JAKARTA, BISNISJAKARTA.ID – Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas Hudi D. Suryodipuro menyampaikan bahwa tahun 2024, SKK Migas dan KKKS masih akan melakukan kegiatan ekplorasi yang masif. Hal itu dikatakannya di Jakarta, Rabu (5/6).
Untuk tahun 2024, kata Hudi, sesuai kesepakatan dalam work, program & budget(WPnB) target investasi eksplorasi meningkat 100% dari US$ 0,9 miliar di tahun 2023 menjadi US$ 1,8 miliar di tahun 2024.
Adapun jumlah kegiatan pemboran sumur eksplorasi juga meningkat dari realisasi tahun 2023 yang sebanyak 38 sumur menjadi 48 sumur. “SKK Migas dan KKKS berkomitmen untuk menuntaskan program pemboran sumur eksplorasi. Hingga April 2024 telah diselesaikan 16 sumur atau meningkat 229% dibandingkan realisasi pada periode yang sama tahun lalu,” terang Hudi.
Terkait penemuan besar di tahun 2023, Hudi menyampaikan bahwa SKK Migas terus melakukan berbagai upaya dan berkoordinasi intens dengan ENI dan Mubadala Energy agar temuan tersebut dapat segera diproduksikan.
Memperhatikan kesiapan pasar, Hudi mengatakan, ketersediaan infrastruktur dan lainnya, penemuan Geng North yang akan didorong untuk segera diproduksikan dan saat ini SKK Migas telah intens melakukan koordinasi dengan ENI agar segera mengajukan proposal plan of development (POD) Geng North.
Sementara Stephen Salomo, E&P Market Analyst Rystad Energy, Southeast Asia mengatakan, terkait penemuan cadangan di laut dalam serta upaya Pemerintah dan SKK Migas mendorong akselerasi produksinya.
Stephen menyampaikan bahwa investasi laut dalam akan mengalami pertumbuhan yang cepat, dan di estimasi pada tahun 2027 menjadi puncak dari investasi di laut dalam.
Namun, terdapat tantangan-tantangan untuk mewujudkannya, beberapa tantangan kunci yang harus diselesaikan adalah monetisasi gas yang tepat waktu, perpanjangan PSC kontrak, pembiayaan proyek laut dalam dan tentu saja adalah ketersediaan infrastruktur. (son)










