Press "Enter" to skip to content

Menelisik Peran Media Dalam Upaya Mendukung Target Lifting Satu Juta Barel

Media Social Share

INDUSTRI hulu Migas berkembang dengan pesat, tidak lepas dari peran berbagai media, termasuk media digital yang secara rutin memberitakan perkembangan dan produksi, investasi dan capaian-capaian lainnya yang dilakukan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas).

Sangat penting juga jika media mengungkapkan kerawanan dan potensi bencana pada lokasi operasi hulu migas. Sekaligus mengungkapkan manajeman tanggap darurat yang telah disiapkan. Termasuk manajeman lingkungan dan pengolahan limbah sisa kegiatan operasional. Informasi seperti ini tentu memberi rasa aman dan nyaman kepada masyarakat sekitar wilayah operasi.

Majunya industri hulu migas di suatu daerah tidak terlepas juga dari peran Pemerintah Daerah. Mulai dari menyediakan segala macam infrastruktur, baik sosial maupun fisik. Termasuk mengemas berbagai macam kegiatan promosi untuk menarik investor baik lokal maupun mancanegara untuk melakukan kegiatan penambangan.

Infrastruktur transportasi baik pembangunan baru maupun perawatan dan pemeliharaan adalah tugas pemerintah daerah. Salah satu infrastruktur yang juga menjadi peran pemerintah adalah berbagai perizinan untuk memudahkan investasi di daerah tersebut. Tentu dengan pertimbangan bahwa investasi-investasi ini harus memberi manfaat sebesar-besarnya kepada masyarakat lokal.

Infrastruktur sosial yang juga harus menjadi perhatian serius adalah “kejut budaya” lokal akibat masuknya berbagai ragam budaya asing yang terlibat dalam kegiatan operasional. Interaksi dengan merek jangan sampai memicu konflik budaya, sehingga perlu dipersiapkan dengan baik. Hal ini tentu sangat penting bahwa jangan sampai atas nama investasi industri di bidang hulu migas justru membuat masyarakat lokal tercerabut dari akar budayanya.

Lewat pendidikan dan pelatihan, pendampingan masyarakat lokal untuk menjadi bagian dari industri hulu migas di daerahnya. Termasuk mendesain kegiatan ekonomi yang memberi manfaat sebesar-besarnya kepada masyarakat lokal, menjadi bagian penting yang harus disosialisasikan lewat media massa.

Dan sekali lagi peran media kembali sangat dibutuhkan untuk mengawal gerak kegiatan industri hulu migas di daerah tersebut. Media harus mampu mengawal setiap kegiatan dan memastikan bahwa kegiatan industri hulu migas di daerah benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat lokal, terutama meningkatkan taraf ekonomi masyarakat sekitar.

Target Lifting Minyak Satu Juta Barel

Saat ini, SKK Migas bersama Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) melakukan evaluasi kinerja industri hulu minyak dan gas bumi (migas) untuk mewujudkan target lifting minyak bumi satu iuta barel perhari.

SKK Migas dan KKKS terus memperkuat kolaborasi dalam rangka mencapai target bersama, khususnya terkait produksi dan lifting migas, karena produksi minyak dan gas bumi Indonesia saat ini menghadapi tantangan signifikan.

Data menunjukkan bahwa dari target lifting tahun 2024 sebesar 635.000 BOPD (barel minyak per hari) untuk minyak, realisasi saat ini baru mencapai 579.000 BOPD. Sedangkan untuk gas, dari target sebesar 5.785 MMSCFD (juta kaki kubik per hari), saat ini baru mencapai 5.366 MMSCFD. Masih ada kekurangan yang perlu segera diatasi.

Pemerintah menilai kondisi ini sebagai krisis nasional dan menekankan perlunya langkah-langkah agresif dalam mengatasi hambatan-hambatan produksi dan lifting. SKK Migas berkomitmen untuk meningkatkan pengawasan dan mengambil tindakan tegas guna memastikan program-program KKKS berjalan sesuai rencana.

SKK Migas menekankan kepada seluruh pimpinan tertinggi KKKS untuk menjalankan komitmen program kerja yang telah disepakati. Hal ini penting untuk mencapai target akhir tahun untuk minyak sebesar 594.000 BOPD, yang akan mempengaruhi titik masuk pada tahun 2025 yang direncanakan berada di kisaran 634.000 BOPD.

Sedangkan untuk gas, meski lifting gas secara year-to-dateberada di angka 5.366 MMSCFD, namun pada 25 Juli 2024, lifting harian telah mencapai 5.919 MMSCFD, mencapai 2% di atas target lifting APBN sebesar 5.785 MMSCFD.

Oleh karena itu, percepatan tambahan produksi sebesar 174 MMSCFD, terutama dari KKKS HCML dan Pertamina EP Cepu. Selain itu, menjaga stabilitas operasional untuk menghindari unplanned shutdown sangatlah penting, sehingga tetap optimis untuk mencapai outlook lifting gas sebesar 5.544 MMSCFD.

Terlepas dari tantangan tersebut, SKK Migas melihat industri hulu migas Indonesia masih menunjukkan prospek yang menjanjikan. Hal ini tercermin dari temuan eksplorasi pada tahun 2023, di mana penemuan di struktur Geng North dan Layaran telah menempatkan Indonesia di puncak daftar penemuan terbesar di Asia Tenggara dari tahun 2020 hingga 2024.

Melihat antusiasme dari sisi investasi, diprediksi bahwa mulai tahun ini dan beberapa tahun ke depan, Indonesia akan memimpin investasi hulu migas di Asia Tenggara, didorong oleh penemuan signifikan dan komitmen pemerintah untuk memperbaiki iklim investasi. (son)

Mission News Theme by Compete Themes.