BISNISJAKARTA.ID. JAKARTA –UMKM di masa pandemi saat ini senantiasa berjuang agar terus dapat bertahan demi melangsungkan dan meningkatkan produk-produk bisnis penjualan mereka. Dengan adanya peralihan kecenderungan perilaku berbelanja secara online, UMKM dituntut untuk dapat beradaptasi dan berinovasi secara digital.
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan, pandemi ini mengubah perilaku konsumsi masyarakat. Dari yang dulu membeli produk secara langsung, sekarang semua beralih menuju online.
Sehingga, para UMKM harus bisa beradaptasi di tengah perubahan perilaku konsumsi masyarakat. Dengan adanya inisiatif program Kerja Bareng Untuk Negeri, pelaku UMKM diharapkan dapat terus meningkatkan performa bisnis secara optimal dengan terus meningkatkan pengetahuan dan literasi digital, membangun model bisnis yang adaptif serta penguatan akses pasar yang kolaboratif.

Sementara Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir menambahkan, sinergi antara pemerintah dan pelaku industri di tengah masa sulit ini harus bisa dimanfaatkan untuk membuka peluang dan lompatan bagi para pelaku UMKM untuk berinovasi. UMKM memerlukan strategi yang tepat dalam memasuki pasar global.
Erick berharap, dengan adanya inisiatif Kerja Bareng untuk Negeri ini dapat menjadi jawaban akan tantangan ekspansi ke pasar global yang harus dijawab UMKM soal inovasi dan pemanfaatan teknologi digital. “Saya yakin UMKM Indonesia memiliki potensi segera pulih dari pandemi COVID-19 dan meningkatkan kapasitas karena kita punya sumber daya alam melimpah dan dukungan pemerintah,” kata Erick. (son)










