Press "Enter" to skip to content

Menelisik Kesiapan BTN Manfaatkan Artificial Intelligence Sebagai Pilar Kuasai Pasar Pembiayaan Perumahan

Media Social Share

PENGGUNAAN teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) telah mendisrupsi berbagai bisnis, termasuk industri perbankan. Para pelaku industri perbankan diisyaratkan sudah perlu menerapkan teknologi terkini sehingga dapat meningkatkan kualitas layanan nasabah, menjaga reputasi perusahaan, hingga mencapai target bisnis.

Sebelumnya, dikenal dengan chatbot yang merupakan bentuk Artificial Intelligence tradisional. Chatbot banyak diandalkan oleh perusahaan karena sudah bisa menjawab pertanyaan nasabah dengan cepat. Seiring perkembangan kebutuhan dan potensi masalah yang dapat terjadi, ternyata ada keterbatasan dari cara chatbot menangani sesi tanya jawab.

Sebagian besar chatbot hanya mendukung respons tipe berbasis aturan atau pola percakapan yang telah ditentukan sebelumnya berdasarkan model pembelajaran mesin. 

Namun Artificial Intelligence merupakan jenis teknologi kecerdasan buatan yang dapat menghasilkan berbagai jenis konten, termasuk teks, gambar, audio, dan data sintetis berkualitas tinggi dalam waktu cepat bahkan hitungan detik.

BTN menyadari bahwa perusahaan perlu memanfaatkan kecanggihan teknologi tersebut secara maksimal untuk membantu operasional. Di tengah upaya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan tempat tinggal yang layak, opsi dan transformasi digital memanfaatkan artificial intelligence menjadi suatu keniscayaan.

Dengan artificial intelligence, Customer Service misalnya juga terbantu dapat menjawab pertanyaan nasabah dengan cepat dan relevan sebab artificial intelligence mampu memberikan bantuan dengan rekomendasi skrip jawaban terbaik.

Selain soal percepatan layanan nasabah, pemanfaatan artificial intelligence juga telah memungkinkan meningkatnya tingkat akurasi dan mempercepat proses operasional bank.

Sejauh ini, artificial intelligence telah mengubah cara berinteraksi dan melayani nasabah menjadi lebih cepat dan terus ditingkatkan kualitasnya karena adanya tools pada artificial intelligence yang mampu memberikan kekuatan lebih kepada chatbots yaitu dengan adanya lebih banyak konteks dan saran yang dirancang agar bisa meningkatkan pengalaman bagi nasabah.

Dengan kekuatan artificial intelligence, BTN memiliki peluang untuk meningkatkan produktivitas dan layanannya sehingga perusahaan dapat membantu nasabahnya lebih maksimal.

Pada akhirnya, strategi pengembangan bisnis BTN dengan artificial intelligence menawarkan berbagai keuntungan, seperti peningkatan efisiensi operasional, peningkatan layanan nasabah, pengambilan keputusan yang lebih akurat, keamanan yang lebih baik, dan daya saing yang lebih tinggi.

Meski memiliki keunggulan, BTN belum sepenuhnya mengadopsi dan memanfaatkan artificial intelligence. Direktur IT & Digital PT Bank Tabungan Negara (BTN) Andi Nirwoto mengatakan, BTN bersikap hati-hati memanfaatkan teknologi artificial intelligence mengingat posisi perbankan sebagai industri yang harus mengikuti atura-aturan yang sangat ketat.

Menurutnya, jangan sampai teknologinya terlalu advanced tetapi prosedurnya belum disesuaikan. Sehingga yang ada justru terjadi kesalahan yang seharusnya tak perlu terjadi.

Menurut Andi, organisasi TI tidak hanya harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, tetapi juga memikirkan bagaimana perkembangan teknologi tersebut dapat benar-benar bermanfaat bagi bisnis dan nasabah.

Tantangan yang tak kalah peliknya adalah risiko operasional yang melekat pada setiap penerapan teknologi. “Misalnya (risiko) security, itu bisa datang dari teknologinya, bisa datang dari prosesnya, atau mungkin datang dari orangnya,” kata Andi. 

Pada kesimpulannya, inovasi dan pengembangan layanan yang terus dilakukan harus menjadi bagian dari solusi yang menjawab kebutuhan masyarakat akan rumah yang layak huni dan terjangkau. (son)

Mission News Theme by Compete Themes.