Press "Enter" to skip to content

Pelni Wakili Negara Hadir di Daerah Terpencil, Tertinggal, Terdepan, dan Perbatasan

Media Social Share

TRANSPORTASI laut memiliki peranan yang sangat strategis dalam pembangunan bangsa Indonesia. Sebagai negara maritim yang terdiri dari ribuan pulau, transportasi laut menjadi salah satu tulang punggung konektivitas dan perekonomian bangsa.

Untuk menjalankan misi negara hadir di tengah masyarakat itu, PT Pelayanan Nasional Indonesia (Pelni) yang mengemban tugas sebagai sarana mobilitas masyarakat dan barang dari satu daerah ke daerah lainnya, menjadi bukti negara hadir menjangkau daerah terpencil, tertinggal, terdepan dan perbatasan (T3P).

Komitmen tersebut terutama melalui armada tol lautnya – memastikan Pelni sebagai fasilitator terpenuhinya logistik baik itu distribusi kebutuhan pokok maupun barang penting lainnya secara terjadwal dan pasti. Harapannya adalah pengurangan disparitas harga, yang pada akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan pertumbuhan perekonomian daerah.

Daerah terpencil, tertinggal, terdepan dan perbatasan (T3P) dipilih dan diprioritaskan, karena di daerah tersebut memiliki keterbatasan diantaranya sulit dijangkau, infrastrutur jalannya terbatas, sarana komunikasi terbatas, dan umumnya jumlah penduduknya yang sedikit.

Dengan kondisi demikian, kehadiran negara sangat diperlukan agar masyarakat yang bermukim di daerah T3P dapat terlayani dalam pemenuhan kebutuhan hidup sehari-hari.

Sejak diluncurkan enam tahun silam, program tol laut terus mengalami peningkatan dan perkembangan, baik segi trayek, jumlah muatan, maupun kapasitas. Pelni yang pada awalnya melayani dua trayek, tetapi saat ini sudah belasan trayek dilayani.

Bertambahnya rute layanan tol laut ini menandakan bahwa tol laut berdampak positif bagi perekonomian dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di daerah T3P. Inilah esensi dari sasaran program tol laut.

Tol laut merupakan pelayaran langsung, terjadwal, rutin ada atau sekalipun tidak ada muatan – tol laut akan berlayar sesuai jadwal yang ditetap pemerintah. Intervensi pemerintah melalui Pelni ini dibutuhkan dalam rangka pemenuhan, pemerataan, dan kesejahteraan masyarakat.

Manajemen Pelni optimistis layanan yang diberikan pelayaran kapal tol laut akan memberikan harapan besar untuk membantu mengubah peta perekonomian Indonesia di masa mendatang.

Kini, yang masih menjadi pekerjaan rumah bersama adalah bagaimana mendorong ekonomi daerah yang disinggahi kapal tol laut agar kelak pada saat kapal balik dipenuhi muatan berbagai komoditas daerah untuk dipasarkan di berbagai daerah di Indonesia maupun untuk kebutuhan ekspor.

Harapan itu mulai menuai hasil, seperti diungkapkan kapten kapal tol laut Kendaga Nusantara 8 – Capt. Chaerudin saat berbincang dengan bisnisjakarta.id di Pelabuhan Tanjung Perak – Surabaya.

Chaerudin mengatakan, sejauh ini baru satu kepala daerah yaitu Bupati Morotai yang benar-benar adaptif dengan komitmen pemerintah pusat untuk meningkatkan kesejahteraan rakyatnya dengan monsosialisasi dan mendukung rakyatnya memanfaatkan jasa layanan kapal tol laut.

Realitas tersebut, kata Chaerudin, terlihat dari makin meningkatnya muatan kapal balik dari Kabupaten Morotai menuju Pulau Jawa dengan berbagai komoditas lokal untuk dipasarkan di Pulau Jawa. “Berbagai komoditas lokal sangat dibutuhkan di Pulau Jawa,” katanya.

Dari puluhan trayek layanan jasa tol laut, Chaerudin beraharap ada kepedulian dan perhatian kepala daerah agar ikut mensosialisasi kebijakan pemerintah soal tol laut ini. Ia pastikan, beberapa trayek yang muatan baliknya sudah mulai penuh, banyak masyarakat yang berterima kasih kepada pemerintah terutama kepada Pelni, karena sudah disinggahi kapal tol laut, dan telah berdampak pada peningkatan ekonomi keluarga mereka.

Chaerudin mengatakan, muatan untuk menuju daerah Indonesia Timur dan daerah T3P sudah tidak ada masalah. Bahkan di beberapa daerah, disparitas harga kebutuhan masyarakat sudah mulai normal. “Sebenarnya perlu sosialisasi lebih gencar lagi agar masyarakt di suatu daerah yang disinggahi kapal tol laut dapat memahami sistem Sitolaut. Mereka itu umumnya belum familiar dengan teknologi, sementara komoditas yang mau diangkut sebenarnya cukup potensial,” kata Chaerudin.

Dirut Pelni Insan Purwarisya L Tobing mengatakan, sebagai salah satu operator tol laut, PT Pelni mengajak Pemerintah Daerah untuk maksimalkan muatan balik tol laut, dengan memanfaatkan komoditas unggulan pada tiap-tiap daerahnya. Perusahaan terus mendukung upaya Pemerintah untuk memperluas pasar komoditi unggulan suatu daerah ke daerah lain melalui muatan balik. “Perusahaan akan terus mendukung program tol laut dan berkomitmen untuk melayani masyarakat khususnya wilayah T3P ini. Kami terus mendorong Pemda untuk memperluas pangsa pasar hasil komoditas unggulan mereka untuk didistribusikan ke penjuru Nusantara,” papar Insan.

