YOGYAKARTA, BISNISJAKARTA.ID – Kementerian Koperasi bersama dengan Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi menegaskan komitmennya dalam memperkuat kemandirian ekonomi pesantren dengan menyelenggarakan Sosialisasi dan Bimbingan Teknis (Bimtek) Dana Bergulir untuk Koperasi Pondok Pesantren.
Kegiatan ini bertujuan memperkuat kapasitas kelembagaan Koperasi Pondok Pesantren (Kopontren), memberikan pemahaman mengenai pembiayaan LPDB Koperasi, serta mendorong terbentuknya koperasi pesantren yang profesional, modern, dan berkelanjutan sebagai pilar ekonomi umat.
Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengatakan, Kopontren kini memegang peran penting dalam memperkuat ekosistem ekonomi umat. “Kopontren bukan sekadar lembaga usaha, tetapi pusat pemberdayaan yang menyatukan kekuatan spiritual dan ekonomi. Santri masa kini harus mampu menjadi entrepreneur yang menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat. Dari 2.347 Kopontren yang aktif, masih banyak yang perlu diperkuat tata kelolanya, dan melalui Bimtek ini kita ingin mendorong koperasi pesantren menjadi lembaga yang profesional dan transparan,” ujar Ferry Juliantono.
Ia juga menegaskan, LPDB Koperasi kedepan akan semakin diarahkan kepada koperasi yang produktif, memiliki model bisnis jelas, serta memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar. Lebih lanjut, Ferry menyampaikan bahwa Kopontren akan menjadi mitra strategis dalam Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang kini berkembang sebagai model penguatan ekonomi desa melalui sinergi pesantren dan komunitas.
Direktur Umum dan Hukum LPDB Koperasi Deva Rachman, menekankan bahwa penguatan Kopontren adalah mandat penting dalam pembangunan ekonomi kerakyatan berbasis nilai keberkahan. “Pemberdayaan ekonomi pesantren bukan sekadar program, tetapi ikhtiar besar untuk menjadikan pesantren sebagai lokomotif ekonomi umat. Melalui dana bergulir syariah dan pendampingan yang intensif, kami ingin memastikan Kopontren memiliki tata kelola yang baik, laporan keuangan yang rapi, dan kapasitas usaha yang siap masuk dalam rantai pasok nasional,” ujar Deva Rachman.
Deva menjelaskan bahwa hingga Oktober 2025, LPDB Koperasi telah menyalurkan Rp967,9 miliar dana bergulir di tahun berjalan, dengan fokus pada sektor riil sebesar Rp836,4 miliar dan pembiayaan simpan pinjam sebesar Rp131,5 miliar. Sementara khusus pembiayaan syariah sejak 2020 hingga Oktober 2025 telah mencapai Rp4,5 triliun. “LPDB Koperasi akan terus memperluas pembiayaan syariah bagi Kopontren dan memperkuat ekosistem pembinaan agar koperasi pesantren mampu menciptakan lapangan kerja baru bagi para santri dan alumni pesantren,” ucapnya. (son)










