JAKARTA, BISNISJAKARTA.ID – Direktur Utama Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (LPDB-KUMKM) Supomo mengatakan, LPDB-KUMKM terus menjalankan program inkubator wirausaha bersama dengan lembaga inkubator terpilih agar mendapatkan akses pembiayaan. Hal itu dikatakan Supomo saat penandatangan Perjanjian Kerjasama (PKS) antara LPDB-KUMKM dan Inotek di Jakarta, Jumat (7/1).
Supomo menjelaskan, program inkubator wirausaha LPDB-KUMKM akan menyasar 150 tenant inkubasi dengan pelaksanaan inkubasi selama enam bulan, dengan target akeselerasi 20 tenant Koperasi dan Start-up, lima koperasi akses dana LPDB-KUMKM, dan adanya dua lembaga Green Incubator baru.
Supomo menyampaikan, pengembangan bisnis melalui proses inkubasi dengan lembaga inkubator merupakan upaya yang tepat, selain memberikan pendampingan langsung kepada pelaku usaha, inkubasi juga memberikan materi pembelajaran secara lengkap mulai dari tata kelola bisnis, tata kelola keuangan, manajemen pemasaran, hingga manajemen sumber daya manusia. “Dengan inkubasi, para pelaku usaha bisa mendapatkan banyak manfaat dalam mengembangkan usahanya secara terstruktur dengan tata kelola bisnis yang baik dan bersaing,” ungkap Supomo.
Supomo menambahkan, kerja sama LPDB-KUMKM dengan Inotek Foundation bisa berjalan dengan baik dan mendukung pengembangan usaha koperasi dan pelaku UMKM, dan juga bisa berdampak pada pembukaan lapangan pekerjaan baru. “Dengan ini diharapkan para UMKM bisa tumbuh dan berkembang, apalagi Bapak Sandiaga sebagai Menparekraf ini membuka jalan bagi kami untuk lebih dekat kepada UMKM di sektor pariwisata,” ujar Supomo.

Siap Kolaborasi
Sementara itu, Founder Inotek Foundation, Sandiaga S. Uno mengatakan, Inotek sudah berdiri sejak tahun 2006, dan sejak tahun 2008 menjadi sebuah Yayasan untuk mendukung pengembangan usaha pemula, kecil dan menengah yang berbasis teknologi tepat guna. “Alhamdulillah dari tahun ke tahun Inotek ini sudah berkembang dengan baik karena ada tim yang solid dan sangat baik di balik layar Inotek Foundation,” ujar Sandiaga.
Menurutnya, kerja sama ini bisa memberikan manfaat yang besar bagi pengembangan UMKM khususnya di bidang teknologi melalui program inkubator wirausaha LPDB-KUMKM. “Saya sudah mengenal sekali dengan LPDB-KUMKM ini, karena awalnya dibeberapa pemerintahan yang lalu kami juga mengusulkan, Kementerian Koperasi dan UKM harus menyatu untuk finance, terutama di bagian koperasi,” kata Sandiaga.
Sandiaga menegaskan, pihaknya siap bekerja sama dan bersinergi baik melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) maupun melalui Inotek Foundation. “Kami ingin hadir, Kemenparekraf secara tegas menyampaikan kami ingin memberikan program-program yang tepat sasaran, tepat manfaat, karena bangsa ini sudah menunggu solusi, dan semua ini ekosistem yang baik, dan LPDB-KUMKM punya uang, ide inovatif ini harus mengerti apa yang dibutuhkan masyarakat,” pungkas Sandiaga. (son)










