JAKARTA, BISNISJAKARTA.ID – PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) menyiapkan anggaran Rp 20 miliar untuk membiayai homestay guna mendukung kebangkitan pariwisata nasional. “Tidak selamanya meminjam itu buruk. Jika pinjaman tersebut digunakan untuk sesuatu yang produktif, justru hal tersebut dapat memberikan keuntungan dan nilai tambah,” kata Direktur Keuangan dan Operasional PTSMF Trisnadi Yulrisman saat diskusi virtual Urban Forum – Forum Wartawan Daerah (FORWADA), Tourism & Hospitality Outlook 2022 “New Normal Saatnya Bangkit dari Tidur Pulas” di Jakarta, Kamis (20/1).
Trisnadi mengungkapkan, industri homestay bisa menjadi penggerak perekonomian di desa wisata baik desa wisata prioritas maupun non prioritas. Apalagi saat ini, Indonesia banyak menggelar event bertaraf internasional yang sudah barang tentu membutuhkan banyak sarana akomodasi.
SMF telah melakukan inisiatif strategis produk KPR Rumah Usaha dalam bentuk program pembiayaan homestay sejak tahun 2018 dan dalam masa inkubasi hingga sekarang, program ini masih menggunakan dana PKBL/TJSL. “Total anggaran pembiayaan homestay mencapai 20 milyar dengan realisasi hingga 2021 mencapai 7.747 milyar dengan total debitur 96,” jelasnya.
Kehadiran SMF dalam pembiayaan homestay, tegas Trisnadi, merupakan upaya pemerintah mendorong pertumbuhan usaha sesuai dengan rencana pengembangan bisnis, membantu kelancaran arus kas usaha sesuai dengan perkembangan arus kas bisnis, membantu terhindar dari jeratan pinjaman dengan bunga tidak wajar dan mewujudkan kemandirian usaha. “Saat ini kami tengah mengembangkan penyaluran pembiayaan homestay melalui mitra, seperti pihak Pemda setempat, juga BPR,” tambahnya.

Ia mengatakan, SMF terus mendorong pertumbuhan usaha sesuai dengan rencana pengembangan bisnis. Selain itu, membantu kelancaran arus kas usaha sesuai dengan perkembangan arus kas bisnis, dan yang paling penting adalah ingin membantu terhindar dari jeratan pinjaman dengan bunga tidak wajar serta ingin mewujudkan kemandirian usaha.
Menyinggung rencana kerja perseroan, Trisnadi mengatakan, akan melakukan kolaborasi dan sinergi Mitra Strategis dalam rangka penyaluran dana Pembiayaan bagi Homestay. Selain itu, juga dilakukan pengembangan model bisnis baru untuk Program Pembiayaan Homestay.
Hal lain yang tengah dilakukan, jelas Trisnadi, yaitu pengembangan media informasi dalam rangka meningkatkan profile desa yang telah menjalin kerjasama dengan perseroan. “Kita juga melakukan penjajakan dengan mitra bisnis baru agar penyaluran dana dan pengawasan lebih memadai,” pungkasnya.
Sedikitnya sudah 12 desa wisata yang sudah diberikan bantuan dalam rangka peningkatan kualitas dan pembentukan SDM pariwisata. Selain itu, melakukan pengembangkan model bisnis untuk mendukung lingkungan pariwisata. Namun demikian, tetap dibutuhkan kolaborasi dengan berbagai unsur masyarakat untuk menggalakkan budaya wisata (culture). (son)










