JAKARTA, BISNISJAKARRA.ID – ASTINDO Travel Fair 2025 adalah forum dan pameran pariwisata terbesar di Indonesia. Melalui pameran ini ada banyak promo wisata yang bisa didapatkan, sehingga menarik untuk disambangi bagi yang tertarik berburu promo murah untuk perjalanan wisata. ATF diadakan di Main Atrium Mal PIK Avenue – Jakarta, 28 – 31 Agustus 2025.
ASTINDO Travel Fair menjadi acara yang mempertemukan industri perjalanan dan pariwisata dengan konsumen untuk mendapatkan akses informasi seputar wisata di Indonesia dan luar negeri. Sebagai pameran pariwisata, ASTINDO Travel Fair menjadi tempat untuk semua kebutuhan perjalanan wisata. Di sini pengunjung dapat menambah informasi seputar destinasi wisata populer di Indonesia maupun di berbagai negara yang ada di seluruh dunia.
Pameran ini diikuti oleh banyak peserta di bidang pariwisata, mulai dari maskapai penerbangan, hotel, tempat wisata, bank, agen perjalanan wisata, agen asuransi, dan lainnya. Setiap peserta menawarkan beragam promo menarik yang berhubungan dengan pariwisata untuk didapatkan oleh para pengunjung.
Selama berkunjung di ASTINDO Travel Fair, pengunjung dapat berkeliling melihat berbagai tenant yang ada. Tidak hanya sekadar melihat-melihat, pengunjung juga bisa mendapatkan promo menarik untuk tiket pesawat maupun paket perjalanan wisata lainnya.

Ketua Umum ASTINDO Pauline Suharno menyampaikan kegembiraannya bahwa ASTINDO Travel Fair kali ini diselenggarakan di tengah ketidakpastian ekonomi global serta ketidakstabilan geopolitik yang dapat menghambat laju pertumbuhan ekonomi. “Kami tetap optimistis industri pariwisata di Indonesia akan terus tumbuh. Menilik pada data BPS bahwa sepanjang Januari hingga November 2024 terjadi peningkatan jumlah perjalanan wisatawan nusantara sebesar 22,81 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun 2023,” ungkap Pauline.
Di tengah prediksi perlambatan ekonomi tersebut, Pauline menyebut, pelaku industri optimis terhadap minat wisatawan baik dengan tujuan berlibur maupun bisnis. Ini disebabkan sektor pariwisata sudah menjadi kebutuhan masyarakat. Tren pariwisata menunjukkan wisatawan terus mencari destinasi dan pengalaman baru namun tetap sadar biaya (cost conscious),” tutur Pauline.
Selain itu, jelas Pauline, bleisure yang merupakan perpaduan antara perjalanan bisnis dan liburan masih memiliki potensi untuk tumbuh, dan berpotensi mempercepat pertumbuhan pariwisata baik domestik maupun internasional (outbound).
Pauline menyampaikan apresiasi dan terima kasihnya atas dukungan seluruh stakeholder yang terlibat dalam penyelenggaraan ASTINDO Travel Fair 2025, termasuk jajaran pemerintah, pelaku industri dan media. “ASTINDO Travel Fair tahun ini didukung oleh Kementerian Perhubungan, Kementerian Pariwisata melalui programnya “Bangga Berwisata di Indonesia (BBWI), Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI), serta anggota ASTINDO. Dukungan secara tidak langsung membuat penyelenggaraaan ASTINDO Travel Fair yang menjadi salah satu barometer dan titik temu pelaku pariwisata tanah air dapat meraih target yang diharapkan,” pungkas Pauline. (son)










