Press "Enter" to skip to content

Dorong UMKM Naik Kelas, AP I Siapkan Galeri di Bandara

Media Social Share

BISNISJAKARTA.ID. JAKARTA – Sebagai wujud komitmen agent of development untuk meningkatkan nilai ekonomi dan pariwisata daerah, PT Angkasa Pura I senantiasa mendukung pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui berbagai progam. Salah satunya adalah dengan penyediaan Galeri UMKM di hampir seluruh bandara yang dikelola perseroan.

Dalam menyediakan fasilitas Galeri UMKM ini, AP I bekerja sama pemangku kepentingan lokal seperti Pemerintah Daerah, asosiasi, para pelaku seni, kelompok pegiat PKK (Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga), dan lainnya. “AP I senantiasa berkomitmen dan konsisten dalam meningkatkan sinergi dan kolaborasi dengan para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah untuk memberdayakan dan meningkatkan perekonomian masyarakat,” kata Direktur Utama PT AP I Faik Fahmi saat jumpa pers virtual di Jakarta, Rabu (16/12).

Komitmen terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat, kata Faik, merupakan kunci bagi keberlanjutan bisnis di mana para pemangku kepentingan mendapat manfaat dari keberlangsungan bisnis perusahaan. Melalui Galeri UMKM di bandara ini, kata dia, para UMKM yang berada di wilayah bandara AP I memiliki kesempatan untuk memanfaatkan galeri tersebut sehingga meningkatkan peluang produk-produk mereka dapat diperkenalkan dan dipasarkan ke penumpang pesawat.

Pengembangan UMKM melalui pelibatan di Galeri UMKM Bandara ini, lajut Faik, juga merupakan bagian dari strategi pengembangan pariwisata daerah yang diinisiasi Angkasa Pura I melalui pilar “Local Involvement Growing People” di antara pilar lainnya dalam konsep strategi “HOSPITALITY”.

UMKM sebagai salah satu pemangku kepentingan dalam industri pariwisata, kata dia,  perlu diberdayakan dan dilibatkan agar siap berkembang bersamaan dengan momen kebangkitan industri pariwisata pada masa adaptasi kebiasaan baru.

Saat ini, jelas Faik, AP I telah menyiapkan 13 konsep Galeri UMKM di 13 bandara Angkasa Pura I. Sebagai contoh, Galeri UMKM Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali mengusung konsep Peken Tenten atau Summer in Bali, Galeri UMKM Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin mengusung konsep Pasar Terapung, Galeri UMKM Bandara El Tari Kupang mengusung konsep pasar Katemak, Galeri UMKM Bandara Juanda Surabaya mengusung konsep Pasar Suramadu, Galeri UMKM  Bandara Internasional Yogyakarta yang mengusung konsep Pasar Kota Gede, dan lainnya. 

Dari 13 Galeri UMKM di 13 bandara tersebut, 6 di antaranya sudah berdiri di 6 bandara, sedangkan 4 Galeri UMKM masih pada fase 1 (tahap penyiapan konsep dan penyeleksian potensi mitra) dan 3 Galeri UMKM sisanya telah masuk pada fase 2 (tahap perincian mekanisme kerja sama dengan mitra). “AP I berupaya untuk meningkatkan kelas produk-produk UMKM lokal dengan melibatkan para pelaku UMKM di galeri-galeri UMKM yang disediakan di bandara,” paparnya.

Hal ini bertujuan untuk meningkatkan peluang produk-produk mereka untuk dapat diperkenalkan dan dipasarkan ke penumpang pesawat, baik domestik maupun internasional. Salah satunya Galeri UMKM di Bandara Internasional Yogyakarta yang juga merupakan area khusus UMKM terbesar di Indonesia dengan luasan 1.513 meter persegi yang dapat merangkul sekitar 300-600 UMKM lokal Yogyakarta dan sekitarnya, seperti Magelang, Purworejo, Klaten, dan daerah lain di Jawa Tengah.

 Yang pasti, AP I senantiasa berkomitmen untuk turut serta memajukan perekonomian daerah melalui pemberian peluang bagi pelaku UMKM dalam mempromosikan dan memperluas pangsa pasar bagi produk-produknya melalui keberadaan galeri UMKM di bandara-bandara AP I. (son)

Mission News Theme by Compete Themes.