Press "Enter" to skip to content

Bandara Husein Sastranegara Siap Layani Penerbangan Internasional

Media Social Share

BANDUNG, BISNISJAKARTA.ID – Menyusul dioptimalisasinya Bandara Husein Sastranegara dengan melayani pesawat jet komersial setelah tiga tahun vokum, dalam waktu dekat ini bandara yang berada di tengah-tengah kota Bandung tersebut akan melayani penerbangan internasional. Sejumlah operator penerbangan asing sudah menyatakan kesiapannya untuk menerbangkan wisatawan asing menuju kota Kembang ini.  

General Manager Bandara Husein Sastranegara Granito W. Hindrawan mengatakan, kesiapan tersebut mencakup aspek sarana dan prasarana, Sumber Daya Manusia (SDM), serta prosedur pelayanan penerbangan internasional. “Untuk kesiapan pelayanan penerbangan internasional Bandara Husein Sastranegara saat ini, kami nyatakan sudah siap untuk melayani penerbangan internasional,” kata Granito saat menerima wartawan yang tergabung dalam Forum Wartawan Perhubungan (Forwahub) di Bandung, Jumat (4/9).

Granito mengungkapkan, sejumlah maskapai disebut telah melakukan komunikasi intensif dengan Bandara Husein. Di antaranya adalah Scoot, AirAsia dan TransNusa. Sementara untuk rutenya yaitu, Malaysia dan Singapura.

Menurut Granito, dari sisi fasilitas atau premises, seluruh renovasi dan perbaikan utama di Bandara Husein Sastranegara telah diselesaikan. Saat ini hanya tersisa sejumlah pekerjaan perapihan. Berdasarkan pantauan, sejumlah fasilitas di area internasional tengah dipersiapkan. Di area penumpang, terlihat sejumlah papan penunjuk jalan masih ditutup menggunakan kain hitam.

Proses Persiapan Fasilitas 

Sementara itu, area kedatangan internasional juga masih dibatasi menggunakan garis pengaman karena proses persiapan fasilitas masih berlangsung.

Dari sisi keberangkatan, Bandara Husein Sastranegara menyiapkan 10 counter check-in untuk melayani penumpang dan tiga counter untuk layanan self check-in.

InJourney Airports juga menyiapkan dua unit mesin X-ray untuk pemeriksaan barang bawaan penumpang. Setelah melewati pemeriksaan, penumpang internasional akan menuju area imigrasi.

Di area kedatangan internasional, penumpang nantinya akan langsung diarahkan menuju pemeriksaan imigrasi. Terdapat tiga mesin autogate atau all Indonesian yang disiapkan untuk mempercepat proses pemeriksaan penumpang. Selain mesin tersebut, petugas imigrasi juga disiapkan untuk melayani penumpang.SDM Jalani Pelatihan 

Sementara dari sisi SDM, telah memberikan berbagai pelatihan kepada petugas, termasuk petugas informasi dan aviation security (Avsec).

Sosialisasi terkait alur kedatangan dan keberangkatan penerbangan internasional juga telah dilakukan kepada instansi terkait. “Begitu juga dengan proses, kami sudah mensosialisasikan flow-flow kedatangan dan keberangkatan kepada teman-teman di instansi terkait,” ujarnya.

Adapun, koordinasi dengan unsur Customs, Immigration and Quarantine juga terus dilakukan. Granito menyebut koordinasi tersebut berjalan baik, termasuk dalam penyiapan sarana dan prasarana yang menjadi kebutuhan pelayanan internasional.

Dari sisi operasional, Bandara Husein Sastranegara saat ini beroperasi mulai pukul 06.00 hingga 21.00 WIB. Bandara memiliki landasan pacu sepanjang sekitar 2.220 meter dengan lebar 45 meter.

Runway tersebut dapat menampung hingga 10 pergerakan pesawat, terdiri dari delapan penerbangan reguler dan dua penerbangan tidak reguler.

