BANDUNG, BISNISJAKARRA.ID – PT Angkasa Pura Indonesia atau InJourney Airports terus memperkuat konektivitas penerbangan di Bandara Husein Sastranegara guna mendukung kemudahan aksesibilitas masyarakat dan mengakselerasi pertumbuhan pariwisata serta perekonomian di Jawa Barat khususnya Bandung.
General Manager Bandara Husein Sastranegara Granito W. Hindrawan mengatakan, pihaknya secara aktif membuka peluang dan mengundang maskapai untuk bersama-sama mengembangkan konektivitas penerbangan di Bandara Husein Sastranegara. Sejak penerbangan pesawat jet berbadan sedang seperti Boeing 737-800 beroperasi kembali pada 14 Agustus 2026, Bandara Husein Sastranegara telah melayani sejumlah rute penerbangan domestik dari dan ke Denpasar, Kualanamu, Balikpapan, Surabaya dan Palembang, yang dioperasikan oleh maskapai Garuda Indonesia dan Citilink.
Dalam waktu dekat maskapai Super Air Jet juga akan membuka penerbangan di Bandara Husein Sastranegara dengan rute antara lain dari dan ke Kualanamu, Denpasar, Pekanbaru, Makassar, Pontianak dan Balikpapan. “Konektivitas penerbangan terus dikembangkan melalui penambah rute dan frekuensi penerbangan melalui koordinasi dan kolaborasi dengan seluruh stakeholders,” ujar Granito W. Hindrawan.
Sejalan dengan pengembangan konektivitas penerbangan, Bandara Husein Sastranegara memproyeksikan pertumbuhan jumlah penumpang.
Pada 2026, jumlah penumpang diproyeksikan sebanyak 437.000 penumpang, dan pada 2027 ditargetkan mencapai 1,4 juta penumpang dengan 12.600 pergerakan pesawat.
Siapkan Konektivitas Internasional
Selain memperkuat jaringan domestik, Bandara Husein Sastranegara juga terus mempersiapkan fasilitas dan aspek operasional untuk mendukung penyelenggaraan penerbangan internasional. “Bandara Husein Sastranegara telah menyiapkan fasilitas yang diperlukan untuk mendukung layanan penerbangan internasional. Kesiapan ini mencakup fasilitas pelayanan penumpang dan operasional penerbangan serta dukungan pelayanan Bea dan Cukai, Imigrasi, dan Karantina (Custom, Immigration, Quarantine/CIQ),” jelas Granito W. Hindrawan.
Sejumlah maskapai sudah mengajukan untuk membuka rute internasional yakni di rute Bandung – Singapura, Bandung – Kuala Lumpur, dan Bandung – Johor Bahru.
Konektivitas langsung dengan negara-negara tetangga, khususnya Malaysia dan Singapura, dinilai memiliki potensi besar dalam mendukung pertumbuhan wisatawan mancanegara ke Bandung dan Jawa Barat.
Apabila penerbangan internasional sudah terealisasi, jumlah penumpang internasional di Bandara Husein Sastranegara pada 2027 dapat mencapai sekitar 413.000 penumpang. “Dengan adanya penerbangan langsung dari Malaysia dan Singapura menuju Bandung, kami melihat peluang yang besar untuk meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara. Bandung dan Jawa Barat memiliki berbagai destinasi wisata, ekonomi kreatif, kuliner, serta potensi bisnis yang dapat menjadi daya tarik bagi wisatawan internasional,” ujar Granito W. Hindrawan.
Bandara Husein Sastranegara Bandung akan terus berkoordinasi dengan maskapai, pemerintah daerah, regulator, dan seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan pengembangan konektivitas penerbangan Internasional dapat berjalan secara optimal. “Kami ingin Bandara Husein Sastranegara tidak hanya menjadi pintu gerbang transportasi udara, tetapi juga menjadi bagian penting dalam mendukung pertumbuhan pariwisata, ekonomi, dan konektivitas Jawa Barat. Kami mengajak seluruh stakeholder untuk bersama-sama membangun konektivitas udara Bandung yang semakin kuat,” tutup Granito W. Hindrawan. (son)










