Press "Enter" to skip to content

BAKTI Kominfo Buka Peluang Penyandang Disabilitas Masuki Ekosistem Digital

Media Social Share

JAKARTA, BISNISJAKARTA.ID – Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi – Kementerian Komunikasi dan Informatika (BAKTI-Kominfo) memberikan peluang kepada penyandang disabilitas bergabung dalam ekosistem digital guna mempersiapkan sumber daya manusia di daerah terdepan, terluar, tertinggal (3T). Demikian terungkap dalam webinar bertajuk Melepas Batas Para Disabilitas di Daerah 3T yang digagas BAKTI – Kominfo di Jakarta, Rabu (6/10).

Webinar menghadirkan dua narasumber yaitu Kadiv Perencanaan Strategis BAKTI Kominfo Yulis Widyo Marfiah dan Ketua ParaDifa/Aktivis Disabilitas Echi Pramitasari serta dipandu moderator Movh S. Hendrowijyono.

Yulis mengatakan, tahun 2021-2022 ini menjadi tahun pembangunan fisik dimana sebanyak 7.904 desa/kelurahan yang belum terjangkau internet akan menikmati sinyal 4G. Tapi kinerjanya tidak sebatas pembangunan fisik semata, dan BAKTI Kominfo ingin memastikan bahwa apa yang dibangun benar-benar bermanfaat bagi seluruh lapisan masyarakat.

Menurut Yulis, kehadiran internet hendaknya dapat digunakan secara positif oleh seluruh lapisan masyarakat sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan lewat  ekonomi digital ke seluruh pelosok Indonesia. Berbagai program pelatihan dilakukan baik di sektor pendidikan, pariwisata, kesehatan, dan di sektor publik. “Masyarakat di daerah 3T dapat menikmati program tersebut secara gratis, termasuk juga bagi mereka yang berkebutuhan khusus atau para penyandang disabilitas,” kata Yulis.

Yulis memastikan, semua program tersebut terbuka untuk umum, termasuk bagi rekan-rekan disabilitas, meski BAKTI juga menyediakan pelatihan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) khusus bagi para disable. “Di daerah 3T banyak program pelatihan dan terbuka untuk siapa saja. Rekan-rekan disable bisa mengikuti dengan menyesuaikan pada minat dan kemampuannya. Saat ini bisa ikut pelatihan melalui daring dan akan memperoleh sertifikat SKKNI yang dapat dipakai untuk referensi kerja,” jelas Yulis.

Program ini, lanjut Yulis, sejalan dengan agenda percepatan Transformasi Digital Nasional. Bahkan Menteri Kominfo Johnny  G Plate memberi perhatian khusus kepada kaum difabel dengan mendukung adopsi teknologi  sehingga dapat meminimalisir ataupun menghilangkan keterbatasan sosial yang ada.

Sebab, berdasar data BPS tahun 2020 hanya 34,89% penduduk disabilitas yang menggunakan ponsel dan laptop, serta hanya 8,5% yang memanfaatkan internet dari total  22,5 juta penduduk disabilitas di Indonesia.

Program BAKTI Kominfo bagi penyandang disabilitas sudah dirasakan oleh Echi Pramitasari, seorang aktivis disabilitas sekaligus Ketua ParaDifa, sebuah organisasi yang bergerak di bidang pengembangan dan pemberdayaan kompetensi kerja penyadang disabilitas berbasis TIK.

Echi yang seorang disable fisik akibat kecelakaan di usia remaja ini tidak hanya terlibat sebagai peserta, tapi ia juga menambah kemampuan sebagai instruktur lewat pelatihan  yang diwadahi oleh BAKTI Kominfo ini.

Kolaborasi ParaDifa dan BAKTI yang dilakukan tahun 2020 lalu berhasil menjangkau 1.790 rekan-rekan disabilitas dari seluruh Indonesia secara daring, termasuk mereka yang tinggal di daerah 3T sebanyak 256 peserta.

Para disable dari semua ragam disabilitas (fisik, sensorik, mental, dan intelektual) diberi pelatihan dan uji kompetensi TIK pada program Office, desain, e-commerce, Google Sheet,  dan Google Form.    

Echi berharap ke depannya masyarakat dapat mengakui kelebihan dan kompetensi rekan-rekan disabilitas sehingga tidak terkotak-kotakan di bidang pekerjaan tertentu saja.

Sebab, di tengah keterbatasan yang ada, mereka pun memiliki kemampuan yang sama dengan masyarakat non disabilitas lain. “Yang paling dibutuhkan adalah kesempatan dan dilibatkan dalam berbagai kegiatan sehingga masyarakat juga mengenal kami. Para disable juga perlu menunjukan dirinya kalau mereka bisa, mereka mampu, dan mereka ada,” tambahnya.

Lewat ekosistem digital, BAKTI Kominfo tidak hanya berbagi ilmu, namun juga meningkatkan kualitas mental mereka. Para penyandang disabilitas ini diajak untuk berkarya dan mampu memperluas jaringan yang dapat menambah modal untuk bisa berdiri sendiri, tidak berbeda dengan mereka yang non disabilitas. (son)

Mission News Theme by Compete Themes.