Pelayanan Keselamatan Penerbangan 

Sementara apron mampu menampung delapan pesawat, yakni enam pesawat reguler dan dua pesawat tidak reguler.

Untuk pelayanan keselamatan penerbangan, kategori pemadam kebakaran atau Aircraft Rescue and Fire Fighting (ARFF) berada pada kategori 7 dengan kapasitas hingga 12.000 liter.

Adapun sistem keamanan bandara berada pada kategori Charlie. Dengan keterbatasan panjang landasan, pesawat yang dapat dilayani Bandara Husein Sastranegara saat ini adalah Boeing 737-800.

Dari sisi terminal, Bandara Husein memiliki luas sekitar 17.000 meter persegi. Sebanyak 12.000 meter persegi digunakan untuk pelayanan domestik dan 5.000 meter persegi untuk internasional. Kapasitas terminal mencapai sekitar 3,4 juta penumpang per tahun untuk penerbangan domestik maupun internasional.

Saat ini, area domestik memiliki 16 check-in counter, sedangkan internasional memiliki 10 check-in counter. Masing-masing area juga dilengkapi tiga fasilitas self check-in.Fasilitas Pendukung 

Untuk fasilitas pemeriksaan, tersedia dua unit X-ray di area domestik dan dua unit di area internasional. Sementara X-ray untuk pemeriksaan penumpang masing-masing tersedia dua unit di domestik dan internasional. Khusus pelayanan internasional, pihak bandara juga menyiapkan X-ray untuk pemeriksaan hand carry penumpang serta satu unit X-ray di sisi udara untuk pemeriksaan bagasi.

Dari sisi konektivitas, penerbangan jet saat ini dilayani Garuda Indonesia dan Citilink. Garuda melayani rute Denpasar, sedangkan Citilink melayani Denpasar, Kuala Namu, Balikpapan, Surabaya dan Palembang.

Selain itu, Susi Air melayani penerbangan dengan pesawat propeller menuju Halim Perdanakusuma dan Cijulang Pangandaran. Maskapai Super Air Jet juga dijadwalkan bergabung pada 18 September mendatang. Maskapai tersebut direncanakan melayani rute Kualanamu, Pekanbaru, Ujung Pandang, Pontianak, Denpasar dan Balikpapan.

Peningkatan Konektivitas

Dengan tambahan tersebut, total terdapat sekitar 10 rute penerbangan yang akan melayani Bandara Husein Sastranegara. Peningkatan konektivitas itu turut tercermin dari pertumbuhan trafik penumpang.

Granito mengatakan, jumlah penumpang yang dilayani sejak Januari hingga Agustus 2026 hampir mencapai 30 ribu orang, jauh meningkat dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang hanya sekitar 2.500 penumpang.

Khusus sejak optimalisasi Bandara Husein dilakukan pada 14-31 Agustus 2026, tercatat 214 movement pesawat dengan sekitar 23.400 penumpang telah dilayani. Selain meningkatkan fasilitas dan konektivitas, pengelola Bandara Husein juga berupaya memperkuat identitas Jawa Barat dalam pelayanan penumpang.

Penggunaan Bahasa Daerah

Hal itu dilakukan melalui penggunaan bahasa daerah dalam pengumuman di bandara, pertunjukan tari dan seni suara, hingga menghadirkan aroma yang merepresentasikan Jawa Barat.

Aroma yang digunakan merupakan Keraton Tea, yang telah dikurasi oleh Wali Kota Bandung. Granito menilai, berbagai pembenahan di Bandara Husein dilakukan dengan menyesuaikan kondisi lahan yang terbatas. Karena itu, pengelola tidak melakukan pembangunan terminal baru, melainkan melakukan sejumlah touch up dan penambahan elemen modern. “Tidak ada pembangunan baru yang dilakukan. Terminal ini hanya kami cat ulang, kemudian ada beberapa yang kami mainkan lighting-nya, begitu juga ada beberapa tembok yang kami lapisi dengan HPL,” kata Granito. (son)

 

 

Mission News Theme by Compete Themes.