Press "Enter" to skip to content

Ceko Sebut Indonesia ‘Pemain Kunci’ Perdagangan di Kawasan

Media Social Share

JAKARTA, BISNISJAKARTA.ID – Forum bisnis Indonesia-Ceko yang digelar sebagai rangkaian kunjungan kenegaraan Perdana Menteri Ceko, Petr Fiala bertujuan untuk menggali potensi pertumbuhan ekonomi Indonesia. “Lebih dari 15 perusahaan Ceko berpartisipasi dalam forum ini. Mereka berasal dari sektor pertahanan, teknologi, logistik, permesinan, dan farmasi,” kata Presiden Kamar Dagang Ceko, Vladimir Dlouhy, saat menghadiri Forum Bisnis Indonesia-Ceko di Jakarta Pusat, Selasa (18/4) malam.

Pria yang juga menjabat Presiden Kamar Dagang Eropa ini mengungkapkan, Indonesia dipandang sebagai ‘Pemain Kunci’ di kawasan. Sebab, Indonesia terletak pada posisi strategis dan menjadi jalan lintas antara kawasan Asia dan Pasifik. “Indonesia bagi kami adalah sebuah lokasi strategis dan jalan lintas antara Asia dan Pasifik. Sehingga hal itu membuat negara Anda menjadi ‘Pemain Kunci’ dalam integrasi ekonomi di kawasan,” katanya.

Sementara dukungan pemerintah untuk menciptakan lingkungan bisnis dan untuk menarik minat investasi asing, kata dia, turut membuka ketertarikan untuk adanya sebuah kolaborasi. Hal ini juga berlaku untuk perusahaan-perusahaan dari Republik Ceko.

Kunjungan PM Fiala yang diterima langsung oleh Presiden Joko Widodo dinilai sebagai langkah penerimaan mengenal satu sama lain. Pada saat bersamaan, jelas Vladimir, Ceko optimis Indonesia akan menjadi pasar yang jauh lebih penting di masa depan. “Jadi ini semacam pembuka pintu untuk meningkatkan hubungan agar masyarakat bisa lebih mengenal,” paparnya.

Sekarang terserah kepada para pebisnis untuk menggunakan peluang yang telah diciptakan. “Jawabannya akan kita lihat mungkin dalam setengah tahun atau satu tahun atau dalam beberapa tahun. Tetapi, kami percaya memang Indonesia menjadi pasar yang jauh lebih penting di masa depan bagi perekonomian kita daripada saat ini,” ujarnya.

Di sisi lain, Wakil Ketua Kadin Indonesia Bidang Maritim, Investasi, dan Hubungan Luar Negeri Shinta Wijata Kamani mengatakan, Indonesia dinilai penting untuk mengeksplor peluang dan membuat komitmen, serta lebih memperdalam kerja sama di sektor perdagangan dan pertahanan. 

Menurut Shinta, meningkatnya kompleksitas lanskap keamanan global telah menciptakan tantangan baru, dan banyak negara benar-benar mencari solusi inovatif untuk mengatasinya. Demikian pula industri pertahanan Republik Ceko yang maju sebagai produsen senjata terkemuka. “Hal ini sejalan dengan kepentingan nasional Indonesia dalam memodernisasi alutsistanya dengan anggaran lebih dari 125 miliar dolar AS,” kata Shinta.

Data Kadin Indonesia mencatat volume perdagangan Indonesia-Ceko mencapai 254,9 juta dolar AS, atau meningkat 11 persen pada 2022. Meski nilai itu belum mencapai potensi maksimal, namun terdapat minat menjajaki sektor baru seperti otomotif, permesinan, bahan kimia, gas, dan minyak bumi. (son)

Mission News Theme by Compete Themes.