JAKARTA, BISNISJAKARTA.ID – Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi menegaskan komitmennya dalam mendorong percepatan elektrifikasi desa dan penguatan ekonomi kerakyatan melalui pembiayaan koperasi sektor riil, termasuk pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).
Komitmen tersebut disampaikan Direktur Umum dan Hukum LPDB Koperasi, Deva Rachman, dalam forum Solar PV and Energy Storage Forum 2026 bertema “Kopdes Merah Putih Solar PV Project: Strategic Electrification of Villages in Indonesia” di JIEXPO Kemayoran, Jakarta.
Dalam paparannya, Deva menegaskan bahwa LPDB Koperasi merupakan instrumen strategis pemerintah dalam memperkuat koperasi melalui pembiayaan yang mudah, terjangkau, dan berkelanjutan. “LPDB Koperasi hadir bukan sekadar sebagai lembaga penyalur dana, tetapi sebagai mitra strategis koperasi melalui pembiayaan, pendampingan, dan program inkubasi. Kami ingin koperasi menjadi motor penggerak ekonomi sekaligus solusi atas tantangan energi di daerah,” ujar Deva.
Peran Strategis LPDB Koperasi
Sebagai Badan Layanan Umum di bawah Kementerian Koperasi, LPDB Koperasi memiliki mandat untuk menyalurkan dana bergulir dari APBN kepada koperasi yang sehat dan produktif. Selain pembiayaan, LPDB Koperasi juga menjalankan fungsi pendampingan dan inkubasi untuk memastikan keberlanjutan usaha koperasi.
Pada tahun 2026, LPDB Koperasi menargetkan penyaluran dana sebesar Rp2,1 triliun, dengan fokus 85% pada sektor riil dan 15% pada sektor simpan pinjam. “Kami ingin memperbesar dampak ekonomi langsung ke masyarakat. Oleh karena itu, sektor riil menjadi prioritas utama, termasuk energi terbarukan seperti PLTS yang sangat relevan untuk menjawab kebutuhan desa,” jelasnya.
Pembiayaan Ramah Koperasi
LPDB Koperasi menawarkan skema pembiayaan yang kompetitif dan inklusif. Tarif layanan yang menarik dan ramah yakni 6,5% (konvensional) atau bahkan setara 3% flat untuk skema syariah terhadap Koperasi, jauh lebih rendah dibandingkan pembiayaan komersial.
Selain itu, proses pengajuan kini semakin mudah melalui sistem digital e-proposal, dengan waktu persetujuan yang relatif cepat. “Jika semua persyaratan terpenuhi, proses pembiayaan bisa diselesaikan dalam 21 hari kerja. Tidak ada biaya provisi, tidak ada biaya administrasi, dan tanpa penalti apabila pelunasan dipercepat,” tegas Deva.
Plafon pembiayaan yang tersedia pun cukup besar, mulai dari Rp500 juta hingga Rp250 miliar per koperasi, dengan tenor maksimal hingga 10 tahun untuk investasi.
PLTS dan Koperasi Desa
Dalam forum tersebut, Deva juga menyoroti pentingnya peran koperasi dalam mendukung elektrifikasi desa, khususnya di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar). Ia mencontohkan kondisi di beberapa daerah yang masih mengalami keterbatasan listrik. “Masih ada daerah yang listriknya hanya menyala beberapa jam dalam sehari. Bahkan hasil perikanan tidak maksimal karena tidak adanya cold storage. PLTS berbasis koperasi bisa menjadi solusi konkret untuk persoalan ini,” ungkapnya.
Dengan adanya program Koperasi Desa Merah Putih yang ditargetkan mencapai 83.000 unit di seluruh Indonesia, LPDB Koperasi melihat peluang besar untuk sinergi dalam pengembangan energi terbarukan berbasis komunitas. “Kami mendorong terbentuknya koperasi di sektor energi, termasuk PLTS. Ini bukan hanya soal listrik, tetapi soal peningkatan produktivitas ekonomi desa,” tambahnya.
Inkubasi dan Pendampingan
Selain pembiayaan, LPDB Koperasi juga menjalankan program inkubasi tahunan yang melibatkan lembaga inkubator terpilih dari berbagai perguruan tinggi dan institusi profesional. Program ini berlangsung selama 6 (enam) bulan untuk meningkatkan kapasitas bisnis koperasi. “Pendanaan saja tidak cukup. Koperasi juga perlu diperkuat dari sisi manajemen, bisnis, dan inovasi. Di sinilah peran inkubasi dan pendampingan kami,” jelas Deva.
Ajakan Kolaborasi
Di akhir paparannya, Deva mengajak seluruh pelaku industri, asosiasi, dan komunitas untuk membentuk koperasi sebagai wadah kolektif dalam mengakses pembiayaan dan mengembangkan usaha, termasuk di sektor energi terbarukan. “Momentum ini harus dimanfaatkan. Dengan koperasi yang kuat dan dukungan pembiayaan dari LPDB Koperasi, kita bisa menghadirkan solusi nyata bagi elektrifikasi desa dan kemandirian energi nasional,” pungkasnya. (son)










