Press "Enter" to skip to content

Begini Langkah Kemenhub Deteksi Dini Muatan Kapal

Media Social Share

BISNISJAKARTA.ID. JAKARTA – Dalam rangka meningkatkan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) sehubungan dengan pengawasan dan pelayanan kepada masyarakat terutama di bidang pengangkutan muatan barang berbahaya curah padat, Kantor Balai Teknologi Keselamatan Pelayaran (BTKP) bekerjasama dengan AMSAT International menggelar pelatihan International Maritime Solid Bulk Cargo Code (IMSBC Code).

Pelatihan ini dibuka Dirjen Perhubungan Laut, R Agus H Purnomo secara virtual yang diikuti oleh Kepala Kantor BTK Gigih Retnowati dan Perwakilan AMSAT International di Indonesia, Linda Kristanty bertempat  di Kantor BTKP Jakarta, Rabu (26/8).

Dirjen mengatakan, kegiatan pengawasan dan pengangkutan barang berbahaya di pelabuhan harus berpedoman pada aturan yang berlaku secara nasional maupun internasional seperti ketentuan yang dipersyaratkan dalam International Maritime Solid Bulk Cargo (IMSBC) Code.

Pengawasan penanganan dan pengangkutan barang berbahaya itu berlaku tidak hanya di kapal saja, tetapi juga pada saat barang berbahaya diturunkan dari kapal dan disimpan sementara di area pelabuhan. Hal ini untuk menghindari adanya potensi bahaya yang tidak diinginkan bersama.

Menurut Dirjen Agus, saat ini muatan curah padat terutama kategori A & B oleh industri pelayaran dunia telah dianggap sebagai salah satu jenis muatan yang memiliki resiko tinggi dan sangat berpotensi membahayakan keselamatan pelayaran dan perlindungan maritim bila tidak ditangani secara baik.

Sedangkan Sumber Daya Manusia yang memiliki kompetensi dan pengetahuan di bidang penanganan muatan curah padat terutama barang curah padat kategori A & B yang dimiliki oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Laut masih perlu ditingkatkan.

Peluang Investor

Sementara itu, Kepala Kantor Balai Teknologi Keselamatan Pelayaran, Gigih Retnowati mengatakan, dalam rangka meningkatkan peluang usaha termasuk investasi di bidang muatan curah padat, saat ini Pemerintah terus memberi peluang kepada investor agar berinvestasi di Indonesia. Hal ini tentunya akan berdampak meningkatnya muatan barang curah padat yang akan diangkut melalui pelabuhan di Indonesia.

Gigih mengatakan, penyelenggaraan Pelatihan IMSBC bertujuan untuk meningkatkan kompetensi SDM sehubungan dengan pelayanan kepada masyarakat terutama di bidang pengangkutan muatan curah padat yang aman.

Sebagaimana diketahui pengangkutan muatan curah padat mempunyai risiko pencairan/liquefaction sehingga mempengaruhi keseimbangan kapal dan juga berpotensi terjadinya reaksi kimia berbahaya dalam pengangkutan di kapal atau kombinasi dari itu.   

Menurut Gigih, selama ini laporan hasil verifikasi muatan/kargo dari laboratorium yang ditunjuk ESDM belum sampai pada prosedur sesuai IMSBC code melainkan terbatas pada level royalty atau nilai komersil dari kandungan muatan tambang tersebut. “Di poin inilah yang menjadi tugas BTKP ke depan untuk memastikan pengujian sesuai IMSBC code bisa dilakukan,” tutup Gigih. (son)

Mission News Theme by Compete Themes.