Press "Enter" to skip to content

TSEA-UID Bali Lahirkan Pemimpin Transformatif Indonesia dan Asean

Media Social Share

DENPASAR, BISNISJAKARTA.ID –Sebanyak 72 perencana profesional, perancang sistem, pengembang produk, pengusaha, dan pakar digital yang didominasi berasal dari Indonesia dan Asia Tenggara telah berhasil menyelesaikan program pendidikan profesional dan siap untuk menumbuhkan berkontribusi mengembangkan ekosistem inovasi digital.

Mereka nantinya dapat menciptakan bertema ‘Happy Digital Cities’ (Kota Digital Ceria), tempat dimana setiap orang sehat dan makmur, lingkungan dijaga terjaga, dan kegiatan bisnis berorientasi pada prinsip bisnis yang baik akan demi menciptakan dunia yang lebih baik.

Acara kelulusan digelar secara virtual. Yang Bin, Wakil Presiden dan Rektor Universitas Tsinghua, mengatakan, program Happy Digital X menawarkan pengalaman belajar yang luar biasa. Program ini memberdayakan peserta untuk bersama-sama menciptakan masa depan kebahagiaan holistik yang selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, dengan terlibat dalam proyek tantangan dunia nyata. “Sebagai komponen penting dari Strategi Global Tsinghua University, Tsinghua Southeast Asia Center didedikasikan untuk bertujuan untuk membangun platform kerja sama dan pertukaran antara Tiongkok, negara-negara Asia Tenggara, dan sekitarnya. Besar harapan tulus kami bahwa langkah yang berarti dan upaya bersama ini akan terus membuahkan hasil untuk membangun dunia lingkungan yang berkelanjutan, dalam menghadapi tantangan yang terus berubah dan transformatif, terutama selama pandemi Covid-19 dan upaya pemulihan yang berkelanjutanmasih berjalan, ”katanya.

Yang Bin juga mengharapkan upaya global untuk tersebut dapat membangun masa depan yang lebih berkelanjutan, adil, dan tangguh.

Di kesempatan yang sama, Menteri BUMN Erick Thohir mengharapkan semua wisudawan program HDX mampu menguasai teknologi informasi untuk mempercepat penanganan pemulihan ekonomi nasional. Mereka, kata Erick, juga diharapkan bisa mengimplementasikan teori dan mata kuliah yang dipelajari untuk membantu negara agar tetap tangguh dan tumbuh.

Secara singkat, Erick mengatakan bahwa Iindonesia selama ini telah membuka akses bagi siapa saja yang ingin membangun kolaborasi secara intensif. Misalnya dengan membangun kerjasama menciptakan sistem tata kota agar memberi kebahagiaan terhadap penduduknya.

Menteri Pendidikan Budaya Riset dan Teknologi Nadiem Makarim menyampaikan selamat atas kelulusan wisudawan program HDX Tsinghua tahun 2021. Ia berharap para peserta mampu berperan aktif dalam berbagai program yang sedang dijalankan ppemerintah Indonesia. “Dan semua tantangan ini harus dijawab dengan apa yang didapatkan oleh para lulusanwisudawan. Kebetulan kami memiliki program Merdeka Belajar sebagai program cara belajar yang mampu menghubungkan kebahagiaan antara guru dan murid. Nah, kolaborasi Kolaborasi ini harus menjadi kekuatan untuk membangun negeri,” katanya.

Sebagai Penasihat Utama Program HDX, Profesor Edward Crawley, Profesor Teknik Ford MIT dan Profesor Kehormatan Universitas Tsinghua,dalam sambutannya mengatakan, terkesan dengan keragaman pengalaman orang-orang yang terlibat dalam program ini. Lembaga ini didirikan untuk menghadapi isu-isu eksistensial saat ini yaitu kemiskinan, ketidakbahagiaan, dan perubahan iklim.

Program ini merupakan pertemuan  gabungan, dan pada saat kelulusannya kita bisa melihat bahwa kita dapat bersama-sama belajar, berkarya bersama, dan membawa teknologi dan masyarakat untuk bersama-sama mengatasi masalah-masalah ini  demi  masa depan kita bersama.

Kota-kota di Indonesia dan Asia Tenggara tengah mengalami transformasi digital. Bagaimana kota berfungsi, bagaimana orang bekerja, berinteraksi, dan bertransaksi mengalami perubahan secara cepat.

