KARANG DAPO, BISNISJAKARTA.ID – Harus menunggu puluhan tahun untuk menikmati mulusnya jalan poros Muara Rupit – Karang Dapo. Adalah realisasi janji kampanye Bupati dan Wakil Bupati Musi Rawas Utara (Muratara) Devi Suhartoni – Innayatulah untuk ‘memutus’ rantai kemiskinan rakyat dengan membangun jalan yang layak dilalui. “Transportasi lancar, masyarakat dapat dengan sendirinya memasarkan produk pertanian di sentra-sentra ekonomi, dan pada akhirnya ekonomi masyarakat bergerak, ekonomi daerah turut terungkit,” kata Pengamat Sosial Bakdal dalam postingan Whatsapp yang diterima di Jakarta, Sabtu (19/2).
Bakdal yang saat ini bermukim di Bekasi dan hampir setiap tahun pulang ke Desa Karang Dapo merasakan betul derita masyarakat selama ini. Pimpinan daerah silih berganti, kabupaten dimekarkan agar pembangunan lebih fokus, tetapi masalah infrastruktur tetap saja tak tersentuh proyek pemerintah.
Ia bersyukur adanya komitmen dan realisasi kontrak politik putra daerah Rawas Ilir ini yang memprioritaskan jalan poros Muara Rupit – Karang Dapo dibangun pada awal kepemimpinannya, sehingga transportasi menjadi lancar. Meski mengapresiasi kinerja kepala daerah Muratara ini, Bakdal mencoba untuk kritis lantaran jalan dibangun tanpa menambah ketinggian struktur jalan.
Dengan kondisi jalan seperti tampak saat ini, Bakdal khawatir pada musim hujan atau saat banjir tiba aspal kembali mengelupas. Bahkan, jauh-jauh hari Bakdal sudah mewacanakan agar jalan dibangun dengan struktur beton. Sifat aspal itu mengapung, jadi kalau ada genangan air, aspal bisa terangkat, beda kalau dibangun dari semen atau struktur beton,” katanya
Sebelumnya, warga Karang Dapo Zaitar Rosyidi melaporkan, sejak beberapa bulan terakhir ini jalan poros Muara Rupit – Karang Dapo sudah mulus menyerupai jalan tol. Meski strukturnya menambah ketebalan aspal pada ruas jalan yang sama, tetapi kualitas aspal tampaknya lebih baik dari sebelumnya.
Meski ditemukan beberapa lobang kecil, Zaitar memastikan mulusnya jalan ini mempersingkat waktu tempuh menuju Ibukota Kabupaten, Muara Rupit. Hanya saja, Zaitar berharap, bahu jalan harus dibersihkan dari pepohan agar jarak pandang pengendara tak terganggu, dan itu sangat berbahaya jika laju kendaraan sangat kencang.
Tak hanya itu, Zaitan berharap ada anggaran pemeliharaan untuk memangkas pohon yang tumbuh hinggga 5 meter dari bahu kiri kanan jalan. “Ini perlu dilakukan untuk mengantisipasi pohon tumbang ketika hujan lebat atau angin kencang,” pesannya. (son)










