JAKARTA, BISNISJAKARTA.ID – Puskopkar DKI Jakarta bersama INSTITUT STIAMI mendukung pengembangan Digital Marketing di Koperasi Bogasari. Mewujudkan upaya tersebut, kedua lembaga tersebut menggelar Training Digital batch 3 yang digelar di Koperasi Konsumen Sari Bhakti Jakarta, Kamis (26/10).
Tampil sebagai nara sumber Budi Cahyono,Kepala MultiMedia Institut STIAMI. Hadir sebagai peserta Ketua Puskopkar DKI Jakarta Maryanto,Ketua Pengurus Triyono,Wakil Ketua Jiyan Nafik,Ketua Pengawas Nanang Daryanto,anggota pengawas Agung Satrio serta 31 peserta lainnya.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Multimedia Institut STIAMI, Budi Cahyono menjelaskan di era digitalisasi ini pelaku usaha harus dapat andil memanfaatkan teknologi digita guna mendukung kegiatan bisnis seperti kegiatan marketing,
pemanfaatan fintech untuk pembayaran sampai dengan urusan SCM ( Supply Chain Management). “Era digitalisasi saat ini tentunya pelaku usaha,
khususnya UMKM dituntut turut serta berinovasi dan memanfaatkan teknologi-teknologi yang ada untuk dapat melakukan promosi hingga memasarkan produk dagangan,” tandasnya.
Kata Budi Cahyono, digital marketing merupakan tumpuan utama di era digital ini untuk mengakses demografi tanpa batas waktu dan tempat. Untuk itu UMKM haru memulai dan konsisten memanfaatkan teknologi digital saat ini. “Promosi saat ini saran saya lebih baik fokus ke video marketing karena lebih interactive. Ada beberapa Metode digital marketing yang bisa digunakan seperti Sosial media marketing, SEO ( search engine optimization), SEM (search engine marketing ), Content marketing dan PPC ( paid per click)p,” ujar dia.
Disamping membangun digital marketing dia menyebut, platform yang digunakan harus terintegrasi dengan kehidupan sehari-hari, transaksi dan metode pembayaran yang mudah.
Tak hanya itu dalam memulai bisnis menurutnya pelaku usaha penting untuk konsisten dan memberika penawaran terbaik kepada konsumen.
Kebutuhan masyarakat terhadap informasi yang semakin kompleks, media sosial dapat dimanfaatkan sebagai media pemasaran untuk mendukung aktivitas bisnis serta mempermudah dan memperkuat fungsi komunikasi kepada publik.
Manfaat pemasaran digital bagi perusahaan dan UMKM antara lain adalah dapat terhubung dengan mudah dengan konsumen secara online, konversi penjualan yang lebih tinggi bagi konsumen tertarget, biaya pemasaran yang lebih hemat, dapat melayani konsumen secara real time dan potensi peningkatan daya jual bagi UMKM.
Minimnya pengetahuan UMKM mengenai digital marketing menginspirasi tim pengabdian kepada masyarakat untuk menyampaikan sosialisasi dan memberikan pelatihan mengenai penggunaan teknologi informasi dan komunikasi ini sebagai penerapan digital marketing.
Jika UMKM memahami pentingnya digital marketing bagi peluang bisnis usaha, diharapkan mereka akan termotivasi untuk menggunakan digital marketing sebagai sarana promosi untuk mengembangkan bisnisnya.
Tak kalah menarik, ia juga menjelaskan cara memulai berjualan di e-commerce, baik melalui market place maupun di media sosial. Dimulai dengan membuat akun pribadi hingga cara menggunakan tools pemasarannya.
Selain itu, ia juga mengajak peserta untuk mempraktikannya. “Penjualan melalui online lebih efektif menggunakan media sosial dari pada menggunakan website karena website hanya cocok digunakan bila produk yang kita pasarkan sudah memiliki nama yang besar,” ucapnya. (son)










