JAKARTA, BISNISJAKARTA.ID – PT Angkasa Pura I berhasil raih dua penghargaan dalam ajang penghargaan “Transparansi dan Penurunan Emisi Korporasi Terbaik 2022”, kategori “Transparansi Penurunan Emisi Sektor BUMN – Gelar Green” dan kategori “Transparansi Perhitungan Emisi Sektor BUMN – Gelar Platinum”.
Angkasa Pura I tergabung bersama 86 perusahaan lain yang berhasil meraih penghargaan yang ditujukan bagi perusahaan yang dinilai memiliki kontribusi positif dalam upayanya menyelamatkan bumi melalui langkah nyata dalam mengelola dan menurunkan emisi karbon secara berkelanjutan.
Penghargaan diterima secara virtual oleh Vice President Corporate Secretary Angkasa Pura I Handy Heryudhitiawan. Handy mengatakan, penghargaan ini menjadi bukti bahwa Angkasa Pura I telah on track dalam menjalankan operasional bandara dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan hidup secara berkelanjutan.
Angkasa Pura I terus berkomitmen akan terus berinovasi dan mendukung terlaksananya program-program dari Pemerintah, khususnya dari Kementerian BUMN dalam kaitannya dengan Sustainability Development Goals.
Sebagai perusahaan yang memiliki misi “Memberikan Kontribusi Positif pada Kelestarian Lingkungan”, Angkasa Pura I telah menerapkan sejumlah kebijakan perusahaan yang berkorelasi positif terhadap konservasi energi dan manajemen emisi gas rumah kaca yang ditujukan untuk menjaga kelestarian lingkungan.
Sebagai pengelola bandara, Angkasa Pura I menerapkan konsep bandara ramah lingkungan atau eco-friendly airport melalui implementasi standar ISO 14001:2015. Angkasa Pura I juga mengembangkan konsep bangunan hijau (green building) yang meminimalisasi penggunaan air dan energi melalui pemanfaatan sumber air alternatif selain air tanah, implementasi daur ulang air limbah, penampungan air hujan, serta memastikan tersedianya ruang terbuka hijau yang digunakan sebagai area tangkapan air.
Angkasa Pura I juga merancang semua bandara kelolaan dengan konsep desain ramah lingkungan berupa desain skylight untuk mengurangi energi penggunaan lampu. Selain itu, Angkasa Pura I juga secara berkelanjutan menerapkan kebijakan pelaporan jejak karbon atau carbon footprint yang dihasilkan dengan menggunakan formulasi ACI’s Airport Carbon and Emissions Reporting Tool (ACERT).
Sebagai pengelola bandara yang terus melakukan pengembangan demi peningkatan standar kualitas layanan kepada pengguna jasa bandara, Angkasa Pura I memiliki kebijakan untuk memastikan bahwa pengembangan atau pembangunan bandara tidak mengganggu habitat alam dan keanekaragaman hayati dengan melakukan kajian habitat management, serta selalu melakukan studi kajian Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) dan Analisis Dampak Lalu Lintas. (son)










