Press "Enter" to skip to content

Kepak Sayap Sang Burung Biru, Membangun Optimisme di Tengah Badai

Media Social Share

SEBUAH perusahaan yang sehat akan dicintai dan dilumuri doa penuh pengharapan dari karyawannya. Mereka ada dan bertahan lantaran dirawat oleh nilai-nilai luhur yang dibangun dari generasi ke generasi.

SARANA transportasi di negeri ini masih menyisakan banyak persoalan. Bagai benang kusut yang sulit terurai, faktor kenyamanan dan kemudahan akses masih menjadi tuntutan yang belum sepenuhnya bisa terpenuhi di berbagai pilihan dan jenis transportasi yang ada.

Blue Bird, sebagai armada yang sangat populer dengan karakter lewat pelayanannya yang khas, merupakan satu dari sekian banyak jasa transportasi yang menyejukkan dan memuaskan pelanggannya. Kualitas prima yang diperlihatkan Blue Bird di berbagai elemennya, menjadi hal yang telah dinilai publik dan menjadi standar tentang taksi yang baik. Bisa dikatakan bahwa sampai saat ini Blue Bird menempati peringkat teratas dari armada taksi yang ada di Indonesia.

Sudah setengah abad berbagi kebahagiaan dan menggelinding di ruas-ruas jalan di Ibukota dan kota-kota lain di Indonesia, Blue Bird menyemarakkan kehadiran sarana transportasi yang memang sangat diperlukan untuk sebuah kota sesibuk Jakarta.

Tahun demi tahun berjalan, dan Blue Bird terus menunjukkan perkembangan dan kemampuannya yang tangguh dalam menjaga kualitas pelayanan. Pilihan dan jenis armada pun beragam sesuai dengan tuntutan konsumen.

Sukses Blue Bird tidak diraih dengan mudah atau dalam hitungan waktu yang singkat. Pencapaian Blue Bird diperoleh dari akumulasi perjuangan, tekad, keteguhan menjaga prinsip dan idealisme dalam menjalankan sebuah usaha yang berkarakter baik. Ketangguhan yang terlihat saat ini terbentuk dari komitmen matang yang dipertahankan puluhan tahun lamanya, di tengah berbagai masalah dan ujian yang terus ada.

Memandang Blue Bird, kita tak hanya melihat bagaimana sebuah perusahaan transportasi taksi dibangun. Perusahaan ini memiliki keunikan dari sejarah yang menumbuhkannya, bagaimana Blue Bird tumbuh dari cita-cita luhur seorang ibu yang ingin mencari penghasilan dari dua unit mobil sedan bekas yang ada.

Dalam perjalanannya, semangat berbisnis taksi gelap dengan hanya dua unit mobil ini kemudian diimbuhi dengan berbagai pengetahuan yang terus bertambah dan keinginan kuat untuk mengembangkan sebuah taksi dengan kualitas prima. Maka, idealisme pun lahir dan terus dipertajam seiring dengan menggelindingnya usaha. Sang founder bahkan sanggup mengalirkan dan melestasikan nilai-nilai luhur yang ditanamkan dari generasi ke generasi.

Banyak hal yang bisa dipelajari dari Blue Bird. Bagaimana kerja keras, tekad, dan perjuangan tanpa henti sanggup mengembangkan sebuah usaha yang pada awalnya banyak dihampiri oleh ujian dan rintangan. Jika melihat sejarah taksi di Indonesia, pada awalnya tidak banyak perusahaan taksi yang bersedia menjalankan sistem meter. Mereka lebih suka dengan sistem setoran atau komisi yang dianggap menjanjikan pemasukan pasti.

Namun sistem setoran dan komisi dimaksud sebetulnya tidak bisa memelihara kualitas pelayanan dan tanggungjawab pengemudi di lapangan. Blue Bird sejak lahir dengan tegas menjalankan sistem meter melalui argometer dan terus menggenjot profesionalisme pengemudi dan jajaran devisi lainnya.

Berbagai kemajuan diupayakan terus menerus. Armada diremajakan, sistem operasional diciptakan lebih efektif dari hari ke hari, teknologi ditingkatkan untuk memudahkan kerja pengemudi dan kemudahan bagi pelanggan.

Keteguhan ini membuat Blue Bird kemudian tumbuh dengan kuat dan menjadi nomor satu ketika akhirnya sistem meter dipakai oleh hampir semua armada taksi.

Mencermati tumbuh kembang Blue Bird, kita menemukan suatu oase yang memberikan harapan bahwa pelayanan transportasi yang berkualitas baik dan terjaga stabil itu sangat mungkin tercapai bila ada komitmen kuat dan kesungguhan untuk terus memperbaiki performa.

Harapannya, tentu saja bahwa Blue Bird akan terus menggelinding bersama kemajuan zaman dan eksis dalam semangat inovasi tiada henti. Setelah nilai-nilai luhur yang berhasil merawat dan mempertahankan perusahaan ini, maka kreativitas dan inovasi menjadi kata kunci yang harus terus dijalankan.

Oleh karena itu, nilai-nilai luhur yang dibangun harus tetap terjaga. Pada akhirnya, itulah yang kemudian berhasil menjaga Kepak Sayap Sang Burung Biru itu terus mengembang dan terbang tinggi di tengah badai yang menghantam. (Nikson)

Mission News Theme by Compete Themes.