Press "Enter" to skip to content

SKK Migas Dorong Investasi Eksplorasi di Laut Dalam

Media Social Share

JAKARTA, BISNISJAKARTA.ID – Potensi hulu migas saat ini ada di laut dalam, oleh karenanya SKK Migas terus mendorong investasi eksplorasi di laut dalam. “Kami bersyukur di tahun 2023 kerja keras SKK Migas dan KKKS berhasil menghasilkan 2 (dua) giant discovery di laut dalam, yaitu di Geng North yang berada di Kalimantan Timur dan Layaran-1 yang berada di South Andaman lepas pantai Sumatera Utara,” kata Deputi Eksplorasi Pengembangan Dan Manajemen Wilayah Kerja SKK Migas Benny Lubiantara di Jakarta, Jumat (19/1).

Benny mengatakan, risiko pemboran di laut dalam sangat tinggi, oleh karenanya perhitungan yang cermat dan eksekusi yang tepat menjadi salah satu kunci agar pemboran di laut dalam berjalan sesuai rencana dan menghasilkan temuan.

Benny menunjukkan betapa besarnya biaya pemboran di laut dalam, seperti untuk pemboran di Geng North, ENI mengeluarkan biaya hingga US$ 100 juta untuk 1 sumur atau setara dengan sekitar Rp 1,5 triliun. Sedangkan, Mubadala Energy menginvestasikan US$ 93,5 juta atau setara dengan Rp 1,4 triliun.

SKK Migas membutuhkan dukungan dan kemudahan dari berbagai pihak agar program pemboran eksplorasi di laut dalam berjalan dengan baik dan menghasilkan temuan, tentu dapat dibayangkan kerugian KKKS jika biaya triliunan tersebut tidak menghasilkan temuan. “Dukungan fiskal dan insentif agar memacu investor melakukan eksplorasi juga terus kami harapkan”, terang Benny.

Kemudian Benny menyampaikan bahwa total sumber daya penemuan di tahun 2023 mencapai sekitar 1.711,77 MMBOE dan menjadi penemuan terbesar dalam 23 tahun terakhir atau sejak penemuan di Lapangan Abadi di tahun 2020.

Menurutnya, di tahun 2023 success ratio pemboran sumur eksplorasi mencapai 54% atau lebih tinggi dibandingkan rata-rata dunia. “Perjalanan untuk merealiasikan target investasi pemboran eksplorasi masih panjang, oleh karena itu kami terus intensif melakukan koordinasi dengan KKKS untuk memastikan kendala-kendala yang ada dapat diselesaikan, serta investasi di eksplorasi sebesar US$ 1,8 miliar dapat direalisasikan seoptimal mungkin,” imbuh Benny.

Pada sisi lain, SKK Migas terus mendorong setiap penemuan agar segera bisa dilakukan plan of development (POD) sebagai langkah untuk mengganti cadangan yang diproduksikan. Sejak tahun 2018 atau selama 6 (enam) tahun berturut-turut, SKK Migas berhasil menjaga reserve replacement ratio (RRR) diatas angka 100% yang menambah usia cadangan migas.

Untuk tahun 2023, SKK Migas berhasil mendapatkan angka RRR sebesar 124% dengan penambahan cadangan sebesar 705,91 MMBOE dengan rencana investasi mencapai US$ 12,9 miliar. (son)

 

Mission News Theme by Compete Themes.