Press "Enter" to skip to content

Berawal Satu Truk, Hasanuddin Jadi Pengusaha Bus Kebanggaan Bengkulu

Media Social Share

JAKARTA, BISNISJAKARTA.ID – Mendengar nama Perusahaan Otobus Siliwangi Antar Nusa (PO SAN) tak lepas dari dua nama besar di baliknya. Mereka adalah Haji Hasanuddin Adnan dan Kurnia Lesani Adnan. PO SAN merupakan salah satu jawara di bisnis transportasi lintas Sumatra.

PO ini berdiri pada tahun 1978. Mulanya, Haji Hasanuddin Adnan merupakan seorang pegawai negeri sipil (PNS) di Pemerintah Provinsi Bengkulu. “Cita-cita saya ingin menjadi tentara. Saya sampaikan keinginan saya kepada ibu saya. Sayangnya saya tidak mendapat jawaban dari ibu saya. Lalu saya akhirnya mendaftar menjadi calon pegawai negeri sipil di Pemda Provinsi Bengkulu dan diterima,” kenang Haji Hasanuddin Adnan.

Hasan, sapaan akrabnya kala itu, memulai bisnisnya dengan memiliki sebuah truk yang digunakan sebagai angkutan barang. Pada tahun 1990 dia juga mulai merintis angkutan penumpang. Bermodalkan sembilan armada bus sedang, empat unit di antaranya bus sedang Mazda T4000, di bawah bendera Siliwangi Antar Nusa Travel dia memberanikan diri membuka rute jarak jauh.

Jurusan perdana yang dilayaninya Bengkulu – Bekasi. Dalam waktu kurun lima tahun armadanya berkembang ke bus besar dan mulai mengembangkan rute.

Hasan dalam bisnis usaha transportasi sangat mengedepankan pelayanan kepada para pelanggannya. Dia juga menerapkan 5 pilar utama kepada para pegawainya. Lima pilar itu adalah, Akhlak, Kejujuran, Disiplin, Tanggung Jawab dan Rasa Memiliki.

“Tiap pegawai di sini harus punya akhlak yang baik. Tanpa akhlak yang baik kami tak bisa berikan pelayanan terbaik. Mereka juga harus jujur, berdisiplin tinggi, bertanggung jawab dan punya rasa memiliki,” tegasnya.

Lima pilar itu terbukti, lokasi kerja PO SAN sangat bersih. Semua pekerja nampak menjunjung tinggi 5 pilar itu. “Kalau Anda temukan puntung rokok saja di sini, saya kasih Anda Rp 100.000 per puntungnya,” tantang Hasan.

Ia mengungkapkan, ada kontrak khusus pada pegawai atau kru bus yang bekerja di PO SAN, dimana para pekerja menyatakan tidak merokok selama bekerja. “Ayah saya, orangnya tidak bisa ditawar, utamanya soal kedisiplinan,” tegas Kurnia Lesani Adnan, putra ketiga Hasan.

Kurnia Lesani Adnan atau akrab disapa Sani sendiri saat ini dipercaya menjadi Direktur Utama PT SAN Putera Sejahtera (PO SAN), perusahaan yang dirintis ayahnya. Sejak usia 14 tahun, Sani sudah membantu sang ayah menjalankan usaha transportasinya. “Saya itu, mulai bantu ayah dari mulai usia 14 tahun. Saya memulainya dari bantu ayah belanja spare parts sampai antar-jemput penumpang,” cerita Sani.

Sani yang sangat mengagumi sosok ayahnya ini belajar banyak dari ayahnya. Sani pun tetap mempertahankan 5 pilar dan pelayanan yang diusung oleh ayahnya dalam usaha ini.

“Untuk masalah pelayanan, saya sangat prioritaskan untuk hal ini. Kami sediakan armada-armada yang terbaik untuk memuaskan pelanggan kami,” tegas Sani.

Sani menjelaskan, pihaknya membeli bus-bus premium bukan untuk bergaya. “Kami ingin menghadirkan transportasi yang aman, nyaman dan bisa dipercaya masyarakat. Terbukti bus-bus kami diminati oleh masyarakat. Jangan salah, bus-bus premium ini adalah armada yang mengajarkan pengemudi agar memikirkan keselamatan, kinerja mereka terpantau, mulai dari bahan bakar, kecepatan, perilaku pengereman, sampai posisi kendaraan bisa diketahui,” jelas Sani.

Ditambahkan oleh Sani, PO SAN kini memilih bus-bus yang bisa membaca perilaku pengemudi. Menurut dia, sistem operasional bus yang dilengkapi telematika membuat operasional sehari-hari mereka lebih terkontrol.

Dari rekaman operasi bus, perusahaan bisa mengetahui siapa yang rajin menggunakan retarder, siapa yang sering menginjak pedal rem dalam-dalam, siapa yang mengemudi dengan boros bahan bakar.

Selain Sani, putera-puteri Hasan lainnya memegang tanggungjawab berbeda di PT SAN Putera Sejahtera. Kurnia Lesanti (Santi) Adnan yang menjadi direktur keuangan. Kurnia Lesari (Sari) Adnan menjabat wakil direktur dan mengurusi administrasi perusahaan. Kurnia Lesande (Sande) Adnan, putera keempat Hasan, mengambil tanggungjawab untuk mendukung kebutuhan operasional perawatan dengan sistem penyimpanan komponen yang tertata. Putera kedua Hasan, Kurnia Lesandri (Sandri) Adnan memimpin Biro Perjalanan Umum SAN Travel, cikal-bakal PO SAN.

Hasan mengaku tidak pernah membayangkan PO SAN seperti sekarang ini. Sebagai tamatan SMA, perjuangannya bersama istri tercinta Magdalena merintis usaha hanya bisa bersyukur.

“PO SAN seperti ini karena dukungan masyarakat Bengkulu. Saya punya keinginan harus ada perusahaan bus yang bisa dibanggakan masyarakat Bengkulu karena mengutamakan keselamatan, kenyamanan dan bisa menjadi teman perjalanan yang aman,” pungkasnya.

Saat ini PO SAN memiliki lebih dari 110 unit bus dari berbagai merek terkenal dunia Mercedes-Benz dan Scania. (son)

Mission News Theme by Compete Themes.