Oleh karena itu Happy Digital X   merupakan panggilan untuk bertindak dan merespon kondisi perubahan ini. Happy Digital X: Cities, System, Products and Services adalah program pendidikan profesional online dari Tsinghua Southeast Asia Center yang dilaksanakan di Kampus UID Bali, Indonesia.

Dipimpin oleh Profesor Edward Crawley, Ford  Profesor  bidang Teknik  dari MIT dan Profesor kehormatan  Universitas Tsinghua, jurusan ini merupakan  gabungan dari Massachusetts Institute of Technology, Tsinghua University, Institut Teknologi Bandung, New York University, Harvard University, Skolkovo Institute of Science and Technology, Tsinghua Shenzhen Graduate International School, Columbia University dan Presencing Institute.

Happy Digital X:  Cities, Systems, Products and Services  memberikan program pendidikan profesional empat bulan yang berfokus pada praktik guna mengembangkan kemampuan para praktisi dalam mengembangkan kota-kota yang mewujudkan kebahagiaan dan berkelanjutan melalui keberhasilan implementasi  TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi). 

Peserta pada Angkatan Pertama ini  berasal dari berbagai lembaga pemerintah, sektor bisnis, universitas, dan masyarakat sipil  dari Indonesia dan negara-negara Asia Tenggara. “Program Happy Digital X  telah memberikan kita kesempatan belajar yang luar biasa yang menginspirasi kami dalam mengembangkan transformasi digital dalam budaya kita untuk kesejahteraan,” kata Tuti Ruswati, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kabupaten Sumedang.

Ia berharap dapat mempercepat dan mengoptimalkan layanan untuk kesejahteraan masyarakat dalam membangun masa depan yang berkelanjutan bagi semua. “Bagi saya, program ini merupakan pembuka mata dan pikiran,” kata Dr Tit Meng Lim, CEO Science Centre Singapura.

Sebagai seorang ilmuwan, Tit Meng, telah dilatih untuk  bersikap analitis dengan pendekatan yang agak reduksionis untuk menguji hipotesa, tetapi ketika berhadapan dengan kompleksitas sistem di dunia nyata kita membutuhkan seperangkat keterampilan, alat, metodologi yang berbeda dengan pemikiran yang tersistemsistematik.

Pada akhirnya ada 7 kelompok Challenge Project Works di bidang pengentasan kemiskinan, peningkatan kesejahteraan, rantai pasokan berkelanjutan, distribusi makanan pertanian-ke-meja makandari hulu-ke-hilir, dan program mManajemen pengelolaan limbah masyarakat.

Dirancang untuk merefleksikan kesejahteraan dan  dan keberlanjutan, transformasi TIK, dan proyek-proyek lokal dengan dampak global, proyek-proyek ini memenuhi kebutuhan pemangku kepentingan nyata dari Kabupaten Sumedang, Foodhall Indonesia, Pasar Rakyat Bali, dan Plastic Exchange Bali. Bookends Hasil dari program ini dirancang untuk berkontribusi pada pemulihan ekonomi pasca-pandemi.

Peserta menerapkan prinsip-prinsip, keterampilan, dan alat-alat yang telah dipelajari  guna menghadapi tantangan kompleks nyata yang melibatkan pemangku kepentingan yang sebenarnya.

Seperti yang diharapkan oleh Presiden Universitas Tsinghua QIU Yong dalam pidatonya pada upacara pembukaan program HDX pada di bulan April lalu, program HDX akan menawarkan pengalaman belajar yang luar biasa kepada semua peserta, membantu untuk menjadi pemimpin transformatif di era digital pasca pandemi. Ini adalah contoh yang baik dari upaya global Tsinghua dalam memberikan kontribusi bagi masa depan kita yang berkelanjutan.

Tsinghua akan tetap berdedikasi dan berkomitmen untuk mengejar keunggulan dan inovasi serta untuk pembangunan berkelanjutan di dunia.

Tsinghua Southeast Asia Center (Tsinghua SEA) sebagai langkah penting dalam Strategi Global Universitas Tsinghua, bekerja sama dengan United In Diversity (UID) Foundation, Tsinghua SEA berfungsi sebagai platform penting untuk SDG PBB dan berfokus pada pengembangan bakat, pertukaran akademik dan kerjasama di seluruh Asia Tenggara dan dunia. (son)

Mission News Theme by Compete Themes.