Press "Enter" to skip to content

55 Tahun INACA, Berkomitmen Tingkatkan Penerbangan Hijau Berkelanjutan

Media Social Share

JAKARTA, BISNISJAKARTA.ID – INACA menggelar syukuran menandai 55 tahun asosiasi perusahaan penerbangan nasional ini yang berlangsung di Jakarta, Rabu (15/10). Acara syukuran dihadiri antara lain Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub Lukman F. Laisa, Direktur Angkutan Udara Agustinus Budi Hartono, perwakilan dari Angkasa Pura Indonesia, AirNav Indonesia, Pertamina Patra Niaga, Jasa Raharja, Boeing Company serta dewan pakar, pengurus, maskapai anggota INACA dan undangan lainnya.

Sejak didirikan 15 Oktober 1970, INACA telah berperan menjadi jantung industri penerbangan nasional. INACA bukan hanya sekadar perkumpulan, tetapi adalah rumah bagi maskapai penerbangan niaga berjadwal, niaga tidak berjadwal dan maskapai kargo di Indonesia.

INACA mempunyai peran sebagai jembatan komunikasi antara operator penerbangan dan Pemerintah Indonesia, yaitu dengan membantu merumuskan kebijakan, menyuarakan tantangan, dan bekerja sama untuk menciptakan iklim bisnis yang adil dan berkelanjutan bagi industri penerbangan nasional.

INACA mempunyai komitmen pada 4 pilar di penerbangan yaitu peningkatan Keselamatan (Safety) penerbangan, peningkatan Keamanan (Security) penerbangan, peningkatan Layanan (Service) kepada penumpang, dan melakukan penerbangan berkelanjutan (sustainable).

Pada peringatan HUT ke-55 ini, INACA menyelenggarakan berbagai kegiatan dengan tema besar “Roadways Of Sustainable Aviation: Green, Smart and Harmonized”. Melalui tema ini, INACA mengajak semua stakeholder penerbangan nasional untuk mulai menyambut dan melaksanakan penerbangan hijau berkelanjutan melalui perencanaan yang matang.

Menurut Ketua Umum INACA, Denon Prawiraatmadja, penerapan penerbangan hijau berkelanjutan tidak terlepas dari program Carbon Offsetting and Reduction Scheme for International Aviation (CORSIA) dari International Civil Aviation Organisation (ICAO) di mana tujuannya adalah untuk mencapai carbon neutral growth di sektor penerbangan internasional, dengan cara menstabilkan total emisi CO2 dari penerbangan di atas tingkat tahun acuan yang saat ini ditetapkan sebesar 85%.

“ICAO telah menetapkan bahwa pada tahun 2021-2023 merupakan fase rintisan. Tahun 2024-2026 adalah fase pertama sebagai tahun partisipasi sukarela (voluntary) dan tahun 2027-2035 adalah fase kedua sebagai tahun partisipasi wajib (mandatory). Sebagai negara anggota ICAO, tentu Indonesia juga wajib mengikuti program CORSIA ini. Semua stakeholder di industri penerbangan nasional wajib mengimplementasikannya,” ujar Denon.

INACA selaku perwakilan maskapai penerbangan nasional berharap agar program CORSIA ini di Indonesia terus berkembang sesuai mandat dari ICAO. Dengan demikian tujuan untuk mengurangi emisi CO2 di penerbangan tercapai dan di sisi lain industri penerbangan dapat beroperasi dengan lebih efektif dan efisien serta kepentingan masyarakat dapat tetap terlayani dengan baik.

INACA juga berharap semua stakeholder penerbangan baik dari regulator, operator dan masyarakat dapat berperan aktif dalam membuat sebuah peta jalan pengurangan emisi CO2 di penerbangan Indonesia. Diharapkan agar peta jalan tersebut diperkuat dengan sebuah regulasi yang mengikat sehingga dapat dijalankan oleh semua stakeholder secara berkelanjutan.

Penghargaan kepada Bandara

INACA juga memberikan penghargaan kepada bandara-bandara di bawah pengelolaan PT. Angkasa Pura Indonesia (In Journey Airports). Penghargaan diberikan berdasarkan Survei Kepuasan Pelanggan (Customer Satisfaction Index/ CSI) di 32 bandara yang dilakukan setiap tahun oleh INACA bekerjasama dengan In Journey Airports.

Berdasarkan survei yang dilakukan pada bulan Mei – Juni 2025 ini, INACA memberikan penghargaan kepada 4 bandara yang terdiri dari:

1. The Best Airport for -2 Million Passenger Per Annum kepada Bandara Frans Kaisiepo, Biak, Provinsi Papua.

2. The Best Airport for 2-5 Million Passenger Per Annum kepada Bandara Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, Provinsi Riau.

3. The Best Airport for 5+ Million Passenger Per Annum kepada Bandara Juanda, Surabaya, Provinsi Jawa Timur.

4. The Most Improved Airport for Services kepada Bandara Internasional Yogyakarta, Kulon Progo, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.

INACA berharap dengan adanya penghargaan ini akan lebih memacu pengelola bandara-bandara di Indonesia untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada pelanggannya yaitu penumpang, station manager maskapai, konsesioner, awak pesawat dan pelanggan kargo. (son)

 

 

 

 

 

 

 

 

Mission News Theme by Compete Themes.