Press "Enter" to skip to content

BRI Life Tumbuh Berkelanjutan, Didukung Teknologi Digitally Enabled Products and Services

Media Social Share

JAKARTA, BISNISJAKARTA.ID – Asuransi BRI Life salah satu perusahaan asuransi jiwa nasional, terus mengembangkan produk dan layanan konsumen yang berkualitas, serta didukung dengan teknologi digital (Digitally-Enabled Products and Services), untuk memenuhi kebutuhan rakyat Indonesia akan perlindungan asuransi jiwa. Demikian dikatakan Dirut BRI Life Aris Hartanto dalam Jumpa pers di Jakarta, Selasa (28/5).

Selain Aris Hartanto, hadir dalam konferensi Pers Kinerja Q1 -2024 tersebut antara lain,!Direktur Pemasaran Sutadi dan Direktur Operasional YosieWilliam Iroth, serta I Dewa Gede Agung selaku DirekturKepatuhan dan Legal.  

Guna mengembangkan potensi usaha Perseroan, di awal Maret 2024 ini komposisi kepemilikan saham BRI Life menjadi, PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) 51%, sementara FWD Management Holdings sebagai Strategic Partner saat inimenjadi 44%, sedangkan Yayasan Kesejahteraan Pekerja BRI sebesar 5%.

Aris Hartanto mengatakan, meningkatnya kepemilikan saham FWD Management Holding di BRI Life, menunjukan keseriusan PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan FWD Management Holdings, untuk bersama-sama mengembangkan potensi bisnis asuransi jiwa di Indonesia. “Dengan total aset Rp24.7 triliun dibandingkan Q1-2023 sebesar Rp23,1 triliun atau meningkat sebesar 7%, menunjukanbertambah kuatnya bisnis BRI Life di tahun mendatang,” ungkap Aris.

BRI Life berhasil meningkatkan kontribusi kepada BRI sebesar 19,9% secara dari Rp271,4 miliar menjadi Rp325,5 miliar. Kontribusi tersebut terdiri dari Laba Bersih yang meningkat sebesar 33% secara dari Rp112,2 miliar menjadi Rp149,3 miliar dan Fee Based kepada BRI yang meningkat sebesar 10,7% secara yoy dari Rp159,1 miliar menjadi Rp176,2 miliar.

Total premi di Q1-2024, mengalami kontraksi sebesar 15,6% dari Rp2,1 triliun pada Q1-2023, menjadi Rp1,7 triliun di Q1 tahun ini. Menurut Aris, Hal ini disebabkan oleh perlambatandari produk AJK yang mengalami kontraksi cukup signifikandari Q1-2023 sebesar Rp877,8 miliar menjadi Rp617,0 miliar di Q1-2024. “Selain itu juga adanya upaya BRI Life memperbaiki kualitaspenjualan, melalui penyesuaian produk dan channel mix, sehingga kanal yang mengalami pertumbuhan pada Q1-2024 hanya dari kanal Inbranch dengan pertumbuhan 16,9%,” paparnya.

Terkait Investasi, kata di, selama ini BRI Life berinvestasi tetap menerapkan prinsip prudent yang bertujuan untuk memenuhi kewajiban perusahaan kepada nasabah. “Aset Investasi Perusahaan tumbuh 10,6% (sudah termasuk asetUnit Link), dengan menghasilkan return sebesar Rp391,0 miliartumbuh 26,5%. Tingkat pengembalian investasi pada Q1-2024 berada pada kisaran 6%, meningkat dibandingkan tahunlalu yang hanya 5,6%,” jelas Aris.

Selanjutnya, jelas Aris, untuk ratio RBC BRI Life mencapai 547,3% jauh diatas persyaratan minimum 120% dari OJK, hal ini menunjukkan bahwa BRI Life sangat sehat. (son)

Mission News Theme by Compete Themes.