Press "Enter" to skip to content

Kemenhub Tetapkan Ketapang-Lembar Sebagai Lintasan Penyeberangan Baru

Media Social Share

BISNISJAKARTA.ID. SURABAYA – Kementerian Perhubungan menyatakan bahwa lintas penyeberangan antara Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi dan Pelabuhan Lembar, Lombok telah memenuhi persyaratan untuk ditetapkan sebagai lintas penyeberangan antarprovinsi. Sejalan dengan hal tersebut, maka ditetapkan Keputusan Menteri Perhubungan nomor KM 308 Tahun 2020 Tentang Penetapan Lintas Penyeberangan Antara Ketapang-Lembar serta KM 309 Tahun 2020 Tentang Tarif Ketapang-Lembar.

Melalui acara Sosialisasi Penetapan Lintas dan Tarif Ketapang-Lembar, Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Budi Setiyadi menjelaskan bahwa kehadiran lintas Ketapang-Lembar ini merupakan salah satu upaya untuk mendukung program Pemerintah Provinsi Bali dalam meningkatkan pariwisata. Hal ini diutarakannya di Surabaya, Kamis (17/12).

Dirjen mengatakan, keputusan Menteri ini untuk melihat demand pasar yang dinamis sekali. Kondisi jalan Gilimanuk- Denpasar sudah demikian penuh padahal kalau dilihat pembangunan jalan tol Gilimanuk-Denpasar belum ada. Dengan adanya pertumbuhan ekonomi di kedua pulau ini cukup bagus, maka hal ini yang ditekankan Menteri Perhubungan adalah untuk kesejahteraan Angkutan Penyeberangan.

Lebih jauh, Budi menjelaskan, kalu dilihat dinamika masyarakat terhadap kebutuhan lintasan cukup banyak tapi pergerakan untuk menjadikan keputusan ini agak lambat. “Saya sangat berharap dengan rekan-rekan di Direktorat Transportasi Sungai, Danau, dan Penyeberangan (TSDP) untuk berkomunikasi dengan Ditjen Perhubungan Laut,” katanya.

Dirjen Budi berharap dengan adanya penetapan lintasan Ketapang-Lembar ini juga sebagai wujud dukungan terhadap kebijakan Gubernur Bali untuk mengurai kepadatan lalu lintas di Gilimanuk- Denpasar. “Lintasan baru ini juga merupakan efisiensi waktu. Jadi akan ada 7 kapal dari 7 operator, sebagian besar berdomisili di Pelabuhan Lembar. Mudah-mudahan tanggal 26 Desember akan dilakukan pemberangkatan pertama. Mohon disampaikan kepada semua anggota Organda dan Aptrindo bahwa maksud dan tujuan kita (dengan lintasan baru ini) untuk mengurai kemacetan di Bali, waktunya pun akan lebih baik, harganya pun lebih efisien. Jarak tempuh sejauh 125 mil, dengan sailing time 12,5 jam, waktu pelayanan 3 jam. Per hari ada 8 trip, dengan jadwal tetap dan teratur,” urai Dirjen Budi. (son)

Mission News Theme by Compete Themes.