Press "Enter" to skip to content

Teman Bus, Segera Layani Mobilitas Masyarakat Banyumas

Media Social Share

BISNISJAKARTA.ID. JAKARTA – Kementerian Perhubungan terus berkomitmen dalam menyediakan pelayanan jasa angkutan massal perkotaan untuk memperkuat konektivitas dengan program Buy The Service (BTS). Program yang diberi nama ikonik Teman (Transportasi Ekonomis, Mudah, Andal, dan Nyaman) Bus ini segera hadir di Kabupaten Banyumas setelah sebelumnya hadir di lima kota besar, yakni Palembang, Surakarta, Denpasar, Medan, dan Yogyakarta.

Dirjen Budi dalam acara Webinar bertajuk Program Teman Bus untuk Peningkatan Konektivitas Kawasan Perkotaan di Banyumas, Kamis (4/2) mengatakan, ada amanat dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan bahwa pemerintah harus menjamin ketersediaan angkutan massal berbasis jalan baik di perkotaan atau pedesaan. Dalam hal ini, tidak hanya pemerintah pusat, tapi juga pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota.

Dirjen menambahkan, program BTS harus menerapkan strategi Pull and Push. Pull Strategy dilakukan oleh pemerintah pusat dengan memberikan kebutuhan bus dan lisensi kepada operator.

Sementara itu, Push Strategy merupakan kewajiban pemerintah daerah untuk mendorong masyarakat agar shifting dari kendaraan pribadi ke transportasi publik, seperti Teman Bus. “Jadi ada manajemen ruang dan waktu dengan pengaturan ruang jalan, pengaturan parkir, dan pengaturan waktu. Pada prinsipnya ada manajemen traffic yang kita lakukan untuk mendorong masyarakat agar meninggalkan kendaraan pribadinya,” lanjut Dirjen Budi.

Selain itu, untuk menyukseskan program BTS di Banyumas diperlukan juga persiapan dari Pemerintah Kabupaten untuk pembangunan halte, melakukan sosialisasi kepada masyarakat, membuat kebijakan yang berpihak pada angkutan umum, serta survey kondisi lalu lintas sebelum atau sesudah program ini berjalan.

BTS bertujuan agar masyarakat yang semula menggunakan kendaraan pribadi beralih ke bus. Dengan menggunakan angkutan umum diharapkan dapat mengurangi penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) oleh masyarakat. Di sisi lain, dapat meminimalisir dampak kerugian ekonomi dan kehilangan waktu akibat dari kemacetan, mengurangi polusi udara yang mencemari lingkungan, serta meminimalisir kecelakaan lalu lintas yang sebagian besar berasal dari kendaraan bermotor.

Direktur Angkutan Jalan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, Ahmad Yani menuturkan Teman Bus di Banyumas akan hadir dengan tiga koridor. “Nantinya Teman Bus akan beroperasi pada jam 05.00 sampai dengan jam 22.00. Total keseluruhan bus adalah 62 unit,” kata Yani.

Yani juga menambahkan, indikator pelaksanaan BTS yang harus dijaga adalah headway 10-15 menit. Hal ini diutamakan agar tidak terjadi penumpukan penumpang di halte. Di samping itu, indikator lainnya adalah tingkat okupansi dan jumlah pengguna, jumlah kecelakaan yang terjadi saat operasional, kecepatan angkutan umum, standar kondisi kendaraan, dan standar pelayanan minimal.

Setiap layanan Teman Bus akan dipantau melalui dashboard yang ada di Kementerian Perhubungan dan Dinas Perhubungan setempat. Pada dashboard dapat terlihat data mengenai jumlah penumpang, load factor, dan jumlah rupiah yang harus dibayarkan. Setiap pelanggaran yang dilakukan oleh pengemudi pun akan terlihat yang kemudian akan dikenakan sanksi berupa pembayaran dalam Rupiah. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan transparansi dan kedisiplinan operator agar tidak membuat kesalahan, serta dapat memperbaiki layanannya.

Banyumas menjadi salah satu kabupaten yang dipilih untuk pengaplikasian program Buy The Service, karena perkembangan ekonomi yang cukup bagus. Dengan jumlah penduduk sebanyak 1.776.918 jiwa dan tercatat terdapat kendaraan sebanyak 681.881 unit dinilai perlu untuk mengubah kebiasaan masyarakat agar beralih ke moda transportasi publik.

Program ini disambut baik oleh Bupati Banyumas, Achmad Husein dan seluruh warga Banyumas. Dirinya mengungkapkan rasa bangga karena Banyumas dapat terpilih di antara lebih dari 550 kabupaten/kota yang ada di Indonesia. “Saya sangat berterimakasih atas nama masyarakat Banyumas karena terpilih dalam program BTS di Indonesia. Apalagi program ini gratis 1 tahun, nanti akan kita usahakan tambah dari APBD agar bisa kasih tambahan waktu gratis 2 bulan,” kata Achmad. (son)

Mission News Theme by Compete Themes.