PANGKALPINANG, BISNISJAKARTA.ID – Balai Pengelola Transportasi Darat Kelas III Bangka Belitung mencatat terjadinya pergerakan masyarakat selama periode liburan lebaran di Satuan Pelayanan Pelabuhan Penyeberangan Tanjung Kalian secara kumulatif sebanyak 48.952 penumpang dan 9.580 kendaraan.
Kepala BPTD Kelas III Bangka Belitung Fitrah Setiawan mengatakan, grafik data keberangkatan penumpang dan kendaraan mengalami kenaikan. Tak hanya itu, peningkatan juga terjadi pada jumlah trip yaitu sampai dengan 4 extra trip. “Grafiknya naik dibanding dengan tahun lalu. Artinya, tahun 2024 semakin banyak orang yang keluar dan masuk Babel via Pelabuhan Penyeberangan Tanjung Kalian,” katanya.
Ia mengatakan, petugas pelayanan di Satpel PP Tanjung Kalian sudah disiapkan untuk melayani pengguna jasa selama 24 jam sehingga dapat meningkatkan kinerja pelabuhan khususnya selama posko angkutan Lebaran.
Hingga saat ini, puncak arus mudik Lebaran 2024 terjadi pada H-3 tepatnya pada 7 April dengan persentase peningkatan jumlah penumpang sebesar 42%. Secara rinci terhitung 6.059 mobilitas penumpang dan 1.026 kendaraan dengan pergerakan 13 trip kapal.
Berbeda jauh dengan tahun 2023, hanya 1.026 penumpang dan 914 kendaraan yang melakukan penyeberangan pada periode yang sama.
Kemudian puncak arus balik terjadi pada H+3 Lebaran (14 April) yaitu sebanyak 3.261 penumpang dengan pergerakan kapal sebanyak 9 trip. Angka ini meningkat sebanyak 86% dibandingkan dengan tahun lalu yaitu sebanyak 1.756 penumpang.
Sedangkan volume kendaraan meningkat pada angka 697 kendaraan dengan persentase kenaikan 30% dibandingkan tahun lalu yakni sebanyak 535 kendaraan.
Ada beberapa faktor yang menjadi pemicu terjadinya lonjakan jumlah penumpang yang masuk ke Kepulauan Bangka Belitung via Pelabuhan Tanjung Kalian.

Perayaan Cheng Beng
Berdasarkan survey yang dilakukan oleh personil Posko Angkutan Lebaran dengan mewawancarai penumpang yang tiba di Pelabuhan Tanjung Kalian, masyarakat yang berdatangan ternyata tidak hanya dalam rangka mudik perayaan Lebaran, melainkan banyak juga yang melaksanakan liburan saja.
Selain itu, periode ini juga bertepatan dengan perayaan Cheng Beng di Belitung yang juga menjadi salah satu pemicu meningkatnya jumlah pergerakan pada masa angkutan Lebaran 2024. “Keluarga besar yang sekarang berdomisili di Palembang selalu pulang kampung kalau lagi perayaan Cheng Beng, karena ini tradisi yang memang harus dilakukan setiap tahunnya,” ujar Stevanie Lee, salah satu pengguna jasa di Pelabuhan Tanjung Kalian.
Pergerakan masyarakat khususnya pada Satpel PP Tanjung Kalian menjadi pusat pemantauan selama periode angkutan Lebaran. Dalam mendukung mobilitas masyarakat pada periode arus balik, BPTD Kelas III Bangka Belitung telah mengantisipasi dengan menyediakan extra trip setiap harinya.
BPTD juga berupaya agar arus balik dapat berjalan optimal didukung dengan pelaksanaan Posko Angkutan Lebaran Terpadu yang beroperasi 24 jam yang berfungsi sebagai pusat pengawasan, koordinasi dan informasi untuk memantau kondisi keamanan dan keselamatan arus balik lebaran. (son)










