Press "Enter" to skip to content

Merebak Dugaan Jual Beli Jabatan Perangkat Desa di Tegal Jawa Tengah

Media Social Share

JAKARTA, BISNISJAKARTA.ID – Merebak dugaan adanya indikasi gratifikasi/penerimaan hadiah dan atau suap  terkait jual beli  jabatan,  mutasi  pejajabat di  jajaran Pemerintah Derah Kabupaten (Pemkab) Tegal. Hal tersebut disampaikan oleh Fajar dari LSM dalam pertemuan tertutup dengan awak media di Jakarta, Jumat (19/5).

Jadi, kata Fajar, sebetulnya sudah banyak kasus  yang terjadi di Tegal.  Bahkan yang bikin miris, ada kejadian  donasi untuk yatim piatu  juga disunat. Ini kan tidak benar. Betul-betul  tidak berperikemausiaan.

Fajar berharap, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)  bisa dan mau turut memantau para pejabat dan perangkat desa yang dicatatnya naik jabatan  dengan politik uang tersebut. “Dugaan permainan uang itu  terjadi dari mulai tingkat desa sampai Kabupaten. Saya percaya  hal ini sudah tercium sampai ke mana-mana, KPK pun saya percaya sudah memantau itu sejak lama,” kata dia.

Pihaknya mengingatkan kepada para Kades untuk berhati-hati dan  mau menolak sekaligus menghentikan praktik dugaan tersebut. “Ada banyak laporan yang datang ke kami. Kami sedang lakukan telaah nama-nama itu,  apakah benar adanya atau tidak,” kata Fajar.

Untuk memastikan laporan tersebut,  ia berharap oknum-oknum yang diduga terlibat dalam jual beli pengisian perangkat desa bisa menghentikan kebiasaan buruk yang justru bisa menjerumuskan mereka ke hotel prodeo. (son)

Mission News Theme by Compete Themes.