JAKARTA, BISNISJAKARTA.ID – Setiap 10 Muharram, umat Islam memperingati Asyuro. Pada hari itu, tahun 61 Hijriah, cucu Rasulullah Saw, Imam Husain syahid bersama keluarga dan puluhan sahabatnya. Di beberapa wilayah di Indonesia, umat Islam juga memperingati Asyuro, salah satunya di Gedung Basket Hall Senayan, Jakarta, Jumat (28/7).
Ketua Panitia, Ahmad Hidayat mengatakan bahwa acara ini dilakukan untuk menguatkan keimanan kepada Allah swt. Selain itu juga untuk menghidupkan jiwa perjuangan, jiwa imam Husain. Dalam konteks Indonesia, untuk menghidupkan jiwa kepahlawanan seperti para pejuang Indonesia untuk mempertahankan kesatuan negara Republik Indonesia. “Menghidupkan jiwa kepahlawanan itu yang merujuk dan mencontoh dalam Islam disebut sayyiduh syuhadah adalah pemimpin para mujahid (Imam Husain),” katanya.
Terkait tema yang diusung dalam peringatan Asyuro tahun ini, “Perkuat Makrifat dan Moderasi Beragama untuk NKRI”, Ahmad Hidayat mengatakan makrifah maksudnya adalah kepada Allah, Rasulullah, keluarga Nabi Saw, al-Quran, makrifah kepada kehidupan manusia di mana pun mereka berada. “Khususnya memakrifati diri sebagai anak negara kesatuan Republik Indonesia,” katanya.

Selanjutnya, makna dari makrifah itu melanjutkan efek hidup yang moderat dan toleran. Moderat dan toleran adalah sebuah prinsip dasar dari ajaran kemanusiaan dalam membangun dan menciptakan harmonisasi kehidupan antar manusia. “Kepentingannya bangsa dan negara. Karena itu acara ini dalam rangka umat Islam ikut berkontribusi untuk menjaga kedamaian, ketertiban, kebersamaan dalam membangun bangsa ini dengan semangat moderasi dan toleransi,” tambahnya.
Peringatan Asyuro ini diawali dengan shalat Jumat berjamaah, kemudian membaca surat Yasin dan Tahlil untuk mendoakan umat Islam dan para ulama, terutama para pejuang pengikut Imam Husain yang gugur di Karbala.
Acara ini diikuti ribuan jamaah yang hadir dari berbagai wilayah di Jabodetabek, Bandung dan bahkan juga sejumlah peserta dari mancanegara. (son)










