Press "Enter" to skip to content

Pracoyo Wiryoutomo : Sang Peracik Komunikasi di Belakang Layar Kehumasan

Media Social Share

JAKARTA, BISNISJAKARTA.ID – ​Seorang pejabat terbata-bata menjawabpertanyaan jurnalis. Wajah tegangnya tak mampu diasembunyikan. Beberapa kali, sang pejabat bahkansempat terdiam cukup lama, memikirkan jawaban yang pas. Kerumunan jurnalis dan seabrek pertanyaanbertubi-tubi, membuat sang pejabat benar-benar beradadalam posisi terjepit.

Padahal, sejatinya pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan jurnalis tidaklah terlalu sulit untuk dijawab. Sang pejabat pun bukan dalam posisi tersudutkan. Diatidak sedang berada dalam status “tertuduh” dan harusmengklarifikasi berbagaitudingan” miring yang beredardi publik.

Kondisi inilah yang memantik keprihatinan PracoyoWiryoutomo. Sebagai jurnalis senior yang kenyangdengan segudang pengalaman, Pracoyo tahu betuljawaban seperti apa yang dikehendaki para jurnalis saatsedang mewawancarai narasumber. “Banyak pejabatyang tidak siap berhadapan dengan wartawan. Seringnya mengelak, atau tidak tahu bagaimana harusmemberi pernyatan,” ujar Pracoyo.

Lama berkarier di bidang jurnalistik, membuat Pracoyo banyak berhadapan langsung dengan para penyampai pesan perusahaan. Dari sana, dia banyak melihat karakter dan kualitas pejabat komunikasiperusahaanbiasa disebut hubungan masyarakat(humas) – yang tidak semuanya cakap dan trengginasdalam mengemas informasi. Itulah yang membuatPracoyo mendirikan perusahaan konsultan kehumasandi Jakarta, PT Spora Cipta Paramedia (Spora Comm).

Melalui bendera Spora Comm, Pracoyo sudahbanyak membantu instansi pemerintah, BUMN, swasta, maupun perseorangan dalam menyampaikan pesankepada publik. Spora Comm kini telah menjelmamenjadi konsultan public relation di Indonesia yang terkemuka dan menangani banyak klien. “Alhamdulillah kami sudah dipercaya menjadi konsultan kementerian, BUMN, Lembaga Negara dan juga perusahaan swastanasional,” kata konsultan public relations yang pernahmembantu klien-klien menang dalam beberapa ajangbergengsi tingkat nasional itu.

Selain jasa konsultan kehumasan, Spora Com juga memberikan jasa media sosial dan media marketing atau sering disebut konsultan digital marketing. Kliennyatersebar di banyak wilayah di Indonesia. Karena itu, Spora Comm juga menjadi konsultan digital marketing di Jakarta, Bandung, dan segera merambah ke Jogjakarta dan Batam.

Sebagai pelaku bisnis, Pracoyo meyakini konsepperubahan. Bagi dia, sebuah bisnis selalu harus mampumengikuti perubahan. Pada saat dunia memasuki era digitalisasi, Pracoyo pun membawa kapal Spora Comm untuk mengarungi digitalisasi. Spora Comm ikut menjadikonsultan media sosial. Dengan klien yang tersebar di banyak wilayah, Spora Comm pun menjelma menjadikonsultan media sosial dan media marketing tepercayadi Indonesia.

Tak cuma di bidang media dan komunikasi. Pracoyo juga telah membawa Spora Comm dipercayaoleh banyak instansi menjadi konsultan bisnis. Dengankepercayaan dari klien, Spora Comm kini telahmembuktikan diri menjadi konsultan bisnis terbaik di Indonesia.Bukan kami hendak serakah, tetapi itukarena permintaan pasar yang membuat kami juga harus mengembangkan bisnis,” katanya.

