Press "Enter" to skip to content

DPP ORGANDA Himbau Pemerintah Priotas Vaksinasi Pengemudi Angkutan Umum

Media Social Share

BISNISJAKARTA.ID. JAKARTA – Presiden Joko Widodo telah mendapatkan vaksinasi virus corona (Covid-19) perdana. Jokowi mendapatkan vaksinasi perdana bersama dengan sejumlah perwakilan lapisan masyarakat. Antara lain tenaga kesehatan, tenaga pendidikan, pelaku usaha, pedagang pasar hingga tokoh agama.

Dalam sambutannya presiden Jokowi menegaskan bahwa vaksinasi dapat memberikan perlindungan bagi masyarakat Indonesia. Selain itu, juga vaksiansi diharapkan dapat menjadi game changer dalam penanganan Covid-19 di Indonesia.

DPP Organda lewat Sekjen Ateng Aryono menghimbau pemerintah segera memprioritaskan pemberikan vaksin kepada pengemudi angkutan umum. Sebab pengemudi angkutan umum  memiliki  kontak dengan banyak orang di lingkungan relative tertutup. Meskipun standar pelayanan anggkutan umum  telah menerapkan tindakan pencegahan seperti pemakaian masker namun tetap memiliki potensi penularan.

Menurut Ateng Aryono, pentingnya pengemudi angkutan umum mendapatkan vaksinasi  dalam masa pandemi, bertujuan agar terciptanya herd immunity atau kekebalan kelompok,  khususnya yang bersentuhan langsung dengan layanan public. Meskipun vaksinasi memberikan kekebalan secara individu, namun terciptanya herd immunity akan melindungi masyarakat pengguna jasa angkutan umum  yang tidak memperoleh vaksinasi karena alasan tertentu dapat terlindungi dari paparan penyakit.

Angkutan umum sebagai penggerak ekonomi nasional sudah selakyaknya mendapat perhatian khusus dari pemerintah, dimana tidak sedikit perusahaan di sektor transportasi umum  yang mengalami kerugian saat pandemi. Ditambah  kepadatan lalu-lintas jalan raya yang semakin luar biasa,  akibatnya  banyak masyarakat beralih untuk menggunakan transportasi pribadi. Sudah waktunya  pemerintah dan penyedia angkutan berupaya semaksimal mungkin mendapatkan kembali kepercayaan masyarakat untuk menggunakan transportasi umum dengan menyediakan fasilitas yang memadai baik dari aspek kesehatan maupun keamanan.

Pemerintah harus melihat resource sharing antarmoda bahwa perancangan pelayanan transportasi umum sudah  memberikan kemudahan bagi pelaku perjalanan dan bukan bersifat membatasi. Selebihnya  pelaku perjalanan ini akan turut berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Sedikitnya  terdapat dua perspektif dalam mengendalikan pergerakan orang. Pertama adalah kelompok orang yang melakukan pergerakan karena alasan penting tertentu, sehingga pergerakan kelompok ini hanya dapat ditekan dengan law enforcement berupa pembatasan perjalanan. Kelompok kedua adalah orang yang melakukan pergerakan secara sukarela. Pergerakan kelompok ini dapat diatasi dengan public campaign. “Saya kira pemerintah sudah sangat baik melakukan public campaign mengenai bahaya yang sedang dihadapi,” ungkap Ateng

Sekjen DPP Organda Ateng Aryono,  memandang  perlunya kekebalan kelompok atau komunitas pengemudi angkutan umum merupakan bentuk partisipasi aktif asosiasisi yang perlu mendapatkan respon  positif dari pemerintah di masa pandemi. Sinergi sebagai prinsip gotong royong pengusaha angkutan darat yang tergabung dalam ORGANDA demi pencegahan penyebaran covid 19. Kekebalan dapat dicapai, apabila kelompok pengemudi angkutan umum  yang sehat dan memenuhi kriteria melakukan vaksinasi. Diharapkan  dengan jumlah pengemudi angkutan umum yang mendapat vaksin  memadai akan  tercipta herd immunity, sekaligus melindungi kelompok-kelompok yang tidak divaksinasi. Upaya pengendalian Covid-19  tidak akan efektif jika tidak disertai upaya lainnya,  menutup kekurangan masing-masing dan saling melengkapi. “Jika hanya mengindahkan satu aspek saja, akan menghasilkan penanganan Covid-19 yang kurang efektif” tandas Ateng.

Selebihnya langkah vaksinasi tingkat nasional harus tetap diikuti kedisiplinan  dalam menjalankan kesehatan di setiap kegiatan,  khususnya pelayanan angkutan umum. Vaksinasi akan berjalan efektif apabila kita secara disiplin menjalankan protokol kesehatan. Sebagaimana diketahui, pemerintah lewat Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 saat ini terus menggencarkan kampanye penyuluhan protokol kesehatan 3M. Kampanye 3M terus menerus disosialisasikan supaya masyarakat tidak lupa bahwa penyebaran Covid-19 banyak datang dari pergerakan manusia  salah satunya  disebabkan  angkutan , karena itu pelaksanaan 3M harus dijalankan secara ketat.

Terkait dengan sosialisasi vaksin, bukan tanpa kendala, ada beberapa kelompok pengemudi  menolak divaksin, namun   DPP Organda  selalu menyampaian  bahwa kita   hidup berdampingan dengan orng lain, apalagi di pulau Jawa, penduduk sangat padat. Jadi, vaksinasi itu bukan masalah kesehatan pribadi tapi mencegah penularan dan membentuk herd immunity  Dengan pemberian vaksin kepada pengemudi angkutan umum secara langsung dapat  melindungi orang lain yang tidak bisa divaksin (seperti lansia, orang kelainan imun, yg menjalani kemoterapi, penderita alergi langka) agar tetap sehat. Jika mereka terlular COVID-19 dan meninggal, maka itu kesalahan para orang sehat yang memilih utuk tidak divaksin. (son)

Mission News Theme by Compete Themes.