Press "Enter" to skip to content

KNKT Sebut, Kecelakaan Moda Penerbangan Turun

Media Social Share

BISNISJAKARTA.ID. JAKARTA – Moda penerbangan menyumbang angka terbesar kecelakaan transportasi yang diinvestigasi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). “Investigasi kecelakaan untuk moda penerbangan tahun ini berjumlah 24 kasus dengan katagori 10 accodent dan 14 serious incident,” kata Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono dalam Jumpa Pers Akhir Tahun di Jakarta, Kamis (17/12).

Bila dibandingkan dengan tahun lalu, kata Soerjanto, jumlah kecelakaan yang diinvestigasi pada moda penerbangan mengalami penurunan dari sebelumhya berjumlah 30 kasus. “Hampir sama dengan tahun-tahun sebelumnya, kejadian runway excursion mendominasi kasus yang diinvestigasi yaitu sebanyak 10 kejadian,” katanya.

Jumlah kecelakaan yang diinvestigasi KNKT terbanyak berikut adalah moda lalu lintas dan angkutan jalan (LLAJ). Moda LLAJ sepanjang tahun ini, kata Soerjanto, KNKT melakukan investigasi kecelakaan sebanyak 12 investigasi.

Sedangkan investigasi kecelakaan untuk moda pelayaran berjumlah 11 kasus kecelakaan, yang terdiri dari 8 kasus domestik dan tiga kasus internasional. Sementara untuk moda kereta api, KNKT melakukan investigasi kecelakaan sebanyak dua kasus yang semuanya merupakan kejadian anjlok kereta.

Capaian kinerja KNKT sepanjang tahun ini, jelas Soerjanto, dapat dilihat dari jumlah laporan investigas serta rekomendasi keselamatan yang diterbitkan. Untuk moda pelayaran, kata dia, telah menyelesaikan 10 laporan investigasi serta menerbitkan 61 rekomendasi keselamatan dengan status open sebanyak 44 dan status vlosed sebanyak 17 kasus.

Soerjanto mengatakan, untuk moda penerbangan, KNKT telah menyelesaikan delapan laporan awal (preliminary) investigasi dan mengeluarkan tujuh rekomendasi keselamatan dan menyelesaikan tujuh laporan akhir investigasi dan mengeluarkan 12 rekomendasi keselamatan.

Untuk moda kereta api, KNKT menerbitkan laporan akhir investigasi sebanyak tiga laporan. Sedangkan modal LLAJ, KNKT menyelesaikan sembilan lapran pendahuluan beserta 57 rekomendasi segera dan tujuh laporan final beserta 60 rekomendasi keselamatan.

Dalam rangka meningkatkan keselamatan transportasi khususnya moda LLAJ, ungkap Soerjanto, KNKT telah melakukan kerjasama dan kolaborasi dengan PT Pertamina Patra Niaga untuk membangun Smart MT pada armadanya guna mengurangi resiko kegagalan pengereman.

Terkait dengan pandemi Covid-19, Soerjanto mengatakan, KNKt berkolaborasi dengan Karoseri Laksana dan PO Sumber Alam mendesain bus yang memenuhi standar keselamatan dari virus Covid-19. “Kita kiga melakukannpelatihan safety driving dan berkolaborasi dengan PR Astra Toll Road mendesain jenis marka baru untuk mengurangi speending di jalan tol,” paparnya. (son)

Mission News Theme by Compete Themes.