring, Kamis (23/9).

Diskusi yang digagas Mikro Forum dan Forum Wartawan Daerah (Forwada) itu, selain menghadirkan MenkopUKM sebagai Opening Remark juga Menko Perekonomian Airlangga Hartarto sebagai keynote speaker. Tampil juga pembicara lain seperti Siti Azizah, Deputi Kewirausahaan KemenkopUKM, Risjon Sunge, Kepala Dinas UMKM Perindustrian & Perdagangan Provinsi Gorontalo, Piter Abdullah, pengamat ekonomi Core Indonesia, Dewi Nuzulianti, Business Planning & Assurance Head PTPN Syariah, Sri Susilowati, Ketua Kopwan Purworejo, dan Ryan Kiryanto, Staf Khusus OJK.

Menurut Teten, beberapa program yang dilakukan melalui dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) seperti pemberian Banpres Produktif Usaha Mikro (BPUM). Per 30 Juli 2021 telah tersalur sebesar Rp14,21 triliun atau 92,35 persen kepada 11,8 juta Usaha Mikro. Selanjutnya bantuan subsidi bunga KUR (kredit usaha rakyat) sebesar 3 persen yang akhirnya diperpanjang hingga akhir Desember 2021.

Teten menambahkan, pemerintah melalui bank penyalur telah menyalurkan dana KUR per 5 September 2021 sebesar Rp177,71 triliun kepada4.795.255 debitur atau 70,06% dari target Rp253,64 triliun. “Kemudian kita memberikan dukungan pembiayaan kepada koperasi lewat LPDB (Lembaga Pengelola Dana Bergulir) per 17 September 2021 telah tersalur Rp1,04 triliun dari targetRp1,6 triliun kepada 128 koperasi. Kita juga memberikan pendanaan bagi wirausaha pemula dengan nilai bantuan Rp7 juta per wirausahakepada 1.800 wirausaha dengan total anggaran Rp12,6 miliar,” kata Teten.

Menurut MenkopUKM, pemerintah juga terus mendorong agar perbankan meningkatkan keterlibatannya dalam upaya membantu sektor UMKM terus tumbuh kembang. Diakui bahwa pembiayaan dari perbankan terhadap sektor UMKM baru sebesar 20 persen dari total kredit perbankan. “Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan dengan negara – negara tetangga,” paparnya.

Pemerintah menargetkan pada tahun 2024 mendatang kredit perbankan kepada sektor UMKM bisa mencapai 30 persen. “Perbankan perlu terus mendorong penyaluran kredit UMKM untuk investasidan sektor produktif yang berpotensi lebih mendorong pergerakan perekonomian. Saat ini penyaluran kredit UMKM didominasi untuk modal kerja sebesar 73 persen dan pada sektor perdagangan sebesar 49 persen,” pungkas Teten.

Masuk Ekosistem Digital

Deputi Bidang Kewirausahaan KemenkopUKM Siti Azizah mengungkapkan, pandemi Covid-19 mengakselerasi tingkat adopsi digital, membuat UMKM mau tidak mau harus masuk ke ekosistem digital.

Menurutnya, pemerintah dalam hal ini KemenkopUKM telah menggelar berbagai program untuk mendorong digitaliasi UMKM. Selain program masing-masing kementrian dan BUMN pemerintah menggelar program yang bersifat kolaboratif. “Ada kolaborasi program digitalisasi UMKM lintas kementerian, Lembaga, instansi dan swasta,” papar Siti Azizah.

Business Planning & Assurance Head BTPN Syariah, Dewi Nuzulianti mengungkapkan, keterlibatan BTPN Syariah dalam literasi digital UMKM adalah dengan memberikan pendampingan dan memperkenalkan pembelajaran daring berupa entrepreneurship traning, exebition, sertification dan entrepreneur & UKM competition.

Selain itu, bank yang mayoritas nasabahnya adalah pelaku UMKM perempuan ini juga menyiapkan akses ke pasar digital dengan memberikan ruang untuk pelaku UMKM memasarkan produknya.

“Kami juga sudah memberikan akses ke digital market, kami menyiapkan berbagai program untuk menyalurkan barang-barang yang mereka jual melalui kami, kemudian kami teruskan ke Instagram dan ecommerce,” papar Dewi.

Dewi menuturkan, dalam mewujudkan ekosistem digital UMKM di masa depan, perlu kolaborasi dari semua pihak, termasuk BTPN dalam mendorong digitalisasi UMKM sangat dibutuhkan. “Memang harus sama-sama untuk bagaimana kita membangun ekonomi digital ini, baik dari pihak regulator OJK, Lembaga dan BUMN serta kami dari pihak swasta Perbankan harus bekerjasama,” ujarnya.

Sementara Risjon Sunge, Kepala Dinas UMKM Perindustrian & Perdagangan Provinsi Gorontalo mengatakan, kolaborasi dengan berbagai pihak terlah dilakuan oleh Pemprov Gorontalo dalam mendukung UMKM di wilayahnya.

Menurut Risjon, jumlah pelaku UMKM di Gorontalo melonjak selama pandemic Covid-19 hingga mencapai 9.829 di akhir tahun 2020. Meski demikian diakuinya selain terbukti tahan terhadap terpaan Pandemi, ada juga UMKM yang rontok lantaran sulit dan mahalnya bahan baku serta kesulitan dalam permodalan.

Selanjutnya Sri Susilowati Ketua Koperasi Wanita (Kopwan) Srikandi Purworejo menyampaikan terima kasih atas keterlibatan perbankan dalam pembinaan UMKM, karena kesuksesan Kopwan Srikandi yang produknya sudah diekspor ke berbagai negara, tidak terlepas dari dukungan perbankan.

Menurut Sri, UMKM membutuhkan peran dari banyak institusi agar bisa tumbuh. Hal ini yang dialami Kopwan Srikandi, di awal beridirnya tahun 2015 pihak perbankan (BNI) sudah terlibat membantu. “Keterlibatan BNI sudah sejak awal kami berdiri, BNI Purworejo telah membantu kami dari mengotrak hingga membangun kantor Kopwan Srikandi, BNI memberikan kepercayaan yang luar biasa kepada kami memberikan bantuan untuk pembangunan pabrik hingga modal kerja,” ujarnya.

Pengamat Ekonomi CORE Indonesia, Piter Abdullah menyoroti perkembangan bisnis digital di Indonesia yang cukup pesat. “Kalo melihat dari sisi ini, kita justru harus berbangga karena perkembangan UMKM digital di Indonesia termasuk yang tercepat, karena itu kita punya target menjadi negara terkemuka dalam konteks ekonomi digital,” jelasnya.

Sementara Staf Khusus Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Ryan Kiryanto mengatakan, sinergi dan kolaborasi antar lambaga dan akan semakin baik dan terarah dalam mendukung UMKM pada era digital saat ini.

Lahirnya Kepres No 15 tahun 2021 tentang Pembentukan Tim Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia, memastikan bahwa tidak akan ada lagi setiap lembaga jalan sendiri-sendiri dalam pengembangan UMKM kedepan.

Ryan mengajak semua pihak, baik otoritas, lembaga pemerintahan, pelaku industry keuangan dan masyarakat khususnya UMKM untuk bergerak bersama-sama seirama, untuk mensukseskan program andalan pemerintah yaitu Banga Buatan Indonesia. “Program ini pada akhirnya adalah stimulan bagi keberlanjutan pelaku UMKM Indonesia,” pungkasnya. (son)

Mission News Theme by Compete Themes.