Press "Enter" to skip to content

Jalur Kereta Makassar-Parepare Telan Dana Lebih Rp 1 Triliun

Media Social Share

JAKARTA, BISNISJAKRTA.ID –Proyek pembangunan jalur Kereta Api Makassar – Parepare sepanjang 145 kilometer menelan dana tidak kurang dari Rp 1 triliun. Sebagai salah satu proyek strategis nasional, proyek trans Sulawesi ini diharapkan dapat memberikan dampak langsung maupun tidak langsung pada percepatan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat khususnya di Sulawesi Selatan. Demikian diungkapkan Dirut PT Celebes Railway Indonesia (CRI) Helmi Adam di Jakarta, Kamis (3/6).

Anggaran pembangunan jalur kereta ini menggunakan skema sindikasi, dimana PT Celebes Railway Indonesia (CRI) mendapat Fasilitas Pinjaman Berjangka Senior dengan PT Indonesia Infrastructure Finance, PT Sarana Multi Infrastruktur, serta PT Bank Syariah Indonesia. Penandatangan kerjasama disaksikan Menhub Budi Karya Sumadi di Jakarta, Kamis (3/6).

Dirut PT CRI Helmi Adam mengatakan, PT CRI merupakan special purpose company yang dibentuk oleh Konsorsium PT Pembangunan Perumahan – PT Bumi Karsa – PT China Communications Construction Engineering Indonesia – PT Iroda Mitra, selaku pemenang lelang pengadaan Badan Usaha Pelaksana Perkeretaapian Umum Makassar-Parepare, dengan Skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) berdasarkan Surat Penetapan Pemenang Lelang No. PL.104/B.21/DJKA/11/19 tertanggal 6 Februari 2019.

Kementerian Perhubungan selaku Penanggung Jawab Proyek Kerjasama, jelas Helmi, telah melaksanakan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama tentang Penyelenggaraan Prasarana Perkeretaapian Umum Makassar-Parepare dengan skema KPBU Nomor: HK.201/A.250/DJKAIIV/19 dan Nomor: 01/EXT/IV/CRI-DU/2019 pada tanggal 5 April 2019 (PKS) sebagaimana telah diubah dengan Amandemen PKS Nomor HK.201/B. 756/DJKA/2020 dan Nomor 027/CRI/DIR/XII/2020 tanggal 4 Desember 2020.

Helmi mengatakan, pembiayaan atas proyek pembangunan jalur Kereta Api Makassar – Parepare di Sulawesi Selatan akan dilakukan dalam dua tranche, yaitu Tranche A untuk membiayai konstruksi, pengujian dan uji coba, serta penyelesaian Emplasemen Stasiun Pelabuhan Garongkong sebagai salah satu bagian dari Prasarana Perkeretapaian Segmen B dan Prasarana Perkeretaapian Segmen F dari jalur kereta api Makassar – Parepare, dan Tranche B untuk membiayai bunga selama masa konstruksi, dengan menggunakan skema konvensional maupun syariah.

Proyek pembangunan jalur Kereta Api Makassar – Parepare, tambah Helmi, merupakan proyek pembangunan kereta api pertama di Indonesia yang menggunakan skema KPBU dan dengan menggunakan skema pembayaran ketersediaan layanan, yang ditargetkan beroperasi secara komersial di tahun 2022 untuk melayani area Sulawesi Selatan meliputi lima Kabupaten/Kota yaitu Kabupaten Maros, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Kabupaten Barru, Kota Makassar, dan Kota Parepare.

Nantinya, jelas Helmi, jalur Kereta Api Makassar – Parepare tersebut akan berperan sebagai sarana transportasi untuk mendukung permintaan angkutan penumpang dan perpindahan barang, serta membangun konektivitas nasional. (son)

Mission News Theme by Compete Themes.