JAKARTA, BISNISJAKARTA.ID – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menunggu hasil investigasi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) terkait penyebab kecelakaan maut yang menewaskan delapan orang penumpang bus rombongan karyawan Rumah Sakit Bina Sehat (RSBS) Jember – di Jalan Raya Bromo, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur.
Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Darat (Sesditjen Hubdat) Kemenhub Ahmad Yani usai gelar Pressbackground bersama Forum Wartawan Perhubungan (Forwahub) di Jakarta, Senin (15/9) mengatakan, saat ini KNKT sedang melakukan investigasi, dan Kemenhub masih menunggu hasilnya.
Selain Ahmad Yani, hadir pula sebagai narasumber Dirlala Ditjen Perhubungan Laut Budi Mantoro, Dirlalin dan Angkutan Ditjen Perkeretaapian Arif Anwar, dan Direktur Angkutan Udara Ditjen Perhubungan Udara Agustinus Budi Hartono.
Ahmad Yani mengatakan, dalam upaya meningkatkan keselamatan transportasi berbagai langkah strategis diambil Kemenhub, yakni melaksanakan Training of Trainers (ToT) kepada perusahaan angkutan, agar pegawai dapat menjadi ahli dalam mendidik pengemudi masing-masing.
Yani menyatakan, program ToT tersebut diharapkan mampu meningkatkan kapasitas perusahaan angkutan dalam memberikan pembinaan kepada para pengemudi, sehingga keselamatan dan kepatuhan berkendara dapat lebih ditingkatkan secara berkelanjutan. “ToT terhadap pegawai perusahaan angkutan untuk di ToT kan menjadi ahli untuk mendidik driver mereka masing-masing,” ujarnya.
Kemenhub menegaskan pemeriksaan juga dilakukan terhadap armada bus, termasuk pengecekan dari sisi karoseri, untuk memastikan apakah terdapat pelanggaran teknis maupun masalah yang memicu kecelakaan.
Selain itu, pihaknya turut memeriksa aspek kelalaian pengemudi yang berpotensi menjadi faktor penyebab kecelakaan, guna memastikan seluruh aspek keselamatan benar-benar ditelusuri secara menyeluruh dan profesional. “Kalau armada tentunya dilihat apakah itu melanggar atau tidak, tentunya dari karoserinya. Ini lagi dicek, apakah ada pelanggaran terhadap kendaraannya, atau kesalahan pengemudinya, ini kita cek,” ujarnya.
Kemenhub menargetkan tindak lanjut kebijakan akan diputuskan setelah hasil investigasi resmi KNKT keluar, sehingga rekomendasi pencegahan kecelakaan serupa dapat dijalankan secara tepat dan efektif. “Nunggu hasil (investigasi) KNKT,” kata Yani.
Sebelumnya, kecelakaan maut kendaraan bus Hino IND’S 88 Nopol P-7221-UG yang membawa rombongan keluarga karyawan RSBS Jember dikemudikan Al Bahri dengan kernet Mergi, membawa penumpang 52 orang turun dari Gunung Bromo.
Sesampainya di tempat kejadian perkara (TKP) di Jalan Raya Bromo, Desa Boto, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo, pada saat kondisi jalan menurun dan menikung ke kiri, kendaraan itu mengalami gagal fungsi rem, sehingga laju kendaraan tetap ke kanan menabrak pembatas jalan sebelah kanan, kemudian menabrak sepeda motor nomor polisi N-2856-OE pada Minggu (14/9) sekitar pukul 11.45 WIB.
Akibat kecelakaan tersebut sebanyak delapan orang meninggal dunia, sedangkan sisanya mengalami luka berat dan ringan yang dirawat di RSUD Dr Saleh, RSU Ar-Rozy, RSU Tongas, Puskesmas Sukapura, Lumbang, dan Wonomerto. (son)









