BISNISJAKARTA.ID. LABUAN BAJO – Kementerian Perhubungan terus berupaya melakukan percepatan penyelesaian perbaikan fasilitas khususnya infrastruktur maupun kelengkapan yang ada di wilayah Labuan Bajo NTT.
Saat ini, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut sedang melakukan penataan bagi terminal khusus penumpang dan barang/kargo, dimana saat ini sedang dibangun Pelabuhan Multipurpose Wae Kelambu yang nantinya akan digunakan menangani lalu lintas logistik dan bongkar muat kontainer, kargo, dan curah cair, sehingga akan memisahkan aktivitas pariwisata dan bongkar muat kargo di Pelabuhan Labuan Bajo.
Dengan pemindahan kegiatan logistik ke terminal multipurpose ini, Pelabuhan Labuan Bajo akan direvitalisasi dan dikhususkan bagi kapal-kapal wisata dan kapal penumpang.
Direktur Kenavigasian Hengki Angkasawan saat memberikan sambutan pada acara pembukaan _Focus Group Discussion_ (FGD) Penetapan Alur Pelayaran Pelabuhan Multipurpose Wae Kelambu, Pelabuhan Labuan Bajo, Pelabuhan Pulau Padar, Pulau Rinca, Pulau Komodo, serta perlintasan pada Kawasan Taman Nasional Komodo di Luwansa Beach Hotel Labuan Bajo, Kab. Manggarai Barat NTT, Kamis (3/9) mengatakan, kegiatan penetapan alur di Direktorat Kenavigasian ini mutlak dilakukan.
Di lain sisi, Hengki menyampaikan, Menteri Perhubungan juga sangat intens untuk mengawal pembangunan infrastrukur transportasi di Labuan Bajo dengan memonitor setiap progres pekerjaan yang sudah dilaksanakan sehingga bisa selesai tepat waktu.
Harapannya dengan beroperasinya pelabuhan Labuan Bajo dan Terminal Wae Kelambu secara keseluruhan akan dapat mendukung kegiatan pariwisata dan bersamaan dengan kegiatan usaha logistik bagi keberlangsungan ekonomi di Nusa Tenggara Timur.
Sebagai informasi, proses penetapan Alur-Pelayaran Pelabuhan Labuan Bajo, Terminal Wae Kelambu Serta Perlintasan Pulau Komodo ini sudah mencapai tahap ketiga yang merupakan tahap terakhir, dimana tahapan sebelumnya yaitu tahap persiapan administrasi teknis dan tahap pelaksanaan survey. “Sesuai dengan yang disampaikan oleh Bapak Dirjen Perhubungan Laut, beliau sangat gembira atas bisa diselesaikannya survey alur di Pelabuhan Labuan Bajo dan Wae Kelambu,” ujar Hengki.
Selanjutnya, langkah terakhir yaitu finalisasi draft RKM penetapan alur, maklumat pelayaran/ Berita Pelaut Indonesia dan yang paling terakhir yaitu Sosialisasi Penetapan Alur. (son)










