Press "Enter" to skip to content

Bersekongkol, Suami Istri di Muratara Jual Emas Ibunya dan Ditukar Emas Imitasi 

Media Social Share

KARANG DAPO, BISNISJAKARTA.ID – Sepasang suami istri asal desa Karang Dapo Muratara H. Muhmmad Yusuf bin H. Muhammad Yasik dan Istrinya Ira, bersekongkol menipu dengan menjual emas ibunya seberat satu suku atau setara dengan 6,7 gram dan kemudian ditukar dengan emas imitasi seharga Rp 30 ribu.

Modus yang dilakukan keduanya yaitu dengan cara menjual emas ibunya berupa cincin yang dibeli beberapa puluh tahun silang itu untuk ditukar dengan model terbaru. Ibunya, Sri Sumiati (78) percaya dengan niat anak tunggal dan menantunya itu, dan setelah emas dijual, tak lama “emas” yang dikatakan model terbaru itu diserahkan Muhammad Yusuf kepada ibunya agar disimpan.

Beberpa bulan lalu, “emas” itu dipinjamkan kepada keponakan ibunya yang akan menikah sebagai tambahan asesoris untuk mempelai pada hari resepsi pernikahannya.

Sri Suamiati yang biasa dipanggil Siti itu kaget ketika keponakannya memberitahukan bahwa “emas” yang dipinjam waktuonya itu ternyata luntur. Ibu Siti lalu meminta Kusman Guntur, orang tua mempelai perempuan yang juga adik kandungnya itu untuk menjual “emas” tersebut, dan ternyata tidak laku karena bukan emas murni.

Merasa ditipu, Ibu Siti berusaha untuk minta emasnya kembali, namun sikap intimidatif Muhammad Yusuf dan istrinya serta anaknya Sabrina Elfira Khoirunnisa, membuat ibunya cuma bisa mengelus dada dan menangis. “Abis jual emas itu, istrinya (Ira) tampak memakai kalung,” katanya seraya tetap berharap, emas itu dikembalikan.

Lebaran beberapa hari lalu, adik bungsunya pulang kampung dan berusha minta agar emas itu diganti baik berupa uang atau emas dengan berat yang sama, karena uangnya akan digunakan untuk sedekah memperingati 40 hari wafat orangtuanya H. Muhammad Yasik. “Awak belum ado carok nak ganti e, amen kini terserahlah di kamu,” katanya. (son)

 

 

 

Mission News Theme by Compete Themes.