Press "Enter" to skip to content

Begini Upaya Kemenhub Ciptakan Transportasi Yang Sehat

Media Social Share

BISNISJAKARTA.ID. JAKARTA – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyampaikan upaya-upaya yang dilakukan Kementerian Perhubungan untuk mengurangi penyebaran COVID-19 di sektor transportasi, khususnya transportasi udara untuk menjaga konektivitas dan pemulihan ekonomi nasional. Hal tersebut disampaikan Menhub saat webinar bincang santai virtual yang diselenggarakan Indonesia National Air Carriers Association (INACA) di Jakarta, Kamis (17/9) malam.

Bincang Santai Virtual bertajuk Intip Jurus Jitu Bandara Atasi Penyebaran Covid-19 yang digagas Indonesian National Air Carriers Association (INACA) menampilkan Opening Speech Ketua Umum INACA Denon Prawiraatmadja.

Sedangkan pada sesi diskusi diisi pembicara antara lain Dirjen Perhubungan Udara Novie Riyanto Rahardjo, Dirut PT Angkasa Pura I Faik Fahmi, Dirut Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin, Dirut Airnav Indonesia M. Pramintohadi Sukarno, Dirjen Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan Achmad Yurianto, Presdir PT Airfast Indonesia M. Arif Wibowo, dan Sekjen INACA Bayu Sutanto.

Menhub mengatakan, ada beberapa hal terkait upaya yang dilakukan oleh Kementerian Perhubungan untuk mengurangi laju penyebaran COVID-19 pada transportasi udara, terutama pada bandar udara. Dalam regulasi, Kemenhub menyesuaikan dengan dinamika pandemi, termasuk saat masyarakat mulai masuk dalam adaptasi kebiasaan baru.

Kemenhub menerbitkan regulasi transportasi udara dengan berupa  PM 41/2020 dengan turunannya SE Nomor 13 Tahun 2020 yang telah merujuk kepada referensi dari ICAO, WHO, Kementerian Kesehatan dan Gugus Tugas Penanganan COVID-19.

Seperti diketahui dampak pandemi sangat terasa di transportasi udara yang mengalamai penurunan penumpang domestik per 5 September hingga minus 69%. Sehingga perlu adanya inovasi pemanfaatan IT dan kolaborasi dengan berbagai stakeholders yang didukung regulasi yang efisien dan efektif untuk tetap bertahan mengingat transpotasi udara memiliki peranan yang sangat penting dalam menjaga konektivitas antar wilayah dan pemulihan  perekonomian pasca pandemi.

Protokol Kesehatan

Dengan adanya regulasi yang telah dikeluarkan penyelenggara Bandar Udara baik Badan Usaha Bandar Udara (BUBU) maupun Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) merupakan titik awal dan akhir dari perjalanan penumpang pada transportasi udara telah menerapkan protokol Kesehatan dengan disiplin. Protokol kesehatan yang telah diterapkan pada terminal penumpang bandar udara antara lain Penerapan Jaga Jarak (physical distanding), pengecekan kesehatan (health screening), pemanfaatan teknologi seperti layanan tanpa sentuh (touchless processing), kebersihan fasilitas (facility cleanliness & sanitizing), dan perlindungan terhadap setiap individu di bandara (passenger & staffs protection).

Hal ini juga memberikan implikasi kepada kapasitas terminal penumpang, sehingga perlu penyesuaian kapasitas yang dituangkan dalam Notice of Airport Capacity (NAC) dimana pada saat normal critical point NAC berada pada Kapasitas Runway namun pada saat ini critical point berada pada sisi terminal penumpang.

Menhub Budi mengatakan penerapan protokol kesehatan merupakan kunci agar penumpang atau pengguna jasa bandar udara merasa Confidence untuk melakukan perjalanan transportasi udara. Healthy Passenger Experience saat ini merupakan hal penting untuk me-restart transportasi udara agar menjadikan masyarakat lebih produktif di adaptasi kebiasaan baru. “Setelah pelaksanaan penerapan protokol kesehatan yang telah diatur dalam kebijakan saat ini sudah mulai terlihat peningkatan aktivitas perjalanan orang melalui transportasi udara,” tandas Menhub Budi. (son)

Mission News Theme by Compete Themes.