Semakin berkibarnya bendera Spora Comm tentutak lepas dari penciuman tajam Pracoyo sebagai pelakubisnis. Padahal, Pracoyo sebelumnya bukanlah orang yang memahami seluk-beluk dunia bisnis. Pria kelahiranMagelang ini lebih banyak berkecimpung di dunia jurnalistik.

Selepas lulus dari Jurusan Sastra Indonesia, IKIP Jakarta (UNJ) pada 1994, Pracoyo berkarier di MajalahForum Keadilan sebagai reporter dan redaktur. Dari majalah besutan Karni Ilyas tersebut, Pracoyo pindah keMajalah Panji Masyarakat,  berhasil menempati posisiredaktur pelaksana.

Dari media cetak, pada 2002 Pracoyo merambahke media televisi. Dia bergabung dengan stasiun TV baru milik Chairul Tanjung (CT), Trans TV, sebagaiproduser. Lalu, pada 2006, Pracoyo dipercayamembenahi TV7 kemudian bersalin nama menjadiTrans7 – yang sebagian sahamnya dibeli oleh CT. Di Trans7, Pracoyo pun berhasil mencapai posisi wakil pemimpin redaksi, sebelum memutuskan berhenti pada 2016.

Pengalaman panjang sebagai jurnalis itulah yang membuat Pracoyo banyak bersentuhan denganberbagai macam karakter manusia. Mulai dari pengemissampai pejabat tinggi. Mulai dari pedagang asongansampai orang terkaya di negeri ini. Bekal inilah yang menjadi modal penting bagi Pracoyo untukmengembangkan Spora Comm yang didirikannya pada 2002.”Pengalaman karir itu ikut menempa kemampuansaya sebagai pengusaha seperti sekarang ini,” katanya.

Sebagai konsultan media dan komunikasi, SporaComm telah berpengalaman mengelola konten digital, pembuatan video, penulisan dan penerbitan buku, product dan personal branding, serta pengelolaan media relation. Sebagai chief executive officer (CEO), Pracoyo membawahi para broadcaster andal danjurnalis senior dengan pengalaman puluhan tahun di stasiun televisi nasional dan media cetak terkemuka. Di perusahaan ini, dia juga mengembangkan para pekerja milenial menjadi sumber daya manusia (SDM) yang kreatif dan memiliki keahlian dalam bidang publikasi.

Sambil menjalani karier dan mengembangkan usahanya, Pracoyo banyak berkiprah menjadi konsultan kehumasan di kementerian/lembaga, antara lain Kementerian Pemuda dan Olahraga, Perpustakaan Nasional, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Bank Indonesia, Perusahaan Listrik negara, PT Jasa Raharja. Bahkan, Pracoyo juga pernah membantu PT NewmontMinahasa Raya dalam kasus gugatan LSM terhadap tailing di Minahasa.

Di sejumlah perusahaan plat merah tersebut, Pracoyo banyak menangani berbagai hal, mulai dari cara meningkatkan citra instansi sampai menyusun konsep manajemen krisis komunikasi. Karena itulah, di kalangan pelaku kehumasan, Pracoyo dikenal sebagai praktisi, ahli di bidang public relation, pakar bidangkehumasan, dan pakar ilmu komuniasi. “Alhamdulillah banyak pihak percaya kepada kami. Itu membuat kami semakin percaya diri meng-handle perusahaan besaratau bahkan kementerian,” katanya.

Hingga saat ini, Pracoyo banyak dipercaya dan berkontribusi dalam mendorong pertumbuhankehumasan, memberikan pelatihan manajemen krisis, dan menjadi penasihat publikasi di banyak perusahaan. Dengan keahliannya itu, pria penggemar olahragabersepeda ini, berharap pesan yang disampaikan humas sebagai penyambung lidah perusahaan kepada pihak eksternal, dapat dikemas dengan baik sehingga mudah diterima semua kalangan.Hampir semua klien, merasa puas dengan layanan yang kami berikan,” katanya. (son)

Mission News Theme by Compete Themes.