Press "Enter" to skip to content

Rampung, Pembangunan Masjid Jami’ Mahkota Simprug Habiskan Dana Rp 3,8 Miliar

Media Social Share

TANGERANG, BISNISJAKARTA.ID – Setelah belasan tahun, pembangunan masjid Jami’ Mahkota Simprug – Ciledug, Kota Tangerang dinyatakan rampung. Prosesi penyerahan dilakukan antara penanggungjawab pembangunan Heri Guritno dan pengurus majelis taklim masjid Heriyanto di Aula Masjid Jami’ Mahkota Simprug – Ciledug, Kota Tangerang, Minggu (31/12).

Sebelum penyerahan dilakukan, diisi dengan tausiyah oleh Ustadz Abdurahman. Abdurahman mengatakan, membangun masjid atau mushalla, memiliki banyak keutamaan dalam Islam. Niat membangun masjid menjadi baik, di antaranya adalah kelak akan dibangunkan masjid serupa di surga.

Mushalla atau masjid hendaknya memberikan manfaat dan mengambil manfaat, diantaranya melaksanakan shalat di dalamnya, dan untuk mendapatkan manfaat dari shalat orang yang melaksanakan shalat di dalamnya serta mendapatkan doa dari orang-orang muslim. “Keberadaan mushollah atau masjid hendaknya untuk memperbanyak syiar-syiar Islam,” pesannya.

Sementara itu, beberapa agenda yang sedianya digelar di saat yang sama sebagaimana agenda undangan yang disebarluaskan kepada warga, tidak bisa digelar lantaran ketidaksiapan pengurus. Sedianya, juga dilakukan pembentukan panitia pemilihan Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM).

Terhadap desakan agar adanya regenerasi kepengurusan Majelis Taklim dan DKM, Heri Guritno yang selama ini mengklaim sebagai ketua mengatakan, tidak bisa dilakukan sekarang karena secara administrasi dirinya tak pernah menerima dokumen seperti cash flow atau perincian terkait keuangan masjid. “Saya tidak pernah mendapat laporan keuangan, padahal itu harus terperinci dan detil,” paparnya.

Alasan Guritno itu membuat dua jemaah angkat suara. Ilham misalnya menilai Guritno mencari-cari alasan lantaran sebagai ketua dia berhak meminta laporan keuangan masjid kepada pengurus lainnya. “Meski saya bukan pengurus, secara digital saya memiliki laporan keuangan masjid ini. Kewajiban ketualah untuk meminta laporan keuangan kepada pengurus jika memang legowo,” kata Ilham.

Jemaah lainnya yang saat ini sebagai bendahara Rahmat memastikan, jika ada niat baik untuk melakukan pergantian ketua majelis taklim dan ketua DKM,

Rahmat mengaku saat ini juga siap menyerahkan laporan keuangan. “Mengenai laporan keuangan ini sudah saya sampaikan setiap hari Jumat bahkan ditempel di papan pengumuman masjid,” kata Rahmat seakan membatah argumen Guritno yang merasa tak pernah menerima laporan keuangan masjid sebagai syarat serah terima jabatan ketua majelis taklim dan DKM.

Sebelumnya, salah satu pengurus masjid Sucipto melaporkan bahwa pembangunan masjid didahului dengan peletakan batu pertama pembangunan 26 Desember 2005. Pembangunan masjid menghabiskan dana Rp 3,8 miliar yang bersumber dari sumbangan masyarakat. (son)

Mission News Theme by Compete Themes.