Insan menjelaskan, saat ini muatan balik dari wilayah timur menunjukkan peningkatan dibanding tahun-tahun sebelumnya. “Kami sangat mengapresiasi kepada Pemda yang sudah mulai memanfaatkan muatan balik produksi daerah. Kita buka selebar-lebarnya pintu bagi UMKM daerah untuk memperluas pangsa pasar komoditas unggulan mereka,” tuturnya.

Sementara itu, Dirjen Perhubungan Laut Kemenhub R. Agus H. Purnomo mengatakan, muatan balik kapal tol laut sejauh ini memang belum optimal. Oleh karena itu, perlu dukungan dan peran pemerintah daerah dalam mensosialisasi kebijakan subsidi kapal tol laut kepada masyarakatnya.

Melihat muatan balik kapal tol laut selama ini, Dirjen Agus mengharapkan selain peran dari pemerintah daerah juga harus ada peran kementerian dan lembaga terkait untuk ikut mensosialisasi kebijakan soal subsidi kapal tol laut ini.

Ia mengatakan, ada beberapa daerah yang disinggahi kapal tol laut dengan produksi tertentu seperti jagung akan bisa meningkatkan muatan balik terutama ketika waktunya panen raya. Ia mengatakan, upaya pihak Kementerian Perhubungan mensosialisasi kebijakan seputar kapal tol laut ini sudah sering dilakukan. Bahkan ada beberapa daerah yang berkomitmen untuk memasok muatan kapal laut.

Yang sudah dirasakan sosialisasi sukses seperti muatan balik dari Kabupaten Marotai, dimana muatan balik hasil pertanian dan perikanan sudah memenuhi ekspektasi pemerintah. “Kita berharap pemda lain yang disinggahi kapal tol laut meniru Pemda Morotai dalam memanfaatkan layanan jasa kapal tol laut ini,” ungkapnya.

Kalau masyarakat memanfaatkan jasa layanan jasa kapal tol laut, Dirjen Agus yakin, tingkat perekonomian di daerah tersebut akan meningkat. “Ini program pemerintah bagaimana meningkatkan kesejahteraan masyarakat khususnya masyarakt di daerah T3P itu,” tutupnya.

Pelni sebagai Perusahaan Badan Usaha Milik Negara yang bergerak pada bidang transportasi laut hingga saat ini mengoperasikan 26 kapal penumpang dan menyinggahi 76 pelabuhan serta melayani 1.058 ruas. 

Selain angkutan penumpang, Pelni juga melayani 45 trayek kapal perintis yang menjadi sarana aksesibilitas bagi mobilitas penduduk di daerah T3P di mana kapal perintis menyinggahi 285 pelabuhan dengan 3.811 ruas.

Pelni juga mengoperasikan sebanyak 16 kapal Rede. Sedangkan pada pelayanan bisnis logistik, kini Pelni melayani trayek tol laut serta satu trayek khusus untuk angkutan ternak. 

 

Pelni Melawan Covid-19

Sebelumnya, Dirut Pelni Insan Purwarisya L Tobing menyampaikan terima kasih atas dukungan yang diberikan Kementerian Perhubungan sehingga KM Umsini dapat dipergunakan untuk mendukung program Makassar Recover yang dicanangkan Pemerintah Kota Makassar. “Hal ini merupakan bentuk perwujudan kolaborasi Pelni sebagai BUMN bersama dengan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah dalam memerangi Covid-19 di Indonesia,” terangnya. 

Sebagai informasi, tiap-tiap bed antar pasien isolasi mandiri telah diberikan sekat (recovery capsule) dan terbagi atas empat deck dengan pemisahan berdasarkan jenis kelamin.

Sementara, untuk tenaga medis telah dipersiapkan sebanyak 64 tempat tidur dengan lokasi yang terpisah dari deck pasien isolasi mandiri. Jumlah tersebut sesuai dengan kebijakan 50% dari kapasitas kapal sehingga protokol kesehatan di atas kapal tetap terlaksana. 

Beberapa fasilitas penunjang di kapal juga telah dipersiapkan guna mendukung pelaksanaan isolasi mandiri, seperti penyediaan kamera pengawas (CCTV) pada 31 titik di atas KM Umsini, poliklinik, jogging track. Top deck sebagai ruang terbuka di atas kapal juga dapat dimanfaatkan oleh pasien isolasi mandiri sebagai lokasi untuk berolahraga maupun berjemur. “Kami berharap dengan fasilitas yang disediakan dapat mendukung percepatan proses penyembuhan pasien yang melakukan isolasi di atas kapal Pelni,” tambah Insan.

KM Umsini adalah satu dari 26 kapal penumpang yang dioperasikan oleh PT Pelni dan menyinggahi Makassar dalam rute pelayarannya. Selama masa PPKM berlangsung, KM Umsini merupakan salah satu kapal yang melakukan portstay akibat dari penutupan sejumlah wilayah.

Setelah Makassar, empat kapal Pelni yang akan dijadikan tempat isolasi apung adalah KM Tatamailau dengan kapasitas 458 bed di Pelabuhan Bitung.

KM Bukit Raya dengan kapasitas 463 bed akan ditempatkan di Pelabuhan Belawan, Medan. KM Sirimau dengan kapasitas 460 bed akan ditempatkan di Pelabuhan Sorong. Terakhir, KM Tidar dengan kapasitas 929 bed akan ditempatkan di Pelabuhan Jayapura, Papua. (son)

Mission News Theme by Compete